Kredit Perbankan Tembus Rp 8.659 Triliun per Maret 2026

OJK mencatat penyaluran kredit perbankan mencapai Rp 8.659 triliun pada Maret 2026. Pertumbuhan didorong oleh kredit investasi yang melonjak 20,85 persen.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan hingga sebesar Rp 8.659 triliun pada Maret 2026. Jumlah itu tumbuh 9,49 persen secara tahunan atau year on year (YoY) dari Maret 2025.

"Pada Maret 2026, kredit tumbuh sebesar 9,49 persen year on year menjadi sebesar Rp 8.659 triliun. Ini meningkat dibandingkan posisi Februari 2026 yang tumbuh sebesar 9,37 persen year on year," jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers virtual hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan jenis penggunaan, Dian menyebut kredit investasi tumbuh tertinggi sebesar 20,85 persen (YoY), lebih tinggi dari pertumbuhan Februari 2026 sebesar 20,72 persen (YoY).

Di sisi lain, kredit konsumsi tumbuh 5,88 persen (YoY) per Maret 2026, sementara kredit modal kerja (KMK) pun tumbuh positif 4,38 persen.

Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi sebesar 14,88 persen secara tahunan.

"Sedangkan kredit UMKM telah menunjukan perbaikan dengan pertumbuhan positif sebesar 0,12 persen year on year, dimana pada bulan Februari lalu terkontraksi sebesar 0,56 persen year on year," imbuh Dian.

Bila ditinjau dari sisi kepemilikan, kredit perbankan BUMN mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,66 persen year on year.

"Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,55 persen year on year, menjadi Rp 10.231 triliun. Dengan giro, deposito, dan tabungan masing-masing tumbuh 21,37 persen, 11,57 persen, dan 8,36 persen," tuturnya.

 

Janji Prabowo di May Day 2026: Bunga Kredit Turun, Maksimal Cuma 5%

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berjanji untuk segera menurunkan pengenaan bunga pada kredit untuk rakyat hingga maksimal 5 persen. Janji itu dikoarkannya dalam perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

"Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5 persen satu tahun," tegas Prabowo di hadapan ribuan buruh.

RI 1 berkomitmen untuk segera menurunkan bunga kredit, lantaran rakyat kecil banyak ditekan pengenaan bunga besar oleh kelompok rentenir, bahkan hingga mencapai 70 persen dari jumlah pinjaman.

"Selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang bunganya luar biasa gilanya, betul? Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70 persen setahun, betul?" seru Prabowo disambut teriakan persetujuan oleh para buruh.

Pada kesempatan sama, Prabowo juga bilang bakal segera memangkas setoran oleh para pengemudi ojek online (ojol) kepada pihak aplikator.

 

Wajib Patuhi Aturan

Dengan nada tegas, Prabowo mengatakan bahwa pihak aplikator wajib segera mematuhi aturan batas setoran tarif ojol hingga di bawah 10 persen.

"Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Ojol aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen? Bagaimana (kalau) 15 persen? Berapa, kalian minta 10 persen? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen," ungkapnya.

"Enak aje, Lo yang keringat die yang dapat duit, sorry aje. Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia," dia menekankan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6