LRT Jabodebek Layani 64,3 Juta Penumpang Sejak Pertama Beroperasi

LRT Jabodebek layani 5,2 juta penumpang sejak pertama beroperasi.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - LRT Jabodebek telah melayani 5,2 juta penumpang, atau rata-rata 88 ribu penumpang per hari di sepanjang periode 1 Januari hingga 28 Februari 2026. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian tahun 2025 yang berada di angka 78,9 ribu penumpang per hari.

Pada Februari 2026 saja, jumlah pengguna tercatat sebanyak 2,53 juta penumpang. Aktivitas perjalanan pada hari kerja mendominasi dengan rata-rata 116.714 penumpang per hari, sementara akhir pekan mencapai 42.916 penumpang per hari.

Sejak mulai beroperasi pada 28 Agustus 2023-28 Februari 2026, LRT Jabodebek telah melayani total 64,3 juta penumpang.

Secara tahunan, pertumbuhan terlihat konsisten, dari 4,6 juta penumpang pada 2023 menjadi 21,1 juta pada 2024, dan meningkat lagi menjadi 28,8 juta penumpang pada 2025.

Pelakhar Manager of Public Relations LRT Jabodebek Bramantya Candrika, menyampaikan, pertumbuhan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek.

"Peningkatan jumlah pengguna pada awal 2026 menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kami akan terus menjaga keandalan operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat integrasi dengan moda lain agar masyarakat mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien," ujarnya, Rabu (4/3/2026).

 

32% Okupansi Harian

Dari sisi pemanfaatan layanan, rata-rata okupansi harian pada awal 2026 mencapai 32 persen, dengan okupansi hari kerja sebesar 36 persen.

Pergerakan penumpang terbesar tercatat di sejumlah stasiun seperti Dukuh Atas, Harjamukti, Kuningan, Cikoko, dan Pancoran. Konektivitas dengan moda lain seperti KRL, MRT, TransJakarta, Biskita, serta layanan penghubung kawasan turut memperkuat kemudahan perjalanan secara terintegrasi.

Kemudahan akses juga didukung oleh sistem pembayaran non-tunai yang semakin beragam. Selain kartu uang elektronik perbankan dan Kartu Multi Trip (KMT), transaksi digital melalui LinkAja, QRIS, dan Access by KAI terus menunjukkan peningkatan.

Dari aspek pelayanan, LRT Jabodebek menerapkan skema tarif dinamis (dynamic pricing) untuk memberikan fleksibilitas bagi pengguna pada jam sibuk maupun di luar jam sibuk.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6