BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China, Belanja di Luar Negeri Tak Perlu Tukar Uang Tunai

BRI memperluas layanan QRIS Cross Border BRImo ke China, memungkinkan nasabah bertransaksi langsung dengan QR tanpa perlu menukar uang tunai.

Diterbitkan 08 Juni 2026, 16:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat layanan pembayaran digital lintas negara melalui pengembangan fitur QRIS Cross Border pada aplikasi BRImo. Kini, layanan tersebut telah dapat digunakan di China, sehingga memudahkan nasabah Indonesia melakukan transaksi saat berada di negara tersebut.

Kehadiran QRIS Cross Border BRImo di China menjadi bagian dari komitmen BRI dalam menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih mudah, aman, dan terintegrasi bagi nasabah yang beraktivitas di luar negeri.

Langkah ini juga sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke berbagai negara, termasuk China yang kembali menjadi salah satu tujuan perjalanan favorit setelah pandemi. Di tengah kebutuhan akan metode pembayaran yang praktis, BRI menghadirkan solusi yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi langsung menggunakan aplikasi BRImo tanpa harus menukar uang tunai terlebih dahulu.

Melalui fitur QRIS Cross Border, pengguna cukup memindai kode QR yang tersedia di merchant lokal China. Selanjutnya, pembayaran akan diproses secara otomatis menggunakan saldo rupiah yang dimiliki nasabah, dengan konversi nilai tukar yang transparan, kompetitif, dan berlangsung secara real-time.

Implementasi QRIS Cross Border di China pun menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap Bank Indonesia dalam memperluas konektivitas sistem pembayaran antarnegara. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri, memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan digital global, serta mendorong terciptanya jaringan pembayaran lintas negara yang semakin terintegrasi.

 

Wisatawan Tak Perlu Lagi Tukar Uang Tunai

Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi menyampaikan bahwa pengembangan QRIS Cross Border BRImo di China menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperkuat layanan digital guna mendukung kebutuhan nasabah saat bepergian ke luar negeri.

“Kehadiran QRIS Cross Border BRImo di China berpeluang meningkatkan transaksi wisatawan di luar negeri, karena kemudahan penggunaannya. Dengan sistem ini, wisatawan Indonesia bisa langsung berbelanja di merchant di China yang sudah terintegrasi QRIS. Ke depan, BRI akan terus mendorong inovasi layanan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas akseptasi sistem pembayaran digital Indonesia di level global,” ujar Saladin.

Melalui QRIS Cross Border BRImo di China, wisatawan Indonesia kini dapat bertransaksi lebih mudah di berbagai merchant China tanpa perlu membawa uang tunai maupun mencari money changer. Proses transaksi menjadi lebih cepat dan nyaman melalui scan QR langsung, dengan sistem yang secara otomatis memotong saldo rupiah serta menampilkan rincian transaksi secara transparan di BRImo. 

Selain memberikan kemudahan, solusi ini juga menghadirkan nilai tambah berupa efisiensi biaya, karena nilai tukar yang kompetitif dan sering kali lebih menguntungkan dibandingkan penukaran fisik. Hal ini memberikan pengalaman transaksi yang lebih hemat, praktis, dan terkontrol bagi wisatawan selama perjalanan.

Tak hanya itu, setiap transaksi yang dilakukan juga tercatat secara real-time di BRImo, sehingga nasabah lebih mudah memantau pengeluaran mereka kapan saja dan di mana saja. Hal ini memperkuat aspek kontrol finansial, sekaligus meningkatkan rasa aman dalam bertransaksi di luar negeri.

Sejalan dengan hal tersebut, adopsi layanan transaksi digital BRI pun terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Triwulan I 2026, volume transaksi QRIS BRI tercatat mencapai Rp30,5 triliun atau tumbuh 76% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan jumlah transaksi mencapai 253 miliar transaksi atau meningkat 86,7% YoY. Sementara itu, volume transaksi super apps BRImo meningkat 29,4% YoY menjadi Rp2.042,2 triliun.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6