Uniknya, Hummels justu dengan sangat brutal malah bersikap jujur. "Kami ini bermain bak sekumpulan orang idiot. Kekhawatiran soal ini sudah berjalan berminggu-minggu. Tapi setiap langkah perbaikan yang kami ambil selalu terasa salah sehingga di lapangan kami menunjukkan permainan yang sangat buruk. Kami pantas berada di dasar klasemen," kata kapten Dortmund itu.Â
Otak para pemain Dortmund saat di Bremen pekan lalu disebut-sebut media lokal sudah tidak ada di lapangan, tapi di pantai Barbados dan Portugal.
Intinya, belum pernah sebelumnya Borussen bermain seburuk itu, sehingga kian besarlah misteri soal kenapa pemegang status double winner dan eks finalis Liga Champions dua musim silam tersebut jadi terjun ke jurang hanya dalam tempo 30 bulan saja.
Analisis di Sueddeutsche Zeitung menyebut Klopp tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengondisikan tim karena pre-season terpotong agenda Piala Dunia 2014 dan Hummels cs tidak punya cukup waktu rihat di musim panas lalu. Padahal, cetak biru cara bermain Dortmund yang sempat sukses amat membutuhkan stamina dan pengertian yang tinggi antarpemain.Â
Transisi strategi bertahan menjadi menyerang ala Dortmund membutuhkan kekompakan yang sangat presisi di kedua kotak penalti. Tekanan kolektif pada lawan yang tengah menguasai bola segera diikuti transisi cepat di kedua sayap dan di poros serangan sekitar lingkaran tengah.
Pola ini justru banyak ditiru secara parsial maupun secara penuh oleh para pesaing seperti Bayern Muenchen, Augsburg, dan klub promosi Paderborn, yang berhasil mendaki hingga ke peringkat ke-10 saat ini. Upaya Klopp mengubah strategi sesuai dengan kondisi riil para pemain adalah dengan lebih sering memakai pola 4-4-2 dan mengandalkan vertikalitas ketimbang langsung menusuk ke jantung pertahanan lawan.
Sayangnya, pressure ketat dengan pola baru ini tidak disertai dengan sapuan-sapuan cepat bola ke arah kotak penalti lawan di saat yang tepat. Banyak peluang jadi terbuang percuma. Perekrutan playmaker asal Salzburg, Kevin Kampl (24 tahun), diharapkan bisa memperbaiki kerusakan tim dengan cepat.Â
Sebagai pelatih yang sudah berada di Dortmund selama tujuh musim, Klopp telah menjelma sebagai pemimpin spiritual di antara para pemain dan tidak sekadar menjadi pelatih biasa. Kedatangan Kampl adalah langkah pertama dalam sejumlah perbaikan kilat sang peracik taktik di Januari 2015 dan mereka diyakini tidak bakal turun ke Bundesliga 2 pada Mei mendatang.
Akan tetapi, pemain-pemain pengikut spiritualitas baru dari Klopp tidak lagi secepat di 2011/12 sehingga sekadar selamat dari ancaman degradasi musim ini akan menjadi akhir sebuah era Klopp di tatanan sepak bola Jerman. Raihan posisi di papan tengah musim ini sudah cukup baginya sebagai tiket melatih di luar Jerman. Arsenal misalnya?
Â
Baca juga:
Dahsyat! Manchester United Tawar Gareth Bale Rp 2,3 Triliun
7 Tim Jawara di Tahun 2014
4 Momen Ajaib "Fergie Time"
Â
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466673/original/082916800_1767862212-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-08T154559.006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326998/original/002739300_1787046240-Screenshot_2026-08-18_162316.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147878/original/074965600_1662436164-Cek_Bansos_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/644958/original/Jurgen-Klopp-140225c.jpg)