Liputan6.com, Jakarta Cara menanam kencur sebenarnya sederhana dan bisa dilakukan di pot, polybag, maupun langsung di pekarangan rumah. Kuncinya terletak pada pemilihan rimpang bertunas, media tanam yang gembur, serta pengairan yang tidak berlebihan.
Rimpang yang sehat umumnya mulai bertunas dalam satu hingga dua minggu setelah tanam. Dengan perawatan rutin, cara menanam kencur yang tepat akan menghasilkan rimpang siap panen ketika tanaman berumur sekitar 8 hingga 12 bulan.
Kencur (Kaempferia galanga) adalah tanaman rimpang dari keluarga jahe-jahean (Zingiberaceae) yang kaya minyak atsiri. Tanaman ini tumbuh optimal di iklim tropis yang hangat dan lembap dengan tanah lempung berdrainase baik, diperbanyak lewat rimpang sehat, dan umumnya siap dipanen dalam waktu sekitar 6 hingga 8 bulan. Tak heran bila banyak orang menanamnya sendiri untuk memetik manfaat kencur bagi kesehatan, mulai dari meredakan batuk hingga menambah nafsu makan.
Advertisement
Cara Menyiapkan Bibit dan Media Tanam Kencur
Langkah awal dalam cara menanam kencur adalah menyiapkan bibit rimpang berkualitas dan media tanam yang subur. Bibit yang baik sangat menentukan jumlah dan mutu rimpang pada saat panen nanti.
-
Pilih rimpang tua dan sehat: Gunakan rimpang kencur yang sudah berumur sekitar 10 bulan, padat, segar, dan memiliki dua hingga tiga calon mata tunas yang masih aktif serta tidak mengering.
-
Utamakan rimpang organik: Rimpang organik cenderung lebih cepat bertunas, sedangkan rimpang nonorganik kerap disemprot zat penghambat tumbuh sehingga sulit berkecambah.
-
Potong dan angin-anginkan: Potong rimpang menjadi bagian sepanjang 3 hingga 5 cm, pastikan setiap potongan memiliki mata tunas, lalu diamkan 1 hingga 2 hari sampai bekas potongan mengering untuk mencegah pembusukan.
-
Semai hingga bertunas: Letakkan rimpang di tempat teduh dan gelap selama beberapa hari hingga tunas muncul. Merendam rimpang semalaman juga membantu meluruhkan sisa zat penghambat tumbuh.
-
Racik media tanam gembur: Campurkan tanah dengan pupuk kandang atau kompos matang berbanding 1:1, lalu tambahkan sekam padi agar media remah. Pastikan derajat keasaman tanah berada di kisaran 5,5 hingga 6,5.
-
Pilih pot yang lebar: Rimpang kencur menjalar mendatar, bukan ke bawah, sehingga wadah yang lebar jauh lebih ideal daripada yang dalam.
Dilansir dari Epic Gardening, menanam rimpang dari keluarga jahe membutuhkan wadah yang lebar dan dangkal untuk mengakomodasi pertumbuhan rimpang yang mendatar, dengan kedalaman sekitar 20 hingga 30 cm namun berdiameter lebih lebar agar rimpang leluasa beranak. Karena kencur masih satu keluarga dengan jahe, prinsip pemilihan bibitnya pun serupa.Â
Baca juga: Cara mudah tanam kencur di rumah untuk pemula dan 7 tanaman obat yang mudah ditanam di halaman rumah.
Advertisement
Cara Menanam Kencur di Pot dan Polybag
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521870/original/057307400_1772702435-IMG-20260305-WA0022.jpg)
Setelah bibit bertunas, tahap inti dari cara menanam kencur adalah memindahkannya ke pot atau polybag. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah awal musim hujan, karena kelembapan tanah akan membantu mempercepat pertumbuhan tunas.
-
Isi wadah dengan media tanam: Isi pot atau polybag hingga sekitar tiga perempat bagian. Alasi dasar wadah dengan pecahan genting atau batu bata untuk memperlancar drainase.
-
Buat lubang tanam: Gali lubang sedalam 5 hingga 7 cm atau sesuaikan dengan panjang rimpang bibit yang akan ditanam.
-
Posisikan tunas menghadap ke atas: Letakkan rimpang mendatar dengan mata tunas mengarah ke atas. Posisi terbalik akan menghambat dan memperlambat pertumbuhan kencur.
-
Atur jarak tanam: Dalam satu pot, tanam tiga hingga lima rimpang dengan jarak sekitar 5 hingga 10 cm. Untuk lahan terbuka, gunakan jarak 15 x 15 cm atau 20 x 15 cm.
-
Tutup tipis saja: Tutup rimpang dengan media setebal 1 hingga 2 cm, jangan terlalu dalam, lalu tekan perlahan agar bibit stabil.
-
Siram secukupnya: Siram hingga media lembap, tetapi tidak becek. Letakkan wadah di tempat teduh, dan tunas umumnya akan muncul dalam 1 hingga 2 minggu.
Mengutip MasterClass, bila rimpang diperbanyak dengan cara dibelah, setiap potongan sebaiknya memiliki minimal dua mata tunas dan ditanam pada media berdrainase baik agar tidak kelebihan air. Prinsip ini membuat cara menanam kencur di pot bisa menghasilkan rumpun yang lebih padat. Jika ingin menanam dalam jumlah banyak, teknik yang sama dapat diterapkan seperti pada panduan menanam di pot atau polybag maupun cara menanam cabe di polybag yang populer di kalangan pekebun rumahan.
Baca juga: Polybag gardening untuk pemula dari pembelian benih sampai panen.
Cara Merawat dan Memanen Kencur agar Rimpang Melimpah
Perawatan menjadi penentu keberhasilan cara menanam kencur hingga panen. Tahap ini menuntut ketelatenan menyiram, memupuk, serta menjaga tanaman dari gulma dan hama agar rimpang tumbuh besar dan sehat.
-
Siram secara efisien: Kencur menyimpan cadangan air pada rimpangnya sehingga tidak perlu sering disiram. Cukup lakukan setiap dua hingga tiga hari sekali saat media kering, kurangi di musim hujan, dan siram langsung ke media, bukan ke daun, untuk mencegah jamur.
-
Jaga cahaya dan kelembapan: Tempatkan tanaman di lokasi teduh yang tetap mendapat cahaya. Sebagaimana dilaporkan Gardenista, kencur sepenuhnya dorman di musim kering dan lebih menyukai naungan karena daunnya akan menggulung bila terpapar sinar matahari penuh.
-
Pupuk secara bertahap: Berikan pupuk kandang matang sejak awal tanam. Setelah tumbuh, tambahkan pupuk susulan, misalnya larutan NPK 10 hingga 30 gram per 10 liter air setiap dua hingga tiga minggu. Pupuk kaya kalium membantu perkembangan rimpang.
-
Siangi gulma dan bumbun tanah: Bersihkan gulma secara berkala agar tidak berebut nutrisi. Tasha Greer, dikutip dari Garden Therapy, menyarankan, "Saat menanam di tanah, timbunlah tanah dari tepi bedengan ke area sekitar akar secara berkala untuk merangsang rimpang menggemuk. Hentikan pemupukan jika tanaman berbunga."
-
Kendalikan hama dan penyakit: Hama utama kencur adalah ulat pemakan daun yang bisa diambil secara manual, serta siput pada penanaman di luar ruang. Waspadai pula busuk rimpang dan layu bakteri akibat media terlalu basah.
-
Panen pada waktu tepat: Kencur siap dipanen pada umur 8 hingga 12 bulan, ditandai daun menguning dan rebah. Gunakan garpu untuk membongkar tanah secara hati-hati agar rimpang tidak patah.
-
Bersihkan dan simpan rimpang: Setelah dipanen, bersihkan rimpang, lalu sisakan beberapa yang paling sehat sebagai bibit untuk musim tanam berikutnya.
Menanam rimpang yang bersih dan sehat di tanah berdrainase baik membantu menekan penyakit seperti layu bakteri, bercak daun, dan busuk akar, sekaligus menyarankan agar penyiraman dikurangi menjelang panen supaya tanah mengering. Rimpang pada wadah bahkan dapat dipanen sebagian dari sisi terluar saat tanaman mulai dorman, dan ketika media sudah kering, bersihkan rimpang perlahan dengan tangan atau kuas lembut agar kulit tipisnya tidak rusak.Â
Prinsip perawatan ini mirip dengan tanaman rimpang dan obat lain, sehingga Anda bisa membandingkannya dengan tips merawat tanaman obat keluarga di lahan sempit. Baca juga: Cara menanam daun kelor di pot dari bibit hingga panen dan cara menanam kangkung dari batang bekas panen.
Advertisement
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Budidaya Kencur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372644/original/011829500_1791885761-Tanaman_kencur.jpg)
Selain mengikuti langkah dasar, ada sejumlah detail yang sering luput tetapi sangat memengaruhi hasil panen. Memahami poin-poin berikut akan membantu Anda menghindari kegagalan yang umum terjadi pada pekebun pemula.
Kencur paling nyaman tumbuh pada suhu 18 hingga 29 derajat Celsius, dan penggunaan nampan berisi air (humidity tray) serta penyemprotan di sekitar tanaman membantu menjaga kelembapan yang dibutuhkannya. Beberapa catatan penting lainnya adalah sebagai berikut.
-
Utamakan pot lebar, bukan dalam: Sebagaimana diungkapkan National Gardening Association, potongan rimpang sebesar ibu jari dapat tumbuh menjadi rumpun selebar hampir 90 cm, sehingga wadah yang lebih besar akan memberi hasil lebih baik.
-
Jaga drainase dan hindari genangan: Media yang terus basah adalah penyebab utama busuk rimpang. Pastikan wadah memiliki lubang pembuangan air yang memadai.
-
Abaikan mitos kerikil di dasar pot: Menambahkan lapisan kerikil di dasar pot tidak memperbaiki drainase dan justru bisa membuat media di atasnya lebih lama tergenang. Lebih baik gunakan media yang remah dan porous.
-
Beri pupuk kaya kalium: Pada fase pertengahan pertumbuhan, pupuk dengan kandungan kalium tinggi membantu pembentukan rimpang yang lebih padat dan berisi.
-
Terapkan rotasi tanaman: Untuk menekan layu bakteri, hindari menanam kencur berulang di media yang sama dan gunakan bibit dari sumber yang bebas penyakit.
-
Pahami masa dormansi: Saat kemarau, kencur dapat meranggas dan tampak mati, padahal rimpangnya sedang beristirahat dan akan tumbuh lagi ketika hujan datang.
-
Siram dengan air berkualitas: Air hujan ideal untuk menyiram. Bila memakai air keran, mendiamkannya semalam lebih dulu adalah kebiasaan yang baik.
Setelah memahami seluruh tahapan, Anda tinggal menikmati hasilnya. Rimpang segar bisa langsung diolah, misalnya untuk membuat jamu beras kencur ala rumahan yang menyegarkan, menjadi jamu penambah nafsu makan untuk anak, atau diracik bersama kunyit seperti pada manfaat jamu beras kencur dan kunyit asam. Anda juga dapat mendalami cara mengolah kencur untuk obat tradisional, menengok 6 manfaat kencur bagi kesehatan, serta daftar 12 manfaat kencur untuk kesehatan dan kandungan nutrisinya. Baca juga: rimpang sebagai bahan jamu beras kencur dan cara memperbanyak tanaman lewat cangkok.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Kencur
Berapa lama kencur bisa dipanen setelah ditanam?
Kencur umumnya siap dipanen setelah berumur sekitar 8 hingga 12 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan rebah ke tanah. Namun, rimpang muda juga dapat dipetik lebih awal pada usia sekitar 6 hingga 8 bulan jika ingin digunakan segar atau sebagai lalapan.
Apakah kencur bisa ditanam di dalam pot atau polybag?
Bisa, bahkan kencur sangat cocok ditanam di pot atau polybag sehingga ideal untuk lahan terbatas. Gunakan wadah yang lebar dengan lubang drainase baik, isi dengan media gembur, lalu tanam tiga hingga lima rimpang bertunas dalam satu wadah.
Kapan waktu terbaik untuk menanam kencur?
Waktu paling tepat adalah awal musim hujan karena ketersediaan air membantu merangsang pertumbuhan tunas. Meski begitu, kencur tetap dapat ditanam kapan saja di dalam pot selama kelembapan media dan tempat tumbuhnya terjaga dengan baik.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365332/original/007146000_1791173454-6rAtJQqYh17LlzUARuDcJhBgxQpUXMjrpGRb4gfn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3336994/original/047244000_1609322346-bin-thi-u-6MJFY84BaSk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372376/original/079614000_1791878107-2149893752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4803070/original/039687600_1713254578-young-pretty-woman-sitting-near-window-drinking-tea-reading-book-enjoys-rest_264197-16323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365490/original/049719500_1791180647-PeufpC5nZM2mwv0I1d3KlwhgzyIyNAha4liZaY1O.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365326/original/006143100_1791173447-b28Fe0VDc2SOJHgIHrLOmVXWYPa1LUhfWsIpXnGV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365327/original/042494100_1791173448-yXyr6UWROQVkBhRD8vJFak6bZXv7vPrLUe4iEca5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372802/original/082850800_1791891340-2151300100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473451/original/016095800_1768445544-full-shot-woman-reading-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354876/original/001858700_1790065297-PxLEdzYhrOwJc37PEbWw7aa6WUhamk8eoaTqjFvY.jpg)