Gol Tangan Tuhan Depak Brasil dari Copa America

Tim Samba hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke fase knock-out, tapi nasib berkata lain.

Diterbitkan 13 Juni 2016, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mantan Kapten Timnas Brasil di Piala Dunia 1994 ini bertanya-tanya, mengapa wasit begitu lama berdiskusi setelah gol terjadi. Terlebih keputusannya sama, tidak menganulir gol tersebut. "Saya tak mengerti kenapa mereka menghabiskan waktu empat menit untuk berbicara dengan wasit dan asistennya lalu tak menyelesaikan apa-apa," kata pelatih 52 tahun tersebut kecewa.

Hasil tersebut membuat Brasil berada di peringkat ketiga dalam klasemen grup. Memetik 1 kemenangan, 1 kali imbang, dan sekali kekalahan meraih 4 poin. Brasil harus meninggalkan turnamen setelah tampil menjanjikan, termasuk ketika menang 7-1 atas Haiti. 

Di sisi lain, pelatih Peru, Ricardo Gareca enggan membahas gol kontroversial Peru. Menurut dia, timnya pantas lolos. Tambahan tiga poin dari Brasil membuat Peru langsung keluar sebagai juara grup B."Saya tidak melihat proses terjadinya gol tersebut. Jadi, saya tidak ingin membahas secara lebih rinci." 

Menurut Gareca, gol seperti itu risiko dalam sepak bola."Kami pantas menang, tidak ada satupun yang membantu kami, terlepas dari proses gol yang terjadi. Kejadian ini sudah menjadi risiko yang harus ditanggung."

Pertama Sejak 1985

Tersingkirnya Brasil di fase grup Copa America terakhir kali terjadi sejak 1985. Ketika itu, fase grup masih berisi tiga negara. Pertama kali, Brasil harus terdepak dari gelaran ini setelah Copa America menggunakan format modern--berisi 4 tim dalam satu grup--sejak aturan ini diberlakukan pada 1993 lalu.

Sepak terjang Brasil di Copa America memiliki sejarah yang memukau. Brasil menempati peringkat ke-3 negara pengoleksi gelar Copa America terbanyak, dengan 8 gelar setelah Argentina (14 gelar) dan Uruguay (15 gelar). Brasil bahkan merebut gelar dua kali beruntun pada 2004 dan 2007.

Seda

ngkan, Peru mulai menunjukkan kekuatannya memasuki 2010. Tim yang dua kali merebut Copa America 1975 dan 1939 ini berhasil menempati peringkat ketiga pada 2011 dan 2015.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rejdo Prahananda, Marco Tampubolon, Hotnida Novita Sary, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan