5 Kondisi Terkini yang Membuat Manchester United Tidak Lagi Menakutkan

Manchester United tak lagi berstatus tim raksasa, setidaknya jika melihat sejak awal musim ini.

Diterbitkan 18 Oktober 2018, 22:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Gelandang Tak Punya Peran Yang Jelas

Jose Mourinho membuat perubahan di lini tengah lebih banyak daripada posisi lainnya. Masalah terbesar yang dia hadapi adalah tidak punya pilihan yang tepat untuk lini tengahnya.

Pada sebagian besar musim ini, tidak ada gelandang yang diberikan posisi tetap beroperasi di lini tengah. Mourinho sudah memainkan Pogba, Fellaini dan Matic dalam peran gelandang deep-lying midfielder.

Posisi yang tidak pasti itu membuat para pemain bingung dan mereka tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Setelah pemain baru Fred kesulitan masuk ke skuat utama, Mourinho dipaksa untuk mengandalkan Mata, Lingard dan bahkan McTominay untuk memberikan stabilitas di lini tengah.

Tanpa pemain yang bisa mengatur dan memimpin lini tengah secara efisien, kekacauan di lini tengah akan menjadi keruntuhan mereka.

 

Banyak Eksperimen

Mourinho sudah terlalu banyak bereksperimen dengan pemain dan formasi yang berbeda pada musim ini. Dia sudah mencoba formasi 4-3-3, 5-3-2 dan juga 3-5-1-1.

Jika melihat pemain yang diturunkan saat melawan Tottenham, Mourinho melakukan 6 perubahan di skuatnya. Pada akhir pekan kemarin, dia membuat tiga perubahan saat melawan Newcastle dan perubahan konstan sudah menjadi tren untuk Setan Merah pada musim ini.

Itu jelas sangat berbeda dengan era Sir Alex Ferguson, yang hampir bermain dengan starting XI yang sama kecuali ada pemain yang cedera. Kepercayaan penuh kepada pemain membuat mereka bisa memberikan yang terbaik di lapangan.

Mourinho tidak bisa mendapatkan kemampuan terbaik dari para pemainnya karena terlalu sering membuat perubahan. Itu membuat para pemain lebih khawatir tentang posisi mereka di starting XI daripada penampilan mereka di lapangan.

 

Minimnya Pemain Akademi Yang Berkualitas

Satu di antara kelemahan yang mencolok dari Manchester United adalah minimnya pemain berkualitas yang muncul dari akademi.

Manchester United punya akademi pemain muda terbesar di Inggris, tetapi sayangnya, hanya beberapa dari mereka yang bisa bermain di divisi teratas. Taktik Mourinho mungkin juga bertanggung jawab, tetapi yang jelas jika pemain muda tidak bisa menjadi starter di tim utama maka ada masalah.

Mengingat lulusan akademi seperti Jesse Lingard dan Marcus Rashford hanya bisa mencetak satu gol di antara mereka, perbaikan menyeluruh di akademi bisa mengubah nasib lulusan akademi dan klub itu sendiri.

 

Bursa Transfer Yang Buruk

Manchester United adalah klub yang boros di bursa transfer belakangan ini dan mereka sama sekali tidak bijaksana dalam cara mereka membelanjakan uangnya.

Tidak ada strategi transfer yang jelas untuk Setan Merah. Yang mereka lakukan di setiap musim panas adalah melakukan satu pembelian besar dan pemain lainnya ditebus dengan harga mahal.

Hal itu bisa mendongkrak brand klub, tetapi kebijakan transfer yang salah arah tersebut punya konsekuensi tersendiri. Sebagian pembelian mahal adalah bencana dan pemain seperti Di Maria, Depay, Mkhitaryan sudah meninggalkan klub dan pemain seperti Lindelof, Herrera dan pemain baru Fred kesulitan mendapatkan kesempatan bermain reguler.

Sumber: Bola.net

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Nurfahmi BudiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan