Sukses

Barcelona Belum Menyerah Rayu Kapten Ajax

Liputan6.com, Barcelona - Raksasa La Liga Spanyol, Barcelona dikabarkan tengah menyiapkan rayuan terakhir untuk memboyong bek sekaligus kapten Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt pada jendela transfer musim panas ini.

De Ligt boleh jadi baru berusia 19 tahun, tetapi dia sudah bermain laiknya bek berpengalaman. Terbukti, di usia yang begitu muda, dia sudah dipercaya mengenakan ban kapten untuk memimpin rekan-rekannya.

Musim 2018/19 lalu, kehebatan De Ligt akhirnya dilihat Eropa. Dia membantu Ajax sampai di semifinal Liga Champions. Memang bukan dia yang mencetak gol, tetapi kehadiran De Ligt di barisan pertahanan membuat Ajax bisa bermain lebih tenang.

Usai memastikan perekrutan bintang Ajax lainnya, Frenkie de Jong, Barcelona pun juga kepincut mendatangkan De Ligt. Bahkan, Blaugrana menjadi favorit untuk mendapatkan tanda tangan sang palang pintu.

Blaugrana sudah beberapa kali melancarkan tawaran, akan tetapi mereka akhirnya menolak untuk memenuhi permintaan De Ligt dan agennya, Mino Raiola karena dianggap kemahalan.

Namun kini seperti dilansir ESPN, Barcelona diklaim siap membuka kembali negosiasi dengan Raiola pada pekan ini karena mereka takut De Ligt akan berlabuh ke klub kaya raya Prancis, PSG.

 

2 dari 3 halaman

Waktu Berpikir

De Ligt sendiri baru-baru ini menyatakan bahwa dirinya membutuhkan waktu berpikir sebelum mengambil keputusan akhir soal masa depannya.

"Saya belum tahu soal itu [Klub mana yang akan diperkuat musim depan]," tegas De Ligt.

3 dari 3 halaman

Berlibur Dulu

"Sekarang saya ingin berlibur terlebih dahulu dan beristirahat sejenak untuk merelakskan diri. Setelah itu kita lihat apa yang akan terjadi." tandasnya.

De Ligt baru saja gagal membawa Belanda menjuarai turnamen UEFA Nations League setelah timnya dikalahkan Portugal 0-1 di partai final akhir pekan kemarin.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Dibuang Chelsea, Fabregas Beberkan Sikap Keras Kepala Sarri
Artikel Selanjutnya
Juara di Mugello, Petrucci Klaim Sukses Dobrak Stereotip MotoGP