Ali Dia: Kisah Penyerang Terburuk Dunia

Karena nama besar George Weah, Souness mengambil risiko mengontrak Ali Dia.

Diterbitkan 13 Maret 2016, 09:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - November 1996... Graeme Souness tengah mempersiapkan latihan tim asuhannya saat telepon di markas Southampton, Milton Road, berdering. "Halo..saya George Weah...," terdengar suara berat di seberang sana, saat Souness mengangkat gagang telepon.

Pelatih Southampton itu sempat tertegun sekejap, sebelum akhirnya membalas sapaan sang legenda sepak bola Afrika. Pembicaraan pun berlangsung cair, hangat. "George Weah" dalam pembicaraan itu merekomendasikan "sepupunya" yang berasal dari Senegal. Ali Dia namanya. "Weah" menyebutnya sebagai penyerang berbakat di Afrika.

Baca Juga

  • Pesta Gol Barcelona, Pesta Assist Messi
  • Wenger Cemas dengan Teror Duet Striker Watford
  • Clean Sheet Buffon Kini Samai Durasi 7 Seri Film Star Wars

Ali Dia, kata "Weah" pernah membela klub elite Prancis, Paris Saint Germain (PSG). "Weah" juga menuturkan bahwa Ali Dia pernah 13 kali membela tim nasional Senegal. "Weah" pun meminta Souness memberi Ali Dia kesempatan untuk uji coba alias trial.

Hebatnya, Souness seperti terhipnotis. Mantan bintang Liverpool itu pun memberi Ali Dia kontrak selama satu bulan. Keterbatasan informasi saat itu dan nama besar George Weah membuat Souness berani mengambil risiko mengontrak Ali Dia, yang sama sekali tak pernah dia lihat kemampuannya.

Maklum, ketika itu nama George Weah memang tengah menjulang. Pemain asal Liberia itu baru memenangkan Serie A bersama AC Milan. Sebelumnya, dia juga menoreh sukses besar di Prancis bersama PSG.

Souness tidak tahu, yang menelepon dia sesungguhnya bukanlah George Weah. Melainkan kawan Ali Dia. Jelas, Souness terjebak. Sialnya, Ali Dia pun menangkap peluang itu dengan suka cita.

Bahan Tertawaan

Tanpa pikir panjang, Ali Dia terbang ke Inggris menjemput mimpinya sebagai bintang Liga Primer. Maka, yang terjadi akhirnya pun bisa ditebak. Ali Dia malah jadi bahan tertawaan dan hujatan suporter Southampton.

Di hari pertama latihan saja, sebenarnya para pemain Southampton sudah melihat gelagat kebohongan Ali Dia. Sang bintang baru, ternyata sama sekali tak mengerti cara bermain bola yang benar. Mereka pun tak ingin pemain seperti Ali Dia memperkuat Southampton.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Penampilannya benar-benar buruk. Dia menggantikan saya. Tapi, dia tak tahu posisi mana yang harus dia mainkan. Rasanya dia tidak bisa bermain bola.Matthew Le Tissier Kebohongan Ali Dia akhirnya benar-benar terbongkar, saat dia diturunkan dalam laga lawan Leeds United, 23 November 1996. Ketika itu, kebetulan, banyak sekali pemain Southampton yang cedera, sehingga Souness memasukkan nama Ali Dia dalam list cadangan.Pada menit ke-32, penyerang bintang Southampton, Matthew Le Tissier, cedera. Souness tak punya pilihan selain menurunkan Ali Dia menggantikan Le Tissier. Dan, ini menjadi laga pertama sekaligus terakhir Ali Dia membela Southampton.Penampilan Ali Dia benar-benar mengecewakan. Dia hanya berlari ke sana ke mari, tanpa tahu apa yang harus dilakukan di lapangan. Tak pelak, suporter pun mencemoohnya. Souness geram. Dua puluh dua menit kemudian dia kembali menarik Ali Dia."Penampilannya benar-benar buruk. Dia menggantikan saya. Tapi, dia tak tahu posisi mana yang harus dia mainkan," ujar Le Tissier. "Rasanya dia tidak bisa bermain bola."

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Marco TampubolonTim Redaksi
Copy Link
Batalkan