Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah tembus ke level Rp 18.184 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (28/10/2026). Sejumlah masyarakat pemegang uang tunai valuta asing (valas) memilih untuk langsung menukarkannya.
Setidaknya, hal itu yang dilakukan oleh Ibra. Tiga lembar uang pecahan US$ 100 yang disimpannya sejak beberapa bulan lalu digenggamnya di depan sebuah tempat penukaran uang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Ia mengeluarkan lembaran uang asing itu dari dompetnya. Kurs rupiah terhadap dolar AS yang saat ini naik jadi pertimbangan Ibra untuk menukarkan simpanannya. Meski pun, US$ 300 belum seluruh valas yang dimilikinya.
Advertisement
"Saya langsung tukar. Karena harganya lagi bagus, ditambah emang lagi butuh juga. Dapat di angka Rp 17.900-an sih tadi," kata Ibra kepada Liputan6.com, Rabu, 28 Oktober 2026.
Kurs berlaku di beberapa money changer memang diketahui berbeda. Penelusuran Liputan6.com, DolarAsia memberlakukan kurs beli Rp 18.050 dan jual Rp 18.300 per dolar AS. Sementara, Smart Deal berlakukan kurs beli Rp 18.165 dan jual Rp 18.290. Lalu, Emerald Money Changer menerapkan kurs beli Rp 17.950 dan jual Rp 18.280.
Penjualan valas juga dilakukan oleh Aya, pegawai swasta dari wilayah Pamulang. Aya menukarkan sebagian dari simpanan dolar AS yang dimilikinya. Empat lembar uang US$ 100 dibawanya dari rumah, dan ditukarkannya ke money changer.
"Say tukar sekarang karena gak kepikiran aja kalau dolar tembus ke Rp 19.000, jadi mending sekarang," katanya, santai.
Langkah berbeda ternyata diambil oleh Hudi yang memilih menyimpan valas yang dimilikinya meski nilai tukar rupiah sedang melemah. Keputusannya itu diambil sebagai kesepakatan dengan sang pasangan hidup.
"Meskipun saat ini nilai tukar rupiah sedang di angka yang tinggi, yakni Rp 18.100 per dolar AS, saya mau menjadikan dolar sebagai investasi jangka panjang," kata pria yang menyimpan dolar AS dan dolar Singapura ini.
Â
BI Buka Suara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
Bank Indonesia (BI) buka suara terkait nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang hingga kini menyentuh Rp 18.174. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengungkap pergerakan Rupiah dan mata uang kawasan hari ini masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah.
"Kondisi ini menjaga harga minyak tetap tinggi, di atas US$ 115 per barel, serta meningkatkan risiko fiskal ke depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga meningkat," kata Erwin dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Selain itu, sentimen risk-off yang memburuk mendorong penguatan dolar Amerika Serikat dan arus keluar dana dari pasar negara emerging markets. Kondisi ini terjadi di tengah kenaikan yield obligasi. Dari domestik, kekhawatiran atas potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI turut menekan aliran dana.
Disamping itu, kebutuhan valas domestik yang meningkat menjelang akhir bulan juga menambah tekanan.
Â
Advertisement
Upaya BI Jaga Rupiah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
Kendati demikian, Erwin mengatakan secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan. Secara bulanan, Rupiah melemah 1,15%. Sementara itu, cadangan devisa tetap terjaga sebesar US$ 146,3 miliar pada akhir September 2026.
"BI terus hadir di pasar untuk menjaga mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga sesuai fundamentalnya. Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan spot. BI juga membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," ujarnya.
Bank Indonesia terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5702050/original/004842100_1778582833-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375354/original/010762400_1792140974-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_15.50.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375353/original/056641700_1792140848-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_15.50.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)