Luhut Tengok Potensi Ratusan Miliar Dolar AS Masuk Indonesia Lewat Family Office

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, pihaknya berharap potensi dana masuk ke Indonesia seiring kehadiran family office.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 21:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melihat potensi ratusan miliar dolar Amerika Serikat (AS) masuk ke Indonesia. Hal ini bisa didapat dari International Financial Center atau Family Office.

Luhut mengaku telah mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya mengenai kabar terkini International Financial Center atau Family Office yang bakal mengadakan pertemuan dalam waktu dekat.

"Kemudian tadi juga Presiden beri arahan lagi mengenai International Financial Center, Family Office yang nanti akan ada pertemuan sekitar bulan Juli di Bali," ungkap Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dia menuturkan, family office ini bisa menarik ratusan miliar dolar AS untuk masuk ke Tanah Air. "Kita berharap itu ada potensi kira-kira mungkin berapa ratus miliar dolar yang kemungkinan masuk di Indonesia," ujarnya.

Luhut berharap potensi ini bisa dijaga dengan berbagai capaian positif di Indonesia. "Ini potensi tentu harus kita jaga dengan tadi berita-berita yang bagus mengenai Indonesia," kata dia.

Prabowo Setuju Bentuk Family Office

Sebelumnya, Luhut mengabarkan, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembentukan family office untuk menjaring dana berbasis perusahaan keluarga.

Family office merupakan perusahaan swasta yang menangani manajemen investasi dan manajemen kekayaan untuk keluarga kaya. Family office juga akan menangani perjalanan, pengelolaan properti, aktivitas keuangan dan lainnya.

Luhut mengatakan, aturan hukum terkait itu bakal segera disahkan oleh DPR RI.

"Jadi Presiden telah menyetujui untuk membentuk family office. Saya pikir aturan tentang ini bakal segera disepakati di parlemen," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Bawa Tokoh Senior

Luhut juga mengaku telah menghubungi Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, untuk merekrut salah seorang tokoh senior Inggris untuk bergabung dengan family office.

"Tadi malam Rosan bilang ke saya, dia setuju untuk melibatkan salah seorang tokoh yang sangat senior dari Inggris, untuk menjadi penasihat atau mitra kami dalam family office," ungkapnya.

Potensi Dana 'Diserok'

Menurut dia, family office nantinya siap untuk menjaring ratusan miliar dolar Amerika Serikat (AS) dana yang berseliweran di Timur Tengah.

"Kita tidak berharap bisa mendapatkan USD 100-200 miliar dalam semalam. Namun jika mereka ingin menaruhnya di sini, itu bakal turut membawa kredibilitas dan kepercayaan. Itu lah yang kita harapkan saat ini dalam mendorong Indonesia ke situasi yang lebih baik," tuturnya.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6