5 Alasan Liverpool Bakal Gagal Finis di 4 Besar Musim Ini

Berikut faktor-faktor Liverpool bakal tak masuk empat besar.

Diterbitkan 08 November 2017, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Contohnya kala Liverpool hanya bermain imbang melawan tim seperti Watford, Burnley dan Newcastle United. Ini berarti Liverpool terlalu mungkin untuk kembali kehilangan poin penting dalam beberapa laga ke depan.

3. Pertahanan Mereka Terlalu Lemah

3. Pertahanan Mereka Terlalu Lemah

Semua orang tahu bahwa kunci sukses di liga manapun adalah memiliki pertahanan yang kuat. Seperti yang dibilang sebelumnya, ini adalah titik krusial The Reds.

Bos Liverpool, Jurgen Klopp rupanya sebenarnya sudah mendeteksi hal itu sejak awal. Itu setelah dia mengincar bek Southampton, Virgil van Dijk. Namun, pengejaran itu, tidak berhasil, dan sekarang Klopp dipaksa untuk menggunakan pertahanan yang menampilkan pemain-pemain seperti Dejan Lovren, Joel Matip, dan Ragnar Klavan.

Bukan hal berlebihan menganggap kalau nama-nama di atas bukan standar Liga Champions. Memang, pemain muda macam, Joe Gomez dan Trent Alexander-Arnold telah tampil dengan baik sejauh ini, tapi itu belum cukup masuk ke Liga Champions.

Liverpool sudah kebobolan 17 gol, terbesar dari tim manapun di posisi 8 besar. Bahkan, jumlah itu lebih banyak dari kandidat degradasi, Swansea dan Bournemouth.

Mengingat tidak ada jaminan bahwa Klopp akan bisa memperkuat pertahanannya di bursa transfer Januari, cukup jelas bahwa Liverpool tidak memiliki usaha yang cukup kuat untuk finis di posisi empat besar. Patut dinantikan pada Januari mendatang.

2. Pemain Baru Masih Melempem

2. Pemain Baru Masih Melempem

The Reds sebenarnya menginvestasikan uangnya cukup besar pada bursa transfer musim panas lalu, yakni £ 80 juta. Jumlah itu belum ditambah kompensasi kepada Chelsea untuk mendapatkan layanan striker muda Dominic Solanke.

Angka itu pasti jauh lebih tinggi jika mereka bisa membujuk Southampton untuk berpisah dengan Virgil Van Dijk. Sayangnya bagi Jurgen Klopp, uang itu terbuang sia-sia.

Sebuah rekor klub £ 43 juta untuk Mohamed Salah adalah satu-satunya yang berhasil. Dia mencetak 12 gol di semua kompetisi dan umumnya tampil dengan standar yang sangat baik. Tapi yang lain tidak sesuai dengan standarnya yang tinggi.

Solanke, seperti yang diharapkan, hampir tidak memainkan peran di Liga Inggris dan beberapa pertandingan dimulai di Piala Liga. Tapi Klopp selalu menganggapnya sebagai striker masa depan.

Bek Andrew Robertson hampir tidak digunakan sama sekali. Dia hanya koleksi 3 penampilan yang jelas mengejutkan apalagi mengingat kelemahan dalam pertahanan Liverpool dan tidak ada laporan cedera untuk bek asal Skotlandia itu.

Paling buruk adalah saat Liverpool keluarkan uang £ 35 juta untuk Alex Oxlade-Chamberlain. Pemain internasional Inggris itu pindah ke Anfield dari Arsenal dalam usaha mencari waktu bermain lebih banyak. Namun nyatanya saat ini tak sesuai dengan yang diharapkan setelah mendapatkan banyak jam terbang.

1. Jurgen Klopp Kalah Bersaing

1. Jurgen Klopp Kalah Bersaing

Ketika pertama kali pindah ke Anfield pada bulan Oktober 2015, Jurgen Klopp banyak memikul harapan besar. Hal itu karena dia dipandang sebagai salah satu manajer muda terbaik di dunia apalagi pernah menerapkan geggenpress terkenalnya yang bikin Borussia Dortmund bangkit dan menjadi salah satu klub paling ditakuti di Eropa.

Dia diharapkan bisa meneruskan kiprah apiknya itu Liga Inggris dengan cara yang sama, namun sejauh ini hal itu belum benar-benar terjadi. Liga Inggris sudah memiliki beberapa manajer terkuat di dunia pada saat kedatangan Klopp, dan sejak saat itu memperoleh beberapa penghargaan hebat lainnya, seperti Pep Guardiola dan Antonio Conte.

Nyatanya geggenpress tidak lagi merupakan taktik yang menaklukkan semua lawan. Lihatlah Tottenham, Mauricio Pochettino telah mengembangkan gayanya lebih jauh dan bahkan lebih efektif lagi. Belum lagi kecermatan taktis manajer seperti Guardiola, Conte dan Jose Mourinho.

Klopp sepertinya tidak seperti nama-nama di atas dan tak bisa melakukan hal yang seperti sekitar setengah dekade yang lalu. Hal ini menandakan kalau Klopp mulai kehilangan cara untuk bisa membuktikan Liverpool kembali ditakuti di Inggris.

Eka Setiawan

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • Liverpool FC