Cerita Eks Gelandang Real Madrid tentang Psikologi

Mantan gelandang Real Madrid, Esteban Granero bercerita tentang faktor psikologi.

Diterbitkan 02 Maret 2018, 21:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - "Saya percaya sepak bola tak sekadar memindahkan bola dari satu kaki ke kaki lain yang berujung pada merobek gawang lawan. Ada faktor yang lebih dari itu, yakni psikologi,"

Kalimat tersebut dari mulut Esteban Granero, kala pertama kali menginjakkan kaki di kampus Universitas Oxford, pada pertengahan tahun 2012. Kala itu, ia baru bergabung dengan Queens Park Rangers (QPR), setelah terdepak dari skuat Real Madrid.

Alih-alih merenungi nasib, Granero, yang saat itu berusia 25 tahun, membuat keputusan penting, yakni berkuliah. Baginya, menginjakkan kaki di kampus menjadi tantangan tersendiri, dan tak semua pesepak bola memiliki kesempatan itu.

Bergabung dengan QPR, tim yang bermarkas di London, memberi peluang besar bagi Granero. Setelah berkeliling, seperti dirilis Telegraph (20/10/2012), Granero memutuskan ingin mendalami ilmu psikologi.

Sebelumnya, selama bergabung dengan Real Madrid, ia kuliah di sebuah universitas di ibukota Spanyol tersebut. Sayang, ia harus 'menaruh buku-buku kuliah' agar bisa fokus membela QPR.

— Bolacom (@bolacomID) March 2, 2018

Bukan tanpa alasan pemain didikan akademi junior Real Madrid tersebut memilih jurusan tersebut. Baginya, hal itu berkaitan dengan kehidupan sebagai pesepak bola, baik di lapangan maupun di luar pertandingan.

Usai pembukaan musim baru Premier League 2012-2013, Granero membuka lembaran anyar juga, yakni status mahasiswa. Sebuah pilihan yang tak salah. Bagi Esteban Granero, psikologi menjadi sisi yang bisa menjadikan sebuah pemain dan tim berubah semakin kuat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Asanya terbukti lagi pada tengah pekan lalu. Espanyol, tim yang kini dibela Esteban Granero, membuat malu [Real Madrid](3336680 ""). Pada laga lanjutan La Liga 2017-2018, di RCDE Stadium, tuan rumah menang 1-0. Gol dari Gerard Moreno pada menit ke-93, memberi satu bukti bagi Esteban Granero kalau sisi psikologi bisa mengalahkan kelemahan secara teknik dan kualitas pemain. Sebelumnya, sisi psikologi sudah menjadi ujian bagi Esteban Granero kala QPR terdegradasi pada tahun pertamanya berkarier di Inggris.

Halaman
Show All
Nurfahmi BudiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan