3,6 juta Tiket Kereta Terjual di Mudik Lebaran 2026

Penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 hingga 20 Maret 2026 mencapai 3.699.687 tiket.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket kereta api Angkutan Lebaran 2026 hingga 20 Maret 2026 pukul 10.00 WIB mencapai 3.699.687 tiket. Jumlah ini setara dengan 82,2% dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, jumlah tiket yang terjual  untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Dengan capaian tersebut, masih tersedia 799.009 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus menguat sejak pertengahan Maret. Hal ini terlihat dari penjualan tiket yang meningkat secara bertahap, khususnya pada layanan kereta api jarak jauh yang menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan antarkota,” ujar Anne dalam keterangan, Jumat (20/6/2026). 

Secara rinci, Kereta Api Jarak Jauh telah melakukan penjualan 3.292.121 tiket atau 92,2% dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Sementara itu, pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket tercatat 407.566 tiket atau 44,0% dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. 

“Penjualan tiket KA Lokal umumnya akan terus bergerak mendekati tanggal keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7,” jelasnya.

Selama sembilan hari pertama masa Angkutan Lebaran, yaitu 11 hingga 19 Maret 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh telah melayani 1.527.549 pelanggan di berbagai relasi di Pulau Jawa dan Sumatra.

 

Pergerakan Penumpang

Pun, untuk hari ini, pergerakan pelanggan diperkirakan tetap tinggi. Hingga pagi hari, sedikitnya 196.314 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah dijadwalkan bepergian, dengan tingkat okupansi sementara mencapai 120,1%. 

Menurutnya, tingkat okupansi di atas 100% merupakan hal yang dimungkinkan dalam operasional kereta api jarak jauh karena adanya pola perjalanan dinamis dalam satu rangkaian.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” jelas Anne.  

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6