Ada Marko Simic, Persija Sulit Dihentikan di Liga 1?

Keganasan Marko Simic di muka gawang lawan menjadi pertanda bagus bagi Persija jelang Liga 1 2018.

Diterbitkan 01 Maret 2018, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kunci kegarangan Simic terletak pada kerja keras striker berusia 30 tahun ini. Layaknya El Pistolero Luis Suarez milik Barcelona, Simic tipikal striker yang selalu bekerja keras.

Sebagai penyerang murni, Simic mau mencari ruang kosong demi mencetak gol. Satu lagi kehebatannya yaitu serbabisa. Dia tipikal striker komplet yang bisa mencetak gol dengan berbagai cara.

Marko Simic merayakan gol bersama Rudi Widodo saat melawan Tampines Rovers pada laga Piala AFC 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta (28/2/2018). Simic mencetak tiga gol untuk Persija. (Bola.com/Asprilla Dwi Adha)

Kehebatan Simic bahkan mendapatkan pujian langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Anies juga memuji rekrutan anyar, Riko Simanjuntak.

"Simic bagus, Riko juga keren. Jadi, saya rasa kompak mainnya. Keberadaan Simic dan Riko bikin suasana beda," ujar Anies.

Simic sendiri masih merendah meski terus-terusan menjadi ancaman berbahaya buat lawan-lawan Persija. Dia mengucapkan syukur karena bisa cetak hattrick.

"Berdoa dan bersyukur kepada Tuhan. Saya senang. Saya merasa fantastis, saya sangat senang dan berterima kasih kepada Tuhan," ucap Simic selepas laga.

Kegarangan Simic boleh jadi terinspirasi dari Cristiano Ronaldo dan Zlatan Ibrahimovic. Maklum, Simic memang ingin meniru aksi-aksi kedua bintang sepak bola Eropa tersebut.

"Ronaldobukan idola, tapi saya memang mengikuti Cristiano Ronaldo. Terkadang kekuatan saya terletak saat saya mampu mencetak beberapa gol dalam situasi tak terduga. Itulah mengapa saya juga menyukai Zlatan Ibrahimovic. Jadi saya akan terus memantau permainan dia kemanapun dia bermain," ucapnya.

Persaingan di Liga 1

Liga 1 musim lalu, yang merupakan edisi perdana setelah 'wafatnya' Indonesia Super League (ISL), menampilkan persaingan yang sengit. Juaranya pun tak pernah diduga sebelumnya yaitu Bhayangkara FC.

Gelar juara diperebutkan di pekan-pekan terakhir Liga 1 dan sempat diwarnai kontroversi karena Bhayangkara dianggap mendapatkan hadiah tiga poin dari Mitra Kukar. Meski kalah dari Persija di laga terakhir dan memiliki poin sama,68 dengan Bali United, Bhayangkara unggul head to head dan keluar sebagai juara Liga 1.

Persaingan Liga 1 musim lalu memang menjadi miliki klub-klub anyar bukan klub tradisional seperti Persib, Persija, PSM atau Arema FC. Namun PSM Makassar sempat memberi perlawanan di pekan terakhir, namun kalah di kandang dari Bhayangkara FC.

Kebangkitan Persija sudah terlihat pada Liga 1 lalu. Sempat terseok-seok di awal musim, Persija bisa mengakhiri musim dengan menduduki peringkat keempat klasemen dengan 61 poin.

Musim lalu, Persija mengandalkan Bruno Lopes dan William Pacheco dan Reinaldo da Costa. Keduanya dilepas Persija karena sudah habis kontrak.

Pemain depan Persija, Marko Simic mengguyur wajah saat laga penyisihan grup H Piala AFC 2018 melawan Tampines Rovers di Stadion GBK, Jakarta, Rabu (28/2). Persija unggul 4-1. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Musim ini, Persija mendatangkan Marco Simic dari Melaka United. Tim Macan Kemayoran juga awalnya memboyong Ivan Carlos dari Persela. Namun striker asal Brasil itu akhirnya dilepas karena mengalami cedera parah. Sebagai gantinya, Persija memboyong Addison Alves.

Sejauh ini, rekrutan anyar Persija sukses memberi impresi bagus. Tak hanya Simic, rekrutan dari Semen Padang, Riko Simanjuntak juga langsung menonjol perannya di tim berjersey oranye ini. Ini menjadi modal kuat bagi Persija untuk merebut juara Liga 1.

Gelar ini tentu lebih prestisius ketimbang Piala Presiden. Soalnya, ini merupakan kompetisi semusim penuh yang harus ditempuh dengan kerja keras dan keringat. Bagi Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, gelar juara untuk Persija bukan hal mustahil.

“Mainnya keren sekali, mayoritas Persija menguasai bola. Saya percaya ini awal kebangkitan Persija, berturut-turut (menang),” kata Anies.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan