Liputan6.com, Jakarta Pernahkah kamu memperhatikan urutan seseorang menyantap makanannya? Ada yang langsung menyerbu lauk favorit, ada pula yang justru menuntaskan nasi lebih dulu sebelum menyentuh lauknya.
Kebiasaan kecil di meja makan ini ternyata bisa menjadi cermin karakter. Itulah sebabnya ciri orang yang suka makan nasi duluan baru lauk menurut psikologi menarik untuk dikupas lebih jauh.
Di bagian berikut, kamu akan diajak memahami definisi, karakter khas, hingga tips membacanya. Dengan begitu, kamu tidak sekadar tahu artinya, tetapi juga bisa menerapkannya untuk mengenali diri sendiri dan orang di sekitarmu.
Advertisement
Mengutip Exploring Your Mind, sebuah eksperimen yang dilakukan perusahaan Food-ology dan dipimpin pakar perilaku makan Juliet A. Boghossian mengidentifikasi hingga sepuluh tipe kepribadian berdasarkan cara makan. Dari gagasan "kamu adalah bagaimana kamu makan" itulah pembahasan ciri orang yang suka makan nasi duluan baru lauk menurut psikologi berakar.
Mengenal Kebiasaan Makan Nasi Duluan Baru Lauk Menurut Psikologi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226128/original/034729200_1747726957-3._Tumis_Nasi_Kembang_Kol_2.jpg)
Secara sederhana, ciri orang yang suka makan nasi duluan baru lauk menurut psikologi menggambarkan gaya makan yang memperlakukan setiap komponen hidangan secara terpisah dan berurutan. Orang dengan pola ini biasanya menghabiskan nasi lebih dahulu, lalu beralih ke lauk, dan tak jarang menyimpan lauk paling disukai untuk gigitan terakhir. Pola serupa juga bisa terbaca dari kebiasaan memilih menu makanan sehari-hari.
Konsep membaca karakter dari cara makan ini berakar dari pengamatan bertahun-tahun. Juliet A. Boghossian, dikutip dari Food-ology, menyatakan, "Saya menemukan korelasi luar biasa antara cara orang makan dan apa yang terungkap tentang kepribadian mereka."
Gaya menyantap satu per satu ini bahkan punya sebutan tersendiri. Seperti yang diberitakan LittleThings, tipe "Organizer" adalah orang yang tidak suka makanannya saling bersentuhan, sedangkan tipe "Isolationist" menghabiskan satu jenis makanan dulu sebelum pindah ke jenis lainnya. Ciri ini mirip dengan ulasan lain soal kebiasaan saat makan yang dianggap jendela untuk melihat nilai dan sikap seseorang.
Lalu, adakah dasar ilmiahnya? Mengacu pada riset yang dimuat Psychology Today, pilihan makanan memang berkaitan dengan lima dimensi kepribadian atau Big Five berdasarkan studi terhadap 13.892 orang dewasa di Australia. Jadi, menghubungkan perilaku makan dengan karakter bukan sekadar ramalan tanpa pijakan. Yang perlu digarisbawahi, menurut para ahli, kuncinya bukan pada apa yang dimakan, melainkan bagaimana cara memakannya. Juliet A. Boghossian, dikutip dari HealthCentral, menyatakan, "Mengamati kebiasaan terkait makanan membuka portal menuju lapisan-lapisan kompleks karakter seseorang."
Â
Advertisement
Ciri Orang yang Suka Makan Nasi Duluan Baru Lauk Menurut Psikologi
Setelah memahami definisinya, mari kita lihat karakter yang sering melekat pada tipe ini. Perlu diingat, daftar berikut adalah kecenderungan yang diamati, bukan vonis mutlak atas kepribadian seseorang.Â
1. Berorientasi pada tugas (task oriented). Mereka nyaman menuntaskan satu hal sebelum beralih ke hal lain, persis seperti menghabiskan nasi dulu, baru lauk. Pola cara makan mengungkap kepribadian semacam ini kerap muncul pada orang yang suka bekerja sesuai urutan dan perintah.
2. Terstruktur dan terencana. Hidup mereka cenderung mengikuti alur yang jelas, dari daftar prioritas sampai jadwal harian. Hal ini sejalan dengan ulasan soal mengenal kepribadian lewat gaya makan.
3. Sabar dan menikmati proses. Mereka tidak terburu-buru dan cenderung tenang dalam menghadapi berbagai situasi, mirip karakter orang yang makan lambat.
4. Pengendalian diri yang kuat. Kebiasaan menyimpan lauk favorit untuk akhir mencerminkan kemampuan menunda kepuasan demi rasa puas yang lebih besar belakangan.
5. Teliti dan penuh pertimbangan. Mereka memiliki perhatian besar terhadap detail dan berpikir matang sebelum mengambil keputusan. Kecermatan ini menguatkan anggapan bahwa kebiasaan makan mencerminkan kepribadian.
6. Konsisten dengan rutinitas. Tipe ini nyaman dengan pola yang familiar dan tidak suka buru-buru, berbeda dengan karakter orang yang makan cepat atau lambat secara impulsif.
7. Kurang luwes pada situasi tak biasa. Karena terbiasa dengan urutan, mereka bisa sedikit kaku saat rencana mendadak berubah atau menu disajikan tidak sesuai ekspektasi.
Â
Beda Karakter: Makan Nasi Duluan vs Menyerbu Lauk Favorit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1517342/original/000131000_1487849576-12043020_M.jpg)
Di seberang spektrum ciri orang yang suka makan nasi duluan baru lauk menurut psikologi, ada tipe yang langsung menghabiskan bagian terenak di awal. Mereka umumnya lebih spontan dan ingin menikmati momen terbaik selagi ada di depan mata atau yang sering disebut gaya present moment.
Perbedaan ini terlihat juga dari kecepatan makan. Sebagaimana dilaporkan lovefood, orang yang makan cepat umumnya jago multitasking dan bekerja baik di bawah tenggat waktu, sementara pemakan lambat justru menyukai rutinitas dan kadang keras kepala.
Orang yang menyimpan lauk favorit sampai akhir cenderung berpijak pada delayed gratification, sedangkan yang menyikatnya duluan lebih menghargai kesenangan saat ini. Dinamika menahan diri ini bisa kamu baca lebih jauh lewat ciri orang yang suka menyisakan minuman di gelas, maupun dari pembahasan soal memahami perilaku impulsif.Â
Pada akhirnya, tidak ada yang benar atau salah di antara dua gaya ini. Keduanya hanya menggambarkan preferensi cara menikmati kesenangan, mirip cara pandang yang seimbang terhadap kebahagiaan seperti dibahas pada ulasan tentang arti hedonisme.
Advertisement
Kaitan Delayed Gratification dan Pengendalian Diri
Salah satu poin paling menarik dari tipe nasi dulu, lauk belakangan adalah kebiasaannya menunda yang terbaik untuk akhir. Perilaku ini adalah bentuk mini dari delayed gratification, yakni kemampuan menahan godaan sesaat demi imbalan yang lebih bernilai.
Dalam buku The Marshmallow Test: Mastering Self-Control (2014), psikolog Walter Mischel menjelaskan bahwa anak yang mampu menahan diri untuk tidak langsung menyantap camilan di depannya cenderung memiliki hasil hidup yang lebih baik saat dewasa. Pola kesabaran serupa bisa muncul dari kebiasaan sekecil menyimpan lauk favorit.
Kemampuan menunda ini sering berdampak ke area lain, terutama disiplin finansial. Orang dengan kebiasaan ini biasanya juga relate dengan ciri orang yang suka nabung recehan di toples, tipe yang lebih pilih diskon kecil, sampai kebiasaan memasukkan barang ke keranjang tanpa langsung checkout.Â
Pengendalian diri seperti ini pula yang kerap dikaitkan dengan kematangan, salah satu penanda cara berpikir dewasa.Â
Tips Praktis Membaca Karakter dari Kebiasaan Makan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5011449/original/064268700_1731985410-WhatsApp_Image_2024-11-19_at_09.48.37.jpeg)
Supaya kamu tidak salah tafsir, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dipakai saat mengamati gaya makan orang lain maupun diri sendiri. Psikolog Julia Hormes, dikutip dari HuffPost, menyatakan, "Kecepatan Anda makan mencerminkan kecepatan Anda dalam menjalani dan menikmati hidup."Â
Amati pola yang konsisten. Jangan menilai dari sekali makan, tetapi dari kebiasaan khas yang berulang dari waktu ke waktu.
Perhatikan suasana hati. Suasana hati diketahui memengaruhi laju makan seseorang, jadi kondisi lelah atau sedih bisa mengubah gaya makan sesaat.
Jangan jadikan vonis mutlak. Gaya makan adalah petunjuk, bukan diagnosis kepribadian yang pasti.
Kombinasikan dengan sinyal lain. Padukan pengamatan dengan kebiasaan sehari-hari lain agar gambarannya lebih utuh.
Pakai untuk empati, bukan menghakimi. Tujuannya memahami orang lain dan membangun relasi, bukan melabeli secara negatif.
Mulai dari mengamati diri sendiri. Cek cara makanmu hari ini, lalu hubungkan dengan cara kamu mengambil keputusan, misalnya seperti gaya santai pada cara makan es krim favoritmu.
Â
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Makan Nasi Duluan
Apa arti kebiasaan makan nasi duluan baru lauk menurut psikologi?
Kebiasaan ini umumnya dikaitkan dengan pribadi yang berorientasi pada tugas, terstruktur, dan suka menuntaskan satu hal sebelum beralih ke hal berikutnya. Menyimpan lauk favorit untuk akhir juga sering dihubungkan dengan kesabaran dan kemampuan menunda kepuasan.
Apakah orang yang menyimpan lauk favorit di akhir pasti punya pengendalian diri kuat?
Tidak selalu, tetapi kebiasaan menahan diri untuk menikmati bagian terbaik belakangan memang kerap dikaitkan dengan pengendalian diri dan kebiasaan merencanakan. Tetap perhatikan konteks dan kebiasaan lain sebelum menyimpulkan karakter seseorang.
Apakah analisis kepribadian dari cara makan ini terbukti secara ilmiah?
Sebagian dukungan ilmiah memang ada, misalnya studi yang mengaitkan pilihan makanan dengan dimensi kepribadian Big Five. Namun, membaca karakter dari urutan makan lebih tepat dianggap sebagai pengamatan populer dan sarana refleksi, bukan diagnosis yang pasti.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365617/original/042955600_1791187258-01M45DMPJ8VXV3PRP9N1AFM78Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3336994/original/047244000_1609322346-bin-thi-u-6MJFY84BaSk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372376/original/079614000_1791878107-2149893752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4803070/original/039687600_1713254578-young-pretty-woman-sitting-near-window-drinking-tea-reading-book-enjoys-rest_264197-16323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365490/original/049719500_1791180647-PeufpC5nZM2mwv0I1d3KlwhgzyIyNAha4liZaY1O.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365326/original/006143100_1791173447-b28Fe0VDc2SOJHgIHrLOmVXWYPa1LUhfWsIpXnGV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365327/original/042494100_1791173448-yXyr6UWROQVkBhRD8vJFak6bZXv7vPrLUe4iEca5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372802/original/082850800_1791891340-2151300100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473451/original/016095800_1768445544-full-shot-woman-reading-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354876/original/001858700_1790065297-PxLEdzYhrOwJc37PEbWw7aa6WUhamk8eoaTqjFvY.jpg)