BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance 'Global 500 2026'

BRI dinobatkan sebagai merek paling bernilai di Indonesia dalam Global 500 2026 versi Brand Finance. Rebranding jadi strategi memperkuat daya saing global.

Diterbitkan 09 April 2026, 08:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam laporan terbaru daftar “Global 500 2026” yang dirilis konsultan valuasi merek global, Brand Finance, BRI masuk sebagai salah satu merek paling bernilai di dunia.

Pencapaian ini sekaligus menempatkan BRI sebagai merek dengan nilai tertinggi di Indonesia dalam daftar tersebut. Dalam pemeringkatan global, BRI berada di posisi ke-369 dan sejajar dengan sejumlah brand teknologi kelas dunia seperti Apple, Microsoft, Google, Amazon, hingga YouTube.

Dalam laporan yang sama, terdapat 11 merek dari kawasan ASEAN yang berhasil menembus daftar 500 merek paling bernilai di dunia.

Rebranding Perkuat Posisi BRI di Tingkat Global

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa masuknya BRI dalam daftar Global 500 2026 menjadi bukti kuatnya reputasi merek serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan perseroan.

“Pengakuan global ini kami dedikasikan kepada seluruh nasabah setia BRI serta Insan BRILiaN yang telah memberikan kontribusi terbaiknya. Seiring percepatan BRIVolution Reignite, termasuk melalui corporate rebranding, BRI tetap berpegang pada DNA kerakyatannya dengan menghadirkan layanan yang semakin inklusif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan digital. Identitas baru ini diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus menjaga kedekatan BRI dengan masyarakat lintas generasi,” ujar Hery.

Sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, BRI pada Desember 2025 meluncurkan corporate rebranding yang mengusung semangat baru, “Satu Bank untuk Semua”. Pembaruan ini meliputi penyegaran identitas visual hingga penguatan layanan di seluruh jaringan dan produk.

Langkah ini sejalan dengan upaya BRI dalam menjaga relevansi di tengah perubahan, tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai bank yang dekat dengan masyarakat. Dalam identitas baru tersebut, nama “Bank Rakyat Indonesia” ditampilkan lebih menonjol sebagai penegasan kedekatan historis BRI dengan masyarakat sekaligus memperkuat akar kerakyatannya. Di tengah modernisasi yang terus dijalankan, BRI tetap hadir sebagai bank yang lahir dan tumbuh bersama rakyat, khususnya pelaku UMKM.

Melalui transformasi ini, BRI turut memastikan bahwa rebranding tetap selaras dengan dinamika masyarakat yang semakin beragam, sekaligus menegaskan komitmen untuk mendukung perjalanan finansial setiap orang Indonesia melalui layanan yang lebih inklusif, responsif dan digital-friendly. Identitas baru ini diharapkan akan menjadikan BRI tetap kompetitif, terpercaya, dan dekat dengan masyarakat lintas generasi.

Penilaian Global Berdasarkan Standar Internasional

Adapun, penilaian Brand Finance terkait kekuatan merek (brand strength) dilakukan sesuai dengan standar ISO 20671, dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, yaitu investasi pemasaran (Marketing Investment), ekuitas pemangku kepentingan (Stakeholder Equity), serta dampaknya terhadap kinerja bisnis (Business Performance). Setiap merek kemudian diberikan skor Brand Strength Index (BSI) dalam skala 0 hingga 100, yang menjadi dasar dalam perhitungan nilai merek (brand value).

Sementara itu, Managing Director Asia Pacific Brand Finance Alex Haigh menyampaikan bahwa sektor perbankan masih mendominasi brand-brand ASEAN dalam peringkat Global 500 2026. Hal ini terlihat dari kehadiran bank-bank besar seperti DBS dan OCBC Bank dari Singapura, BRI dari Indonesia serta Maybank dari Malaysia yang konsisten menunjukkan kinerja kuat. “Kinerja ini mencerminkan bagaimana perusahaan-perusahaan di ASEAN mampu menggabungkan kekuatan yang telah terbangun lama dengan strategi pertumbuhan yang tepat untuk bersaing di tingkat global,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6