MotoGP 2018 Masih Milik Dovizioso dan Marquez?

Meski perjalanan MotoGP 2018 masih panjang, tapi aksi Dovizioso dan Marquez lebih meyakinkan dalam perebutan gelar juara.

Diterbitkan 24 Maret 2018, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan panjang bakal dilalui para pembalap di MotoGP 2018. Pembalap baru melakoni satu seri dari 19 seri yang dilombakan pada MotoGP 2018.

Balapan di Sirkuit Losail Qatar pada 18 Maret lalu menyiratkan satu sinyal kuat. MotoGP 2018 kemungkinan besar bakal didominasi oleh dua pembalap yaitu Andrea Dovizioso dan Marc Marquez.

Sinyal kuat itu diperlihatkan saat dua pembalap beda tim itu merebut podium satu dan dua di MotoGP Qatar. Sedangkan Valentino Rossi membuntuti keduanya di posisi ketiga.

Memang, perjalanan masih panjang. Poin demi poin masih berpotensi didapatkan demi mengkatrol posisi masing-masing pembalap di klasemen MotoGP.

Meski begitu, kesiapan motor dan pembalap sepertinya masih dimiliki oleh Dovizioso dan Marquez. Lihat saja di balapan Qatar akhir pekan lalu.

Dovizioso sempat kalah dari Johan Zarco, pembalap Yamaha Tech 3 pada sesi kualifikasi MotoGP Qatar. Namun sesaat sebelum balapan, bahkan di sesi latihan bebas satu dan dua dimana Dovizioso unggul, dia sudah menegaskan sangat nyaman membalap di Qatar.

Pembalap Ducati Andrea Dovizioso berpose diatas podium sambil memegang pialanya usai memenangkan balapan di MotoGP Qatar 2018 di Sirkuit Internasional Losail (18/3). (AFP Photo/Karim Jaafar)

Itu artinya, dia sudah memberi kode yakin bakal menang di balapan. Itu terbukti dengan merebut posisi pertama, bahkan dengan cara menyalip Marquez di lap terakhir.

"Musim ini ditentukan oleh duel besar antara Marquez dan Dovizioso. Itu sangat menarik. Marc luar biasa berbakat dan agresif, tetapi Dovi telah menyesuaikan pola pikirnya dan sangat tertata dengan pendekatannya. Dia memanfaatkan kekuatan Ducati sebaik mungkin," kata legenda MotoGP, Fredie Spencer seperti dikutip dari MCN, Jumat (23/3/2018).

Dia mengakui Marquez sebagai pembalap yang fenomenal di MotoGP. Meski begitu, Marquez bakal mendapatkan perlawanan ketat sepanjang musim dari Dovizioso yang pandai memanfaatkan keunggulan motor Ducati.

"Dovi membuatnya terlihat sangat mudah. Dia mendapatkannya berhenti, memotong kembali di bawah Marc, dan menggunakan kekuatan akselerasi, dan kecepatan tinggi Ducati. Dia membuat kemenangan terlihat sangat nyaman," ujar Spencer.

 

 

Komentar Dovizioso

Dovizioso memulai balapan di MotoGP Qatar pada posisi lima. Dia harus sabar menanti momentum untuk menyalip satu per satu pembalap di depannya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sempat lama tertahan di posisi empat di belakang Johann Zarco, Marquez dan Valentino Rossi, Dovizioso dapatkan momentum untuk menyalip di lap ke-15. Saat itulah, dia menyalip Zarco untuk mengejar podium juara. Saat itu, Dovizioso unggul cukup jauh sebelum merasakan ban mulai kehabisan grip empat lap jelang finis. Di situlah Marquez mulai menyusulnya. Momen ini mengingatkan publik pada perebutan juara di MotoGP Australia dan Jepang musim lalu. Marquez mencoba salip Dovizioso di lap terakhir. Namun Dovizioso mampu menahannya dan menyegel podium juara karena memanfaatkan akselerasi MotoGP Ducati di trek lurus. Dovizioso mengaku cukup terkejut dengan serangan mendadak dari Marquez di lap terakhir. Bayang-bayang podium kedua di tiga musim terakhir di MotoGP Qatar kembali teringat. "Kami sudah yakin lebih kompetitif dibandingkan tahun lalu. Tapi seperti biasa, kami harus menunggu hingga balapan sebenarnya untuk mengetahui level kami. Saya tak memprediksi bakal duel dengan Marquez di lap terakhir," ujarnya seperti dikutip crash.

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan