Profil Jusuf Wanandi, Pendiri CSIS yang Diangkat Jadi Anggota Wantimpres

Mengenal Jusuf Wanandi, pendiri CSIS dan tokoh senior politik-hubungan internasional yang diangkat menjadi anggota Wantimpres oleh Presiden Prabowo.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah nama Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jumat (2/10/2026). Salah satu yang dilantik adalah aktivis, peneliti senior, dan intelektual Jusuf Wanandi yang menjadi Anggota Wantimpres. 

"Demi Allah saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara." janji Jusuf Wanandi mengikuti sumpah yang dibacakan Presiden Prabowo.

Sebelum pelantikan, ia mengaku menerima tawaran menjadi anggota Wantimpres karena memiliki hubungan persahabatan dengan Presiden Prabowo Subianto sejak lama.

Dikutip dari laman CSIS, Jusuf Wanandi merupakan salah satu tokoh yang memiliki kiprah panjang dalam bidang politik, keamanan, pendidikan, media, dan hubungan internasional Indonesia. Ia dikenal sebagai senior fellow sekaligus salah satu pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Di CSIS, Jusuf Wanandi juga menjabat sebagai Vice Chairman of the Board of Trustees CSIS Foundation, Jakarta. Selain itu, ia memiliki sejumlah peran dalam organisasi kerja sama kawasan Asia Pasifik.

Jusuf Wanandi tercatat sebagai Vice Chair Indonesian National Committee for the Pacific Economic Cooperation Council (INCPEC), Co-Chair Pacific Economic Cooperation Council (PECC), serta Co-Chair Council of Security Cooperation in Asia Pacific (CSCAP) Indonesia.

Di bidang media, Jusuf Wanandi merupakan President Director perusahaan penerbit The Jakarta Post. Ia juga menjabat sebagai Chairman of the Board Prasetiya Mulya Business School dan Chairman of the Foundation Panca Bhakti University di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kariernya tidak hanya berlangsung di sektor nonpemerintah. Latar belakang pendidikan hukum membawanya menjadi akademisi sebelum kemudian terlibat dalam berbagai lembaga nasional dan internasional.

Latar Belakang Hukum dan Politik

Jusuf Wanandi merupakan seorang pengacara berdasarkan latar belakang pendidikannya. Ia pernah menjadi asisten profesor hukum di Universitas Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya, ia kemudian menduduki sejumlah posisi di lembaga negara. Jusuf pernah ditunjuk sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Agung serta Sekretaris Jenderal Dewan Pendidikan Nasional.

Ia juga pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) selama empat periode.

Di ranah politik, Jusuf Wanandi aktif di Partai Golkar pada periode 1979 hingga 1988. Ia menjadi anggota Dewan Pimpinan Pusat dengan berbagai posisi.

Pengalaman tersebut melengkapi kiprahnya di bidang kajian strategis dan hubungan internasional. Melalui CSIS, Jusuf Wanandi turut terlibat dalam diskusi mengenai perkembangan politik, keamanan, dan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.

 

Aktif Menulis Isu Asia Pasifik

Selain menjalankan berbagai posisi di lembaga dan organisasi, Jusuf Wanandi juga aktif menulis mengenai isu politik dan keamanan.

Ia telah menulis berbagai artikel untuk majalah dan surat kabar nasional maupun internasional. Ia juga menjadi editor sejumlah buku yang membahas perkembangan politik dan keamanan di kawasan Asia Pasifik.

Kiprahnya di berbagai bidang membuat Jusuf Wanandi memiliki pengalaman yang cukup luas, mulai dari akademisi hukum, politik, lembaga negara, dunia usaha, media hingga kerja sama regional.

Saat ini, perannya di berbagai organisasi tetap menempatkannya dalam lingkungan yang berkaitan dengan kajian strategis dan hubungan internasional, khususnya perkembangan kawasan Asia Pasifik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6