Harga Minyak Hari Ini 14 Februari 2026 Naik Usai Sentuh Level Terendah

Simak ulasan harga minyak dunia hari ini 14 Februari 2026.

Diterbitkan 14 Februari 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak stabil pada hari Jumat (Sabtu waktu Jakarta) setelah data menunjukkan perlambatan inflasi Amerika Serikat (AS) secara keseluruhan, pulih dari penurunan sebelumnya menyusul berita bahwa OPEC+ cenderung melanjutkan peningkatan produksi.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (14/2/2026), harga minyak Brent naik 23 sen atau 0,34%, dan ditutup pada level USD 67,75 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 5 sen, atau 0,08%, menjadi USD 62,89 per barel.

Kedua patokan harga minyak tersebut menuju penurunan mingguan setelah mengalami kerugian hampir 3% pada hari Kamis. Harga miinyak Brent menuju kerugian mingguan sebesar 0,6%, dan WTI sebesar 1,2%.

Harga konsumen AS meningkat lebih rendah dari yang diperkirakan pada bulan Januari di tengah harga bensin yang lebih murah dan moderasi inflasi sewa.

“Tampaknya inflasi mulai stabil. Jadi, saya pikir itu akan menjadi keuntungan bagi suku bunga untuk terus bergerak sedikit lebih rendah. Dan saya pikir ketika suku bunga mulai bergerak lebih rendah... itu adalah hal positif bagi perekonomian,” kata Wakil Presiden Senior Bidang Perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler.

“Sisi negatifnya adalah OPEC mungkin akan sedikit meningkatkan produksi,” tambahnya.

Harga minyak turun di awal sesi karena investor bereaksi terhadap laporan Reuters yang menyatakan bahwa OPEC cenderung melanjutkan peningkatan produksi minyak mulai April, menjelang puncak permintaan bahan bakar musim panas yang akan datang, dan di tengah harga minyak mentah yang lebih tinggi karena ketegangan hubungan AS-Iran.

 

Harga Minyak Brent Sentuh Titik Terendah

Harga minyak Brent menyentuh titik terendah intraday di USD 66,89 per barel setelah berita tersebut, tetapi kemudian pulih.

Harga minyak sempat menguat di awal pekan karena kekhawatiran bahwa AS dapat menyerang produsen minyak Timur Tengah, Iran, terkait program nuklirnya. Namun, komentar Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis bahwa Washington dapat mencapai kesepakatan dengan Iran dalam sebulan ke depan menyebabkan harga minyak turun.

Di luar Timur Tengah, Rusia mengatakan pada hari Jumat bahwa putaran selanjutnya dari pembicaraan perdamaian mengenai Ukraina akan berlangsung minggu depan.

 

Negosiasi dengan Iran dan Rusia

Negosiasi dengan Iran dan Rusia akan menjadi penggerak pasar jangka pendek, kata Kissler, menambahkan bahwa pasokan minyak mentah global jangka pendek tetap melimpah dan harga minyak mentah berjangka kemungkinan memiliki premi geopolitik sebesar USD 5 hingga USD 7 per barel.

AS juga melonggarkan sanksi terhadap sektor energi Venezuela pada hari Jumat, dengan mengeluarkan dua lisensi umum yang memungkinkan perusahaan energi global untuk mengoperasikan proyek minyak dan gas di negara anggota OPEC tersebut dan bagi perusahaan lain untuk menegosiasikan kontrak guna mendatangkan investasi baru.

Penjualan minyak dari Venezuela yang dikendalikan oleh AS sejauh ini telah mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS dan dalam beberapa bulan mendatang akan menghasilkan tambahan 5 miliar dolar AS, kata Menteri Energi AS Chris Wright kepada NBC News pada hari Kamis. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6