Muhammad Ali Vs Joe Frazier: Seteru dan Sahabat Abadi

Ali dan Frazier juga memiliki kenangan indah di luar ring.

Diterbitkan 04 Juni 2016, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Rivalitas di luar ring

Rivalitas keduanya pun tak hanya terjadi di dalam ring, tapi juga di luar. Saling bertukar komentar pedas sudah menjadi sebuah pemandangan yang biasa. Ali yang pandai melancarkan serangan verbal berulang kali menghina Frazier.

Ia sempat memanggil Frazier sebagai Gorilla hingga Paman Tom. Paman Tom adalah sebutan untuk orang kulit hitam yang tunduk kepada orang kulit putih. Frazier tak tinggal diam. Ia juga memiliki cara untuk membuat Ali geram, salah satunya adalah memanggil Ali dengan nama aslinya, yakni Cassius Clay.

Meski dikenal memiliki rivalitas yang tinggi, Ali dan Frazier justru memiliki momen-momen di mana mereka terlihat bersahabat. Saat Ali diganjar skors akibat menolak program wajib militer, Frazier yang menuntut Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon, untuk mencabut hukuman tersebut.

Dalam sebuah acara program televisi Inggris, Frazier juga mengaku sempat membiarkan Ali menumpang di mobilnya dari Philadelphia ke New York pada Agustus 1970. "Sepanjang perjalanan, Ali tak memberikan saya kesempatan untuk berbicara. Ia terus mengoceh, 'Smokin Joe, Anda pikir Anda bisa mengalahkan saya?'.

Kisah persahabatan mereka semakin jelas terlihat saat Frazier menghembuskan napas terakhirnya pada 7 November 2011. Saat itu, Ali mengaku kehilangan salah satu teman baiknya. "Dunia kehilangan juara hebat. Saya akan selalu mengingat Frazier dengan penuh rasa hormat dan kekaguman," tutur Ali kala itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ahmad Fawwaz Usman, Adyaksa VidiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan