Ini Besaran Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

BP BUMN memastikan gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih akan mengikuti aturan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) guna menjamin transparansi.

Diterbitkan 20 April 2026, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mengungkapkan pemberian gaji bagi posisi manajer di Koperasi Desa Merah Putih akan disesuaikan dengan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Wakil BP BUMN Teddy Bharata mengatakan, dengan besaran gaji sesuai PKWT maka menegaskan bahwa pemerintah tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Jadi tidak ada penetapan nominal secara sembarangan.

“Nah kalau untuk gajinya, karena sudah disampaikan bahwa ini PKWT, PKWT kan ada aturannya, kita gak bisa ngasal memberikan gaji. Jadi don't worry, enggak usah terlalu, ini karena tentu lagi dibahas juga terkait dengan gajian,” katanya usai Rakortas di Kemenko Bidang Pangan, Senin (20/4/2026).

Namun, ia menilai isu gaji bukan faktor utama dalam program ini. Yang lebih krusial adalah memastikan posisi manajer diisi oleh orang-orang yang tepat, mengingat program koperasi desa merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintah.

“Karena ini program harus berhasil, sehingga harus diisi dengan manajer yang bagus-bagus kualifikasi yang bagus. Nah ini yang sedang kita lakukan,” ujarnya.

Proses rekrutmen sendiri ditargetkan rampung pada Juni mendatang, dengan pengumuman hasil seleksi dilakukan pada bulan yang sama. Selain manajer, setiap koperasi nantinya juga akan didukung oleh sejumlah pegawai lain untuk menjalankan operasional harian.

Zulkifli Hasan Jamin Tak Ada Orang Titipan di Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menjamin tidak ada orang titipan atau orang yang menjamin kelulusan dalam seleksi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 35.476 orang akan direkrut pada tahap pertama ini.

Zulkifli mengatakan, proses seleksi akan dilakukan di bawah koordinasi Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Dia memastikan prosesnya dilakukan secara profesional dan tidak melibatkan oknum penjamin kelulusan atau bahkan orang titipan.

"Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan. Bila ada pihak yang minta imbalan, nanti janji lulus, ah itu berarti nipu, bohong," tegas Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Informasi, proses pendaftaran hanya dilakukan di laman phtc.panselnas.go.id dengan syarat-syarat tertentu yang telah ditentukan. Proses pendaftaran dibuka mulai 15-24 April 2026.

Zulkifli menegaskan lagi, tidak ada laman lain yang bisa diakses selain laman tersebut untuk proses rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.

"Tidak ada di tempat lain, tidak ada di Kementerian Desa, tidak ada di titipan ke Jaladri, tidak ada di Agrinas Pangan, tidak ada di Menteri Desa, tidak ada di Menteri Kelautan, tidak ada di Menko Pangan, tidak ada, cuma ada di tempat ini. Dan tidak ada bayar, tidak ada apapun di sini. Tidak ada yang menjamin, ikut seleksi dengan baik," beber dia.

Pemerintah Cari Manajer KDKMP

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan pemerintah tengah mencari manajer Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP). Sementara akan menjadi pegawai BUMN dengan status pegawai dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Zulkifli mengatakan, rekrutmen tahap pertama dibuka untuk 35.476 orang yang dibutuhkan untuk KDKMP di 30.000-an titik.

"Mohon perhatian disini nanti anak-anak kita bisa berpartisipasi seluas-luasnya, 30.000 manajer Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih yang akan menjadi pegawai BUMN dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT)," ungkap Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ada 35.476 Formasi

Tahap pertama dibuka 35.476 formasi dengan pembagian 30.000 berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk Koperasi Desa Merah Putih. Serta 5.476 lainnya di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) untuk mengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Hal ini sejalan dengan pengelolaan KDKMP dan KNMP yang ditangani oleh Agrinas pada 2 tahun pertama operasionalnya. Adapun, 30.000 jumlah awal ditargetkan mulai beroperasi Juni-Juli 2026 nanti.

"Manajernya itu penting perannya, perannya agar koperasi kita, karena kalau kali ini koperasi enggak berhasil, aduh taruhannya terlalu besar, kalau kali ini ya, karena seluruh kekuatan sudah kita kerahkan untuk membangun koperasi, agar di setiap desa itu lilin-lilin yang menyala terang, sehingga bisa menerangi Indonesia," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6