Harga Perak Antam Hari Ini 28 Maret 2026 Lebih Mahal Rp 450, Sentuh Level Segini

Berikut daftar lengkap harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Sabtu, (28/3/2026).

Diterbitkan 28 Maret 2026, 11:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak pada perdagangan Sabtu, (28/3/2026). Kenaikan harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas antam dan perak dunia.

Mengutip logammulia.com, harga perak naik Rp 450 menjadi Rp 44.550 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak dipatok Rp 44.100.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dibanderol  Rp 11.662.500, sementara itu, harga perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 22.400.000.

Sementara itu, harga perak spot naik 4,4% menjadi USD 71,01 per ounce.

Harga perak menguat pada Jumat pekan ini membalikkan kerugian dari sesi sebelumnya. Hal ini seiring Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang.

Donald Trump berjanji tidak menargetkan fasilitas energi Iran hingga 6 April, memberikan sedikit kelegaan bagi pasar yang terguncang oleh konflik selama hampir sebulan.

Trump juga menuturkan, Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak untuk melewati Selat Hormuz pekan ini sebagai hadiah untuk Amerika Serikat.

Sementara itu, Iran mengkonfirmasi mereka telah menolak rencana 15 poin AS untuk mengakhiri perang dan mengajukan persyaratannya sendiri, termasuk pengakuan otoritas Teheran atas Hormuz.

Pada Kamis, harga perak turun lebih dari 4% di tengah keraguan yang terus berlanjut AS dan Iran dapat mencapai gencatan senjata dalam waktu dekat. Logam mulia berada di bawah tekanan penjualan yang berat karena konflik Timur Tengah dan kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bank sentral utama dapat menaikkan suku bunga tahun ini.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas melonjak lebih dari 3% pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026. Kenaikan harga emas dipicu aksi beli saat harga turun setelah koreksi awal pekan ini. Sementara itu, investor mencari sinyal de-eskalasi dalam konflik Timur Tengah.

Mengutip CNBC, Sabtu (28/3/2026), harga emas di pasar spot naik 3,6% menjadi USD 4.536,29 per ounce. Harga kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman April naik 3,6% menjadi USD 4.533,70.

“Koreksi harga baru-baru ini menciptakan peluang yang sangat bagus karena pasar mengalami penurunan. Harga turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Ini adalah waktu yang luar biasa untuk membeli emas,” ujar Senior Market Strategist RJO Futures, Daniel Pavilonis.

Harga emas spot menyentuh titik terendah dalam empat bulan di USD 4.097,99 pada Senin pekan ini.

“Kita akan melihat kenaikan perlahan dalam beberapa minggu ke depan. Dan kemudian jika situasi Iran ini bisa berlaku, kita memiliki peluang yang sangat baik untuk mengambil Risiko,” ujar Pavilonis.

Di sisi lain, harga minyak bertahan di atas USD 110 per barel meskipun Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz setelah Iran menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri pertempuran.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Perang yang kini memasuki minggu keempat telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, menghantam ekonomi global dengan lonjakan harga energi dan pupuk yang telah memicu kekhawatiran inflasi.

Meningkatnya inflasi telah menggeser pandangan Federal Reserve ke arah potensi kenaikan suku bunga, yang biasanya membebani emas dengan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil tersebut.

Menurut FedWatch Tool dari CME Group, para pedagang telah sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan penurunan suku bunga AS pada tahun 2026, dibandingkan dengan ekspektasi dua kali penurunan sebelum perang dimulai.

Namun, Commerzbank menaikkan perkiraan harga emasnya, meningkatkan target akhir tahun menjadi USD 5.000/oz dari $4.900, dengan mengatakan bahwa penurunan harga baru-baru ini kemungkinan tidak akan berlanjut.

Bank tersebut memperkirakan perang Iran akan berakhir pada musim semi, yang dapat meredam ekspektasi saat ini untuk kenaikan suku bunga AS. Bank tersebut memperkirakan Federal Reserve akan melanjutkan penurunan suku bunga akhir tahun ini, menurunkan suku bunga sekitar 75 basis poin pada pertengahan tahun depan.

Di sisi lain, harga perak spot naik 4,4% menjadi USD 71,01 per ounce. Harga platinum spot naik 3% menjadi USD 1.882,05, sementara paladium naik 3,7% menjadi USD 1.403,54.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6