Harga Emas Pegadaian 5 Agustus 2026: Galeri24 Sentuh Rp 2,5 Juta

Berikut daftar lengkap harga emas buatan Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Rabu, (5/8/2026).

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 11:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual Pegadaian bervariasi pada perdagangan Rabu, (5/8/2026). Tiga produk logam mulia di Pegadaian masih di kisaran Rp 2,5 juta-Rp 2,7 juta. Dari tiga produk itu, Antam tetap berada di posisi termahal tembus Rp 2,7 juta. Lalu bagaimana Galeri24 dan UBS?

Berdasarkan data Pegadaian pada Rabu pekan ini, harga emas buatan Galeri24 dipatok di Rp 2.576.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam dibanderol Rp 2.703.000 per gram. Sedangkan harga emas buatan UBS ditetapkan Rp 2.608.000 per gram.

Bila dibandingkan dengan harga emas Pegadaian pada Selasa kemarin, harga emas buatan UBS alami kenaikan menjadi Rp 2.608.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.578.000 per gram. Demikian juga harga emas buatan Galeri24 naik menjadi Rp 2.576.000 dari perdagangan kemarin di Rp 2.566.000 per gram. Sedangkan harga emas buatan Antam turun menjadi Rp 2.703.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.708.000 per gram,

Pegadaian menyediakan pecahan emas Galeri24 mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Sedangkan emas UBS dijual dari kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, dan emas Antam di Pegadaian ditawarkan hingga ukuran 100 gram. Harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pasar.

Cek daftar lengkap harga emas Pegadaian dari masing-masing produk dikutip dari laman Pegadaian:

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.351.000
  • 1 gram: Rp 2.576.000.
  • 2 gram: Rp 5.091.000
  • 5 gram: Rp 12.634.000
  • 10 gram: Rp 25.200.000
  • 25 gram: Rp 62.660.000
  • 50 gram: Rp 125.220.000
  • 100 gram: Rp 250.316.000
  • 250 gram: Rp 623.464.000
  • 500 gram: Rp 1.248.504.000
  • 1.000 gram: Rp 2.497.007.000

 

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.404.000
  • 1 gram: Rp 2.703.000
  • 2 gram: Rp 5.344.000
  • 3 gram: Rp 7.990.000
  • 5 gram: Rp 13.281.000
  • 10 gram: Rp 26.505.000
  • 25 gram: Rp 66.131.000
  • 50 gram: Rp 132.179.000
  • 100 gram: Rp 264.277.000
  •  

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.410.000
  • 1 gram: Rp 2.608.000
  • 2 gram: Rp 5.177.000
  • 5 gram: Rp 12.790.000
  • 10 gram: Rp 25.446.000
  • 25 gram: Rp 63.491.000
  • 50 gram: Rp 126.720.000
  • 100 gram: Rp 253.341.000
  • 250 gram: Rp 633.163.000
  • 500 gram: Rp 1.264.840.000

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026 waktu setempat (Rabu pagi Jakarta). Kenaikan harga emas didorong kekhawatiran inflasi dan menurunkan harapan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Sementara itu, pelaku pasar menantikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan the Federal Reserve atau the Fed.

Mengutip CNBC, Rabu (5/8/2026), harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 4.078,10 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka bertambah 1,1% menjadi US$ 4.134,60.

Harga minyak memangkas kenaikan setelah Qatar menyatakan upaya untuk mencapai penyelesaian diplomatik atas konflik AS-Iran terus berlanjut, meskipun gangguan terhadap arus minyak melalui jalur pelayaran utama masih terjadi. Harga minyak mentah berjangka Brent turun lebih dari 4% akibat kabar tersebut.

Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek menuturkan, penurunan harga minyak kemungkinan menjadi salah satu faktor pendorong harga emas. Ia menambahkan, penurunan tersebut turut memengaruhi prospek suku bunga, dengan suku bunga jangka pendek yang sedikit menurun.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Harga energi yang tinggi memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama guna memerangi inflasi, yang memberikan tekanan pada emas (aset yang tidak memberikan imbal hasil).

Sebelumnya pada Senin, Presiden The Fed wilayah New York, John Williams, menyatakan optimismenya tekanan inflasi akan mereda secara bertahap. Namun, jika hal itu tidak terjadi, bank sentral AS tidak akan ragu untuk merespons dengan kenaikan suku bunga.

Para pelaku pasar kini memperhitungkan adanya peluang sekitar 61% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral bulan September, setelah The Fed yang saat itu terpecah pendapatnya memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga pada pertemuan kebijakan terakhirnya.

Pelaku pasar kini menantikan serangkaian laporan ketenagakerjaan AS minggu ini, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP yang dijadwalkan rilis pada Rabu dan data non-farm payrolls pada Jumat.

"Apa pun yang menunjukkan pelemahan ekonomi kemungkinan akan berdampak positif bagi emas, terutama karena hal itu mengurangi kemungkinan atau kebutuhan bank sentral untuk mengambil tindakan terkait suku bunga," ujar Melek.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6