Tak Cuma Kasih Modal, Holding UMi Dorong 2,28 Juta Nasabah Naik Kelas

Holding UMi mendorong 2,28 juta nasabah naik kelas lewat pembiayaan, literasi, digitalisasi dan pendampingan usaha.

Diterbitkan 28 September 2026, 16:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memberikan modal bukan satu-satunya pekerjaan dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro. Tantangan lainnya adalah membantu mereka mengelola keuangan, beradaptasi dengan teknologi, hingga mengembangkan kapasitas usaha.

Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, membangun kepercayaan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam memperluas layanan keuangan formal.

“Tantangan terbesar dalam menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan formal adalah membangun kepercayaan dan pemahaman mereka terhadap layanan keuangan,” kata Akhmad.

Sebagian masyarakat masih ragu menggunakan layanan perbankan. Maraknya kasus penipuan digital juga membuat masyarakat semakin berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan.

Persoalan lainnya adalah kemampuan mengelola keuangan usaha. Menurut Akhmad, masih banyak pelaku usaha kecil yang mencampurkan kebutuhan usaha dengan kebutuhan rumah tangga.

Ketika harga kebutuhan pokok meningkat atau muncul kebutuhan keluarga yang mendesak, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap perputaran modal usaha.

“Karena itu, pendekatan kami tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan agar masyarakat semakin memahami pengelolaan keuangan dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” ujar Akhmad.

Dari QRIS hingga Sertifikasi Halal

Holding UMi kemudian membangun ekosistem pemberdayaan yang tidak berhenti pada penyaluran modal.

Strateginya mencakup literasi keuangan dan inklusi perbankan melalui Simpedes UMi dan edukasi Link UMKM, digitalisasi melalui QRIS dan onboarding e-commerce, serta pengembangan kapasitas dan legalitas melalui UMi Incubation Program, sertifikasi halal, dan NIB.

Program BRI Menanam, Bank Sampah, serta Festival Pasar SenyuM juga menjadi bagian dari pemberdayaan berbasis ESG dan komunitas. Akhmad menjelaskan strategi tersebut dirancang sebagai perjalanan bertahap agar nasabah memiliki kesempatan untuk naik kelas.

“Holding UMi tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan berkelanjutan melalui program peningkatan literasi keuangan dan inklusi perbankan (Simpedes UMi dan edukasi Link UMKM), digitalisasi usaha (QRIS dan onboarding e-commerce), pengembangan kapasitas serta legalitas (UMi Incubation Program, sertifikasi halal, dan NIB), serta pemberdayaan berbasis ESG dan komunitas (BRI Menanam, Bank Sampah, dan Festival Pasar SenyuM) untuk mendorong pelaku usaha unbanked dan underserved "Naik Kelas". Melalui pendampingan lintas entitas dan peta jalan (roadmap) yang terstruktur—mulai dari pembiayaan kelompok, layanan gadai, hingga pembiayaan perbankan komersial, strategi ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas usaha dan berhasil mengeskalasi 2,28 juta nasabah Naik Kelas,” jelas Akhmad.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6