KAI Cari Partner Wujudkan Net Zero Emission

KAI membuka ruang kolaborasi dan investasi dengan sektor swasta hingga lembaga internasional demi mendanai roadmap target Net Zero Emission.

Diterbitkan 11 Juni 2026, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung implementasi strategi Net Zero Emission (NZE). Kolaborasi dinilai menjadi faktor penting mengingat kebutuhan investasi dan sumber daya dalam menjalankan program dekarbonisasi ini cukup besar.

VP Sustainability PT KAI, Tria Mutiari Melian, mengatakan penyampaian roadmap dekarbonisasi kepada publik tidak hanya bertujuan meningkatkan transparansi perusahaan, tetapi juga membuka ruang diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Tria menjelaskan bahwa implementasi target NZE membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendanaan, organisasi internasional, hingga sektor swasta. Karena itu, KAI berupaya memperluas jejaring kemitraan yang dapat mendukung pelaksanaan program-program keberlanjutan tersebut.

"Semuanya ini bisa membuka peluang kolaborasi," ujar Tria dalam acara Media Briefing Strategi Kemitraan Iklim dan Dekarbonisasi Perkeretaapian Nasional, Kamis (11/6/2026).

Salah satu tantangan utama dalam implementasi strategi dekarbonisasi ini adalah kebutuhan pendanaan. Oleh karena itu, KAI tidak hanya mengandalkan sumber pendanaan internal, tetapi juga menjajaki berbagai peluang pembiayaan dan kerja sama eksternal.

"Untuk bisa mengimplementasikan net zero emission ini, tentunya kami berharap pendanaan tidak saja menjadi beban internal dari perusahaan. Kita akan mencoba membuka kolaborasi kemitraan dari berbagai pihak," katanya.

Roadmap dekarbonisasi yang telah disusun diharapkan dapat membantu menerjemahkan target NZE menjadi kebutuhan investasi yang lebih terukur. Dengan demikian, para calon mitra dapat melihat potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama KAI.

Ke depan, KAI berharap kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung pencapaian target reduksi emisi, tetapi juga mempercepat transformasi sektor transportasi menuju sistem yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Indonesia Uji Coba Biodiesel B50 di Kereta Api

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melanjutkan proses uji coba biodiesel B50 sebagai bahan bakar kereta api. Ini menjadi uji coba perdana yang dilakukan di dunia.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kemenetrian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, uji coba pada moda transportasi kereta api masuk dalam rangkaian target B50. Menyusul kemudian uji coba di mobil, truk, alat pertanian, alat berat pertambangan, hingga generator atau genset.

"Nah ini uji yang sangat penting yang harus kita lakukan saat ini. Mudah-mudahan nanti pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar," kata Eniya di Pengawas Urusan Kereta Api (PUK) Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (27/4/2026).

Uji coba B50 dilakukan ke dua aspek. Yakni, generator daya rangkaian kereta atau genset kereta yang uji cobanya dilakukan di Stasiun Lempuyangan. Kereta ini akan menempuh perjalanan dari Lempuyangan menuju Jakarta, dengan total masa uji coba mencapai 2.400 jam.

"Satu lagi titik di Surabaya-Jakarta. Itu untuk (pengujian B50) lokomotif selama 6 bulan. Jadi nanti terakhir untuk uji perkeretapian ini di Oktober 2026," kata Eniya.

Rangkaian uji coba ini untuk memastikan B50 bisa digunakan pada kegiatan transportasi umum. "Jadi kita melaksanakan uji di kondisi yang sesungguhnya untuk kita bisa melihat hasilnya seperti apa," ujarnya.

Perdana di Dunia

Eniya melanjutkan, uji coba B50 pada kereta api ini menjadi yang pertama di dunia. Hal tersebut menjadi tonggak sejarah baru pengembangan bahan bakar rendah emisi.

"Dan ini selamat juga untuk PT KAI melakukan uji pertama di dunia. Jadi pertama di dunia memang hanya ada di sini," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pengelola Sarana dan Prasarana PT Kereta Api Indonesia (Persero), Heru Kuswanto menerangkan ini jadi bagian kerja sama lintas instansi. Uji terap yang dilakukan di PT KAI pada kereta pembangkit P02411 KA Bogowonto dengan tipe engine MTU1212B kapasitas 660 kVa dan lokomotif CC206-1512 di Depo Lokomotif Sidotopo, Surabaya.

"KAI berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan Lemigas untuk mengevaluasi performa mesin lokomotif dan juga generator genset saat beban tinggi menggunakan B50 dibandingkan B30," tutur dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6