Penduduk Miskin Indonesia Capai 23,36 Juta Orang per September 2025

Jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang.

Diterbitkan 05 Februari 2026, 13:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang atau turun 490 ribu orang dibandingkan dengan Maret 2025.

"Pada September 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 23,36 juta orang atau turun sebesar 490 ribu orang dibandingkan dengan Maret 2025," kata Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Amalia menjelaskan, atau secara persentase, maka tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 mencapai 8,25 persen atau turun sebesar 0,22 persen basis point dibandingkan dengan Maret 2025.

"Berdasarkan tren sejak Maret 2023 sampai dengan September 2025, jumlah dan tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan," ujarnya.

Selanjutnya adalah persentase penduduk miskin di perkotaan dan pedesaan. Pada September 2025, tingkat kemiskinan perkotaan sebesar 6,6 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,13 persen jika dibandingkan dengan Maret 2025.

Sementara itu, tingkat kemiskinan pedesaan sebesar 10,72 persen atau mengalami penurunan 0,31 persen basis point jika dibandingkan dengan Maret 2025.

"Artinya, adalah bahwa tingkat kemiskinan mengalami penurunan baik di perkotaan maupun di pedesaan," ujarnya.

 

Indeks Kedalaman Kemiskinan

Lebih lanjut, Amalia menyampaikan perkembangan Indeks Kedalaman Kemiskinan yang disebut dengan P1 dan Indeks Keparahan Kemiskinan atau P2. Indeks Kedalaman Kemiskinan atau yang sering disebut dengan Poverty Gap Index merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan. Sementara, Indeks Keparahan Kemiskinan atau P2 merupakan sebaran pengeluaran di antara penduduk miskin.

"Secara umum, Indeks Kedalaman Kemiskinan P1 dan Indeks Keparahan Kemiskinan P2 pada bulan September 2025 mengalami penurunan dibandingkan dengan Maret 2025," ujarnya.

Indeks Kedalaman Kemiskinan pada September 2025 di perkotaan dan di pedesaan mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025. Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan P2 pada September 2025 mengalami penurunan di pedesaan tetapi relatif tidak berubah di perkotaan jika dibandingkan dengan Maret 2025.

Jumlah Pengangguran di Indonesia Capai 7,35 Juta

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama periode Agustus - November 2025 terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Di mana pada November 2025 tercatat jumlah pengangguran 7,35 juta orang.

"Selama periode Agustus 2025 sampai dengan November 2025 atau dengan kata lain pada November 2025 terdapat 7,35 juta orang menganggur, di mana angka ini setara dengan tingkat pengangguran terbuka yang turun menjadi sebesar 4,74 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Apabila dibandingkan dengan Agustus 2025, maka penurunan dari tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 ini adalah turun sekitar 0,11 persen basis point.

"Jika dirinci, maka penurunan tingkat pengangguran terbuka dibandingkan dengan Agustus 2025 terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan dan tingkat pengangguran terbuka ini juga mengalami penurunan baik di wilayah perkotaan maupun di pedesaan," ujarnya.

Amalia menyampaikan struktur Ketenagakerjaan Indonesia di mana per November 2025 terdapat sebanyak 218,85 juta penduduk usia kerja. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 0,681 juta orang jika dibandingkan dengan Agustus 2025.

Adapun perkembangan penduduk usia kerja November 2025 jika dibandingkan Agustus 2025. Angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang atau bertambah sebanyak 1,262 juta orang.

Sementara, bukan angkatan kerja mencapai 63,58 juta orang atau menurun sekitar 0,58 juta orang. Jadi jumlah angkatan kerja meningkat dan yang bukan angkatan kerjanya menurun.

Kemudian dari angkatan kerja tersebut sebanyak 147,91 juta orang di antaranya pekerja. Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 1,371 juta orang dibandingkan Agustus 2025.

Rincian Data BPS

Amalia menyampaikan, jika dirinci penduduk yang bekerja yaitu terdiri atas satu pekerja penuh yang jumlahnya sebanyak 100,49 juta orang di mana jumlah orang pekerja penuh bertambah sebanyak 1,85 juta orang.

Berikutnya adalah pekerja paruh waktu jumlahnya mencapai 35,858 juta orang di mana jumlah pekerja paruh waktu ini turun sebanyak 0,438 juta orang.  Sedangkan, setengah pengangguran jumlahnya sebanyak 11,558 juta orang di mana jumlah ini menurun sebanyak 0,042 juta orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2025.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6