Menang Kurang Meyakinkan, "Lubang" Persib Terlihat Menganga

Persib hanya gagal mendulang kemenangan besar kontra tim juru kunci klasemen grup H Piala AFC 2015.

Diterbitkan 19 Maret 2015, 12:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Persib Bandung memang memetik tiga poin atas wakil Laos, Lao Toyota FC di match day ketiga Piala AFC 2015. Namun tentu, kemenangan tipis 1-0 tentu tidak menyakinkan buat sang juara bertahan.

Terlebih, Lao Toyota merupakan tim juru kunci klasemen grup H. Lao Toyota FC besutan pelatih David Booth sendiri baru sekali memetik hasil imbang kontra Ayeyawady United.

Sejauh ini, Persib memang belum terkalahkan di kompetisi kasta kedua Asia itu. Tapi tentu, Atep Rizal dkk. belum boleh menepuk dada menyusul pencapaian itu. Dari laga kontra Lao Toyota FC, Maung Bandung masih meninggalkan lubang yang mesti ditambal. Terutama menghadapi kompetisi ISL yang tersisa waktu sekitar tiga pekan.

Dari komposisi starter, Persib melakukan cukup banyak perombakan pemain di sektor belakang. Bek asal Montenegro, Vladimir Vujovic duet bersama Abdul Rahman Sulaiman sebagai bek tengah. Bek kiri reguler Tony Sucipto diisi Jajang Sukmara.

Emral mengungkapkan pergantian itu untuk menambah jam terbang bagi pemain. Perubahan lain adalah Hariono yang digantikan Firman Utina di lini tengah.

Apa saja titik lemah yang mesti dihadapi Persib berkaca dari duel versus Lao Toyota FC?

Berikut ulasan dari Liputan6.com dan LabBola>>

1

Krisis Striker

Striker menjadi masalah utama sang juara bertahan ISL itu. Tidak dapat dipungkiri, komposisi barisan depan Persib hampir sama seperti di pertandingan sebelumnya. Tantan yang sebenarnya menempati posisi murni sebagai winger kembali ditarik ke tengah.

Manuver pemain veteran itu sebenarnya sangat dinamis. Tantan bermain seolah-olah seperti false-9. Hanya saja, mobilitas Tantan tidak bisa dimanfaatkan oleh pemain lain guna mengisi ruang yang ditinggalkan. Pergerakan aktif Tantan, membuat mantan striker Persitara Jakarta Utara itu malah jarang melepaskan shooting. Dia tercatat hanya melakukan sekali tembakan,itupun tidak mengenai sasaran.

Jika ditotal, tembakan yang dilepas pemain-pemain Persib mencapai 18 kali dengan tembakan tepat sasaran hanya enam kali atau 30% dan hanya berujung satu yang menjadi gol. Dari statistik tersebut dapat disimpulkan lini depan masih menjadi titik lemah Pangeran Biru.

Keputsan memainkan Yandi Munawar di babak kedua juga tidak memberikan kesegaran di lini depan. Adik Zaenal Arief itu hanya mampu melepaskan dua kali sepakan dan satu yang mengarah ke sasaran. Andai Persib memiliki penyerang murni yang mumpuni, bukan tidak mungkin Persib akan menang dengan angka yang lebih telak.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Parkir Bus" Lao Toyota FC Pelatih asal Inggris, David Booth sadar menghadapi tim yang punya kekuatan di atas mereka. Lao Toyota memainkan garis pertahanan rendah dan menumpuk pemain-pemain di belakang guna meredam serangan Persib. Bermain dengan formasi awal 4-3-3, Lao Toyota FC dengan empat bek terhitung sangat displin dalam meredam serangan tuan rumah. Tercatat kuartet bek Lao FC melakukan 23 kali tekel untuk memutus serangan Persib atau 50% dari total tekel keseluruhan yang dilakukan pemain-pemain Lao FC sepanjang laga. Bek-bek Lao FC pun juga bermain tanpa kompromi dalam menghalau serangan Persib, bek tim runner-up Liga Laos itu melakukan 26 kali sapuan dari total 31 sapuan total yang dilakukan keseluruhan pemain Lao FC. Dan pemain Lao FC, Moukda Sousavath menjadi pemain yang paling sering melakukan intersep di antara pemain lain, dengan melakukan delapan kali intersep. Namun, pertahanan Lao FC bukan tanpa celah, beberapa kali through pass yang dilepaskan lini kedua Persib ke depan sukses untuk mengelabui bek-bek Lao lewat kecepatan pemain Persib. Persoalannya kembali lagi dalam masalah pertama, yaitu pada penyelesaian akhir para pemain depan Persib yang gagal memanfaatkan semua itu. Acungan jempol atas keberhasilan Lao Toyota FC memainkan skema bertahan ketat pantas diberikan pada Moukda Sousavath. Dia menjadi pemain paling banyak melakukan intercept di antara pemain lain. Namun, pertahanan Lao FC bukan tanpa celah, beberapa kali through pass yang dilepaskan lini kedua Persib ke depan sukses menerobos bek-bek Lao Toyota lewat kecepatan pemain Persib. Persoalannya kembali lagi dalam masalah pertama, yaitu pada penyelesaian akhir para pemain depan Persib yang gagal memanfaatkan peluang.

Halaman
Show All
Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan