Sukses

6 Fakta Menarik Duel AS Roma Vs Real Madrid: Berat Sebelah

Liputan6.com, Roma - Tim Serie A Italia AS Roma bakal menjamu raksasa Spanyol, Real Madrid dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (18/2) dinihari nanti di Stadion Olimpico. Pertemuan kedua Roma versus Real Madrid bakal berlangsung seru dengan hadirnya dua pelatih anyar, yakni Luciano Spalletti dan Zinedine Zidane.

Spalletti ditunjuk menggantikan Rudi Garcia pada 14 Januari lalu. Sementara Zidane menggantikan Carlo Ancelotti per 5 Januari 2016. Lebih jauh, pertemuan keduanya mengingatkan fans Roma pada fase knock-out musim 2007/08 silam.

Kala itu Serigala Ibu Kota menaklukkan Los Blancos dengan skor 2-1 baik di Santiago Bernabeu maupun Stadion Olimpico. Kebetulan yang mengkhawatirkan Madrid, kala itu Roma juga dilatih oleh sosok yang sama, yakni Luciano Spalletti.

AS Roma's players attend a training session on February 16, 2016 at Roma's training camp in Trigoria, outside Rome, on the eve of the round of sixteen UEFA Champions League football match As Roma vs Real Madrid.

Berbagai fakta menarik juga tercipta jelang laga Roma versus Real Madrid. Di atas kertas laga dinihari nanti bisa berat sebelah karena Madrid mengumpulkan lebih banyak kemenangan. Berikut 6 fakta menarik tersebut.

1. Real Madrid bisa menjaga gawang mereka tak kebobolan (clean sheets) lima kali dari enam laga terakhir di Liga Champions.

2. Dari enam laga terakhir di Liga Champions, Madrid juga selalu unggul di babak pertama serta menang di babak kedua dalam lima pertandingan.

3. Bila dirata-rata, Roma telah mencetak lebih dari 2,5 gol dalam empat laga kandang mereka melawan Los Blancos di semua ajang.

4. Madrid sudah menang lima kali dari enam pertandingan terakhirnya di Liga Champions.

5. Roma gagal mengamankan 10 laga terakhir mereka di Liga Champions dengan keamanan.

6. Madrid punya rekor buruk ketika berhadapan dengan tim-tim asal Italia di fase knock-out. Los Blancos hanya menang lima kali dalam 16 laga saat bertemu tim asal Negeri Piza baik di Liga Champions atau Piala UEFA (kini Liga Europa).

Hal ini terjadi sejak 1989 silam dan partai yang paling kita ingat adalah lolosnya Juventus ke laga pamungkas usai membekuk Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan 2-1 musim lalu.

Loading