Pertamina Mulai Bor Sumur Migas Natuna Tahun Ini

Pertamina membidik giant discovery melalui eksplorasi migas Natuna dan blok baru untuk mendukung peningkatan produksi energi nasional.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan memulai pengeboran sumur eksplorasi di wilayah Natuna dan sejumlah blok minyak dan gas bumi (migas) lainnya pada 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mencari sumber cadangan baru sekaligus meningkatkan produksi migas nasional di masa depan.

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi mengatakan, eksplorasi di wilayah baru atau frontier area menjadi strategi penting bagi perusahaan. Sebab, selama ini sebagian besar pengelolaan migas Pertamina masih didominasi lapangan-lapangan tua yang secara alami mengalami penurunan produksi.

"Insya Allah, mohon doanya tahun ini kami akan mulai ngebor di daerah Natuna dan di blok-blok yang lain," ujar Awang dikutip dari Antara, Selasa (26/5/2026). 

Menurut Awang, Pertamina Hulu Energi baru mendapatkan blok eksplorasi pada 2023. Hal itu membuat proses persiapan eksplorasi membutuhkan waktu sebelum memasuki tahap pengeboran.

Ia menjelaskan perusahaan kini mulai mengarahkan fokus ke wilayah yang sebelumnya belum banyak tersentuh aktivitas eksplorasi migas. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka potensi cadangan energi baru di Indonesia.

 

 

Temuan Migas Skala Besar

Awang berharap langkah eksplorasi di wilayah baru dapat menghasilkan temuan migas skala besar atau giant discovery. Menurut dia, penemuan tersebut berpotensi menjadi titik balik bagi peningkatan produksi migas nasional.

"Mohon doanya dari eksplorasi di daerah frontier yang mulai akan kami lakukan tahun ini, karena kami baru mendapatkan bloknya dua tahun yang lalu. Mohon doanya kami bisa menemukan giant discovery," kata Awang.

Di sisi lain, Awang juga mengungkapkan PHE berhasil menekan laju penurunan produksi migas alami (natural decline) yang sebelumnya diperkirakan mencapai 24 persen menjadi hanya sekitar 2 persen.

“Artinya, kami bisa meminimalkan decline, natural decline dari yang seharusnya 24 persen menjadi 2 persen,” ujarnya.

Hingga April 2026, produksi migas PHE tercatat mencapai 945 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD). Jumlah tersebut terdiri dari produksi minyak domestik sebesar 367 ribu barel per hari dan kontribusi internasional 109 ribu barel per hari.

Sementara produksi gas mencapai 2.722 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), yang berasal dari kontribusi domestik sebesar 2.385 MMSCFD dan internasional 337 MMSCFD.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6