Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank tetap menjaga langkah ekspansif dalam menyalurkan pembiayaan baru meski tekanan geopolitik global meningkat. Hingga saat ini, permintaan pembiayaan dari eksportir dinilai masih solid dan belum mengalami tekanan berarti.
Direktur Pelaksana Bisnis II Indonesia Eximbank, Sulaeman, menyampaikan bahwa belum ada indikasi penurunan permintaan pembiayaan, termasuk di tengah konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
“Permintaan pembiayaan masih tinggi, sejauh ini belum berpengaruh,” ujar Sulaeman dalam acara media briefing Kementerian Keuangan di Gresik, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026).
Advertisement
Ia menjelaskan, total portofolio pembiayaan LPEI pada 2025 berada di kisaran Rp 36 triliun, yang terdiri dari pembiayaan komersial serta Penugasan Khusus Ekspor (PKE) untuk mendukung program strategis nasional. Untuk 2026, LPEI menargetkan pertumbuhan pembiayaan sekitar 10% secara tahunan.
Ia menuturkan, target tersebut akan dicapai melalui strategi penyeimbangan portofolio di berbagai segmen. Pertumbuhan di segmen korporasi diproyeksikan di bawah 10%, sementara segmen usaha kecil, menengah, dan komersial ditargetkan tumbuh di atas 10%.
"Kalau kita total sekarang itu Rp 36 triliun portofolio LPEI di tahun lalu. Target tahun ini kita bertumbuh sekitar 10%,” ujar Sulaeman.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa dinamika geopolitik mulai memengaruhi sejumlah sektor, khususnya industri manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor. Dampak juga mulai dirasakan eksportir yang menyasar negara-negara terdampak konflik, termasuk adanya pembatalan pesanan dari kawasan tertentu seperti Timur Tengah.
Meski begitu, dampak tersebut belum terjadi secara menyeluruh. Kinerja ekspor ke pasar non-tradisional masih relatif stabil dan tidak terdampak signifikan. Sebagai langkah antisipasi, LPEI mendorong diversifikasi tujuan ekspor melalui program PKE dengan memperluas pasar ke kawasan baru seperti Afrika dan Asia Selatan.
“Kalau tujuan ekspor tradisional Amerika, Eropa, Jepang. Sekarang kita dorong ke pasar baru agar lebih terdiversifikasi,” kata Sulaeman.
Strategi LPEI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617290/original/045455000_1635503923-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-6.jpg)
Dari sisi strategi, LPEI juga memperkuat pendekatan berbasis sektor serta kolaborasi guna memperbesar pipeline pembiayaan. Fokus diarahkan pada sektor dengan potensi ekspor tinggi, disertai pendekatan akuisisi yang lebih terarah.
Selain itu, LPEI menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, untuk memperluas akses data serta jaringan eksportir.
“Semakin besar pipeline yang kita miliki, kita bisa lebih selektif dalam menentukan prioritas pembiayaan,” ujar dia.
Advertisement
Program PKE
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439699/original/091612600_1619412824-WhatsApp_Image_2021-04-26_at_04.11.51.jpeg)
Sementara itu, Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Tony Prianto, menambahkan, program PKE dirancang untuk menjawab kebutuhan eksportir, khususnya yang menyasar pasar non-tradisional atau belum memiliki rekam jejak kuat.
Ia menjelaskan, dukungan yang diberikan mencakup pembiayaan dengan biaya lebih kompetitif, penjaminan, hingga asuransi ekspor, sehingga diharapkan mampu mempercepat perkembangan eksportir.
Ke depan, DJPPR berharap dukungan terhadap eksportir melalui LPEI dapat terus ditingkatkan. Ia mencontohkan PT Mega Global Food Industry yang telah memperoleh pembiayaan selama sekitar dua dekade hingga mampu meningkatkan daya saingnya.
“Tapi kalau sebelumnya butuh waktu hingga 20 tahun untuk bisa mandiri, ke depan kita harapkan bisa dipercepat menjadi sekitar lima tahun,” jelas Tony.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2626643/original/042780100_1669784618-pas_foto_biru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4796515/original/080115000_1712402577-Business_Matching_1.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617290/original/045455000_1635503923-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470788/original/044227400_1768227040-ASR___PJ_LPEI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466015/original/017454000_1767789568-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_18.08.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3980736/original/005042400_1648714883-20220331-Laporan-SPT-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560311/original/091830600_1776664397-Menteri_Pertanian__Andi_Amran_Sulaiman-20_April_2026a.jpg)