Buffon Tak Sakit Hati Jadi Korban Aksi Ronaldo

Buffon mengakui Ronaldo sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Diterbitkan 04 April 2018, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Turin - Gawang Gianluigi Buffon selalu jadi lumbung gol Cristiano Ronaldo kala Juventus bertemu Real Madrid di Liga Champions. Pada duel kali ini, Buffon harus tiga kali memungut bola dari gawangnya sendiri.

Buffon memang bernasib sial karena harus sering bertemu Real Madrid, khususnya Ronaldo, di Liga Champions. Pertemuan kali ini terjadi di babak perempat final. Pada leg pertama di Allianz Stadium, Rabu (4/4/2018) dini hari WIB, Buffon sudah dibuat bertekuk lutut.

Tak tanggung-tanggung, Madrid sukses mempermalukan Juventus tiga gol tanpa balas. Dua dari tiga gol disumbang Ronaldo pada menit ketiga dan ke-64. Untuk gol kedua, Ronaldo mencetaknya dengan melakukan tendangan salto saat menyambut crossing Daniel Carvajal.

Buffon pun hanya bisa terpana melihat Ronaldo melakukan salto yang begitu tinggi. Bola tendangan pemain asal Portugal itu mengarah ke sudut kiri gawang Buffon. Namun, kiper berusia 40 tahun itu sama sekali tak marah karena dipermalukan Ronaldo.

"Kami melihat apa yang telah dan selalu Ronaldo lakukan. Ia pemain dengan tingkat luar biasa bersama Lionel Messi. Ini artinya level mereka akan dibandingkan dengan (Diego) Maradona dan Pele. Mereka bisa memutuskan pertandingan dan gelar yang dimenangkan tim mereka," ujar Buffon, dikutip Football Italia.

 

Terima Kesalahan

Jika dihitung secara keseluruhan, Ronaldo telah menceploskan sembilan gol ke gawang Buffon. Hebatnya, penyerang berusia 33 tahun itu bisa mengukirnya hanya dari 11 tendangan ke gawang. Hanya Ronaldo yang bisa melakukan itu pada satu tim di Liga Champions.

Bagi Buffon, kekalahan itu berpeluang memupuskan harapannya untuk menikmati gelar Liga Champions sebelum pensiun. Sampai saat ini, Buffon hanya mampu tiga kali jadi runner-up. Dan untuk melewati hadangan Madrid kali ini, Bianconeri wajib menang minimal 4-0 pada leg kedua di Santiago Bernabeu.

"Kesalahan bisa terjadi, Anda bermain melawan juara hebat dan mereka memaksa Anda jadi membuat banyak kesalahan lebih dari biasanya. Itu karena Anda bertemu dengan yang terbaik dan jika kita berbicara soal pemain yang mencetak 500 gol, ada alasan untuk itu," Buffon menegaskan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Achmad Yani Yustiawan, Ezri Tri SuroTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan