Liputan6.com, Jakarta Banyak orang bertanya apakah microwave sama dengan oven karena bentuk keduanya sekilas mirip. Sama-sama berupa kotak berpintu kaca yang biasa diletakkan di dapur.
Namun, jawaban atas pertanyaan apakah microwave sama dengan oven adalah tidak. Kedua peralatan ini memiliki cara kerja, fungsi, dan hasil masakan yang berbeda.
Microwave lebih cocok untuk menghangatkan makanan dengan cepat, sedangkan oven diciptakan untuk memanggang dan mematangkan. Memahami perbedaannya penting agar Anda tidak salah beli.
Advertisement
Microwave berukuran lebih kecil dan memasak porsi makanan melalui radiasi elektromagnetik, sedangkan oven merupakan perangkat besar yang memanfaatkan panas radian dari elemen listrik atau gas untuk memanggang hidangan seperti daging, kue, dan roti, berikut ulasan Liputan6.com.
Mengenal Pengertian Microwave dan Oven
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3941926/original/073260300_1645511673-pexels-cottonbro-3992206.jpg)
Microwave adalah alat dapur yang bekerja dengan gelombang mikro untuk memanaskan makanan dalam waktu singkat. Karena itulah microwave paling sering dipakai untuk menghangatkan sisa makanan, mencairkan bahan beku, hingga memasak hidangan instan.
Gelombang mikro merupakan radiasi elektromagnetik berpanjang gelombang pendek yang mirip gelombang radio dan terutama berinteraksi dengan molekul air pada makanan sehingga menimbulkan getaran penghasil panas. Perlu diketahui pula bahwa istilah "microwave" sebenarnya adalah kependekan dari "microwave oven", sehingga keduanya merujuk pada alat yang sama.
Sementara itu, oven adalah perangkat memasak yang menggunakan panas dari elemen pemanas, baik listrik maupun gas, untuk memanggang atau membakar makanan. Oven hadir dalam beragam jenis, mulai dari oven konvensional, oven listrik, oven gas, hingga oven konveksi yang dilengkapi kipas agar panas menyebar merata.
Dari definisi tersebut sudah terlihat mengapa pertanyaan apakah microwave sama dengan oven kerap membingungkan. Keduanya memang sama-sama memanaskan makanan, tetapi lahir dari prinsip yang benar-benar berbeda.
Advertisement
Cara Kerja Microwave dan Oven yang Berbeda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758217/original/082854700_1709251388-microwave-oven-isolated-white_93675-128062.jpg)
Microwave memanaskan makanan dari dalam ke luar. Di dalamnya terdapat komponen bernama magnetron yang mengubah energi listrik menjadi gelombang mikro berfrekuensi sekitar 2.450 MHz, lalu gelombang itu diserap makanan dan membuat molekul airnya bergetar hingga menghasilkan panas.
Menariknya, teknologi ini berawal dari penemuan tak sengaja oleh insinyur Percy Spencer pada era 1940-an saat meneliti radar, dan oven microwave komersial pertama bahkan diberi nama Radarange. Sejak menjadi lebih ringkas dan terjangkau, alat ini pun cepat populer di rumah tangga.
Sebaliknya, oven memanaskan makanan dari luar ke dalam. Elemen pemanas atau nyala gas menghasilkan panas yang disebarkan ke seluruh ruang oven melalui konduksi, konveksi, dan radiasi, sehingga permukaan makanan lebih dulu matang sebelum bagian dalamnya.
Perbedaan mekanisme inilah yang membuat hasil akhir keduanya tidak pernah sama. Microwave unggul dalam kecepatan, sementara oven unggul dalam kematangan yang merata dan tekstur renyah.
Perbedaan Microwave dan Oven yang Perlu Diketahui
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5160115/original/066224300_1741770760-people-cooking-enjoying-food_23-2149257436.jpg)
Berdasarkan berbagai sumber yang dihimpun redaksi, ada sejumlah aspek mendasar yang membedakan kedua alat ini. Anda bisa menyimak rangkuman 7 perbedaan microwave dan oven listrik berikut agar tidak lagi keliru saat memilih.
- Fungsi utama. Microwave dirancang untuk menghangatkan, mencairkan bahan beku, dan memasak cepat, sedangkan oven ditujukan untuk memanggang serta mematangkan kue, roti, dan daging secara merata.
- Metode pemanasan. Microwave menggetarkan molekul air sehingga panas muncul dari dalam makanan, sementara oven memanaskan udara di sekitarnya sehingga makanan matang dari sisi luar terlebih dahulu.
- Kecepatan memasak. Microwave bekerja dalam hitungan menit tanpa perlu pemanasan awal, sedangkan oven butuh preheat sekitar 10 hingga 15 menit. Sebagai patokan kasar, waktu memasak di oven bisa dibagi sekitar empat saat dialihkan ke microwave.
- Konsumsi listrik. Microwave berdaya besar (umumnya 600 hingga 1.200 watt) tetapi hanya sebentar sehingga hemat untuk pemakaian harian, sementara oven memakan waktu lebih lama sehingga total konsumsinya cenderung lebih besar. Bila listrik rumah terbatas, pertimbangkan microwave watt kecil atau oven listrik low watt yang lebih irit.
- Hasil dan tekstur makanan. Oven menghasilkan permukaan renyah kecokelatan berkat karamelisasi gula alami, sedangkan microwave cenderung membuat makanan lembek atau kering dan tidak bisa membuatnya garing, kecuali dilengkapi fitur grill atau konveksi.
- Kapasitas dan ukuran. Microwave umumnya berkapasitas maksimal sekitar 30 liter, sementara oven tersedia mulai belasan liter hingga 65 liter lebih untuk skala industri. Oven juga melepaskan panas ke ruangan sehingga dapur terasa lebih gerah, sedangkan microwave nyaris tidak menaikkan suhu ruangan.
- Jenis wadah. Microwave aman memakai wadah plastik berlabel microwave-safe maupun kaca tebal, sedangkan oven hanya cocok untuk loyang logam, keramik tahan panas, atau aluminium foil. Jangan gunakan plastik atau kaca biasa di dalam oven karena bisa meleleh dan pecah.
Karena banyaknya perbedaan ini, wajar bila kedua alat sering dianggap serupa. Anda dapat mendalami lagi beda microwave dan oven listrik yang sering tertukar sebelum benar-benar memutuskan.
Advertisement
Microwave atau Oven, Mana yang Lebih Sehat dan Aman?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3543870/original/067438200_1629277779-alex-lam-WOrdQ6Wgomw-unsplash.jpg)
Isu kesehatan sering membuat orang ragu memakai microwave. Padahal dari sisi gizi, waktu memasak yang singkat justru menguntungkan. Anthony L. Komaroff, profesor kedokteran di Harvard Medical School, dikutip dari Harvard Health menyatakan, "Semakin lama makanan dimasak, semakin banyak nutrisi yang cenderung terurai, dan memasak dengan microwave memakan waktu lebih singkat."
Bukti ilmiahnya pun ada. Mengacu pada penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Microwave Power and Electromagnetic Energy, makanan yang dipanaskan dengan microwave rata-rata mempertahankan 3,8 miligram vitamin C lebih banyak dibandingkan yang dipanaskan dengan oven konvensional. Vitamin yang mudah rusak oleh panas memang lebih terjaga karena makanan tidak dimasak terlalu lama.
Soal radiasi, microwave memakai jenis non-ionisasi yang tidak mengubah struktur atom makanan maupun membuatnya radioaktif. Baird, dikutip dari National Geographic, menyatakan, "Jika radiasi microwave meracuni makanan yang dimasaknya, maka gelombang radio dari router Wi-Fi rumah akan meracuni semua makanan dengan cara yang sama."
Keamanan alat ini juga diatur ketat. FDA menyatakan, "Berdasarkan pengetahuan terkini mengenai radiasi microwave, kami meyakini bahwa oven yang memenuhi standar FDA dan digunakan sesuai instruksi produsen aman untuk digunakan."Â Welsh, sebagaimana dikutip dari Cleveland Clinic, menyatakan,
"Ada standar yang sangat spesifik yang menentukan seberapa banyak kebocoran yang boleh keluar dari microwave, dan angka yang diizinkan jauh di bawah tingkat yang dapat menyebabkan kerusakan apa pun."
Senada, Laura Honey, editor e-commerce sekaligus pakar peralatan di Homes and Gardens, menyatakan, "Jika microwave Anda memenuhi standar keamanan radiasi ketat yang dibuat dan ditegakkan FDA, Anda hampir tidak perlu khawatir."
Klaim bahwa radiasi microwave menyebabkan kanker dan menghancurkan nutrisi dalam makanan tergolong disinformasi. Meski demikian, ada beberapa catatan praktis, misalnya microwave tidak selalu memanaskan secara merata sehingga kurang ideal untuk memasak daging mentah pertama kali, dan sebaiknya pakai wadah kaca atau keramik saat memanaskan berulang.
Anda juga perlu tahu ada makanan yang tidak boleh dipanaskan di microwave serta memahami seberapa bahaya radiasi yang dihasilkan microwave. Merujuk US EPA, sebagai langkah pencegahan tambahan sebaiknya tidak berdiri menempel tepat di depan microwave saat alat sedang beroperasi.
Kapan Sebaiknya Memilih Microwave atau Oven?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3904986/original/089636400_1642321633-pexels-zen-chung-5749098_1_.jpg)
Pilih microwave jika kebutuhan utama Anda adalah kepraktisan, seperti menghangatkan makanan, mencairkan bahan beku, atau memasak hidangan sederhana secara kilat. Alat ini pas untuk yang tinggal sendiri, anak kos, atau memiliki jadwal padat. Anda bahkan bisa memakainya sebagai salah satu cara menghangatkan makanan tanpa kompor.
Sebaliknya, pilih oven jika Anda gemar membuat kue, roti, atau memanggang daging dan menginginkan tekstur renyah yang matang merata. Sebagai gambaran, ada tips memanggang ayam utuh pakai oven listrik yang bisa membantu hasil panggangan lebih sempurna. Jika dapur Anda terbatas, microwave dengan fitur konveksi bisa menjadi solusi dua fungsi, meski harganya biasanya lebih tinggi.
Belum punya oven pun bukan halangan untuk tetap berkreasi di dapur. Anda bisa mencoba resep kue kering tanpa mixer dan oven atau mengikuti panduan cara membuat kue kering tanpa oven yang praktis. Untuk momen tertentu, tersedia pula resep kue Lebaran tanpa oven yang cocok bagi pemula.
Baca juga: 5 resep kue kering Lebaran tanpa oven dan mixer
Baca juga: resep kue Lebaran simpel tanpa oven
Baca juga: resep kue ku tanpa oven yang bisa jadi ide jualan
Apa pun pilihan Anda, perawatan tetap menentukan keawetan alat dan kebersihan makanan. Sisihkan waktu untuk mengetahui cara membersihkan microwave dari bau makanan dan trik membersihkan microwave pakai lemon. Terakhir, biasakan mendiamkan makanan 1 hingga 2 menit setelah dipanaskan agar panasnya menyebar merata sebelum disantap.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Microwave dan Oven
Apakah microwave bisa menggantikan oven?
Tidak sepenuhnya. Microwave standar tidak bisa memanggang atau membuat permukaan makanan renyah, tetapi microwave dengan fitur konveksi bisa mendekati fungsi oven meski hasil akhirnya tetap berbeda dari oven sungguhan.
Mana yang lebih hemat listrik, microwave atau oven?
Untuk penggunaan harian singkat seperti menghangatkan, microwave umumnya lebih hemat karena durasinya pendek meski dayanya besar. Oven membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai dan menjaga suhu sehingga total konsumsi listriknya cenderung lebih besar.
Apakah microwave berbahaya bagi kesehatan?
Tidak, selama digunakan sesuai petunjuk. Microwave memakai radiasi non-ionisasi yang tidak mengubah struktur makanan; pastikan alat tidak rusak, segel pintunya rapat, dan gunakan wadah berlabel microwave-safe saat memanaskan makanan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291919/original/064478500_1783579910-fsBssEdL2DWM9GcrQisH8TrDwW2Rw8jnV54GHyT6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458975/original/034009900_1782358096-Antoine_Semenyo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291495/original/010123400_1783565898-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288956/original/060181200_1783352729-Yuran_Fernandes__dok._Persebaya_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288262/original/025055100_1783308426-eng5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292649/original/094376400_1783641258-Achraf_Hakimi_dan_Ayyoub_Bouadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289008/original/052236500_1783385709-sp2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293117/original/007790900_1783673980-Inspirasi_Lorong_Rumah_yang_Cocok_untuk_Penghubung_Dua_Bangunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293180/original/001059800_1783676835-a8666526-7186-4ac2-b98a-78723304a5bf_HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293222/original/005009800_1783678836-HL_gazebo_tirai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293112/original/002444000_1783673670-a0d6b6e0-9d75-4e17-947a-285be49d1848.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293251/original/060279200_1783682057-lele_HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5915975/original/087169100_1778814441-unnamed__30_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293181/original/068443500_1783676835-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293140/original/048479400_1783675025-858aaa5b-072f-40a3-b1c2-8056c416a390.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8083508/original/083238200_1780929845-4545C94F-DBA3-4E9C-920D-227B0E2A806E.jpg)