Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR Komisi VIII uhamad Abdul Azis Sefudin meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, khususnya akibat fluktuasi nilai tukar Rupiah. Menurutnya, dinamika geopolitik global turut berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
“Adanya kondisi geopolitik yang panas di belahan dunia lainnya seperti penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat, perang Rusia-Ukraina yang belum usai, serta persoalan di wilayah Greenland, tentunya kondisi ini juga harus diantisipasi karena berpengaruh terhadap kondisi ketidakpastian nilai tukar Rupiah terhadap dolar,” kata Azis, Sabtu (24/1/2026).
Bukan tanpa alasan, dia menjelaskan fluktuasi nilai tukar Rupiah berpengaruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji karena pembayaran haji menggunakan tiga mata uang yang terdampak apabila terjadi ketidakpastian ekonomi global.
Advertisement
“Nilai tukar Rupiah hari ini sudah mendekati 17.000 per dolar AS. Ini sangat berpengaruh karena penyelenggaraan haji menggunakan pembayaran dengan tiga mata uang: Rupiah, SAR, dan Dolar,” ujar Azis.
Menurut dia, pemerintah perlu menyiapkan mitigasi untuk menjaga stabilitas pembiayaan agar pelemahan Rupiah tidak menjadi beban tambahan bagi jamaah haji.
“Nah bagaimana mitigasi kita untuk menjaga nilai Rupiah dan tidak beban bagi jamaah kita,” pungkas dia.
Rupiah Loyo, BI Sebut Jadi Momentum Tentukan Nilai Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545720/original/056823400_1629425275-059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
Bank Indonesia (BI) memandang nilai tukar Rupiah sudah mencapai titik terendah setelah hampir menyentuh Rp 17.000 per Dolar Amerika Serikat (AS). BI menilai ini akan menjadi momentum titik balik nilai tukar rupiah untuk menguat ke depannya.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti mengatakan pelemahan rupiah saat ini sudah mencapai titik terendahnya. Sederet strategi pun disusun oleh bank sentral.
"Pergerakan rupiahnya trennya sekarang ini bergerak sudah.. kalau kami melihat ini sudah too depreciate. Jadi its time actualy rupiah untuk bisa mencari level barunya," ungkap Destry dalam Starting Year Forum 2026, di St Regis, Jakarta, Kamis (21/1/2026).
Dia menjelaskan, ada faktor global dan domestik yang tak bisa dipisahkan dalam tren pelemahan rupiah saat ini. Guna menangani faktor domestik, BI mengambil langkah intervensi cepat.
Hal tersebut dituangkan dalam strategi yang disebut smart intervention. Caranya dengan masuk ke pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), pasar spot, dan pasar surat berharga negara (SBN).
"NDF dan DNDF adalah forward transaction untuk hedging. Jadi kalau rupiah lagi gonjang ganjing, kalau gak butuh spot sekarang, butuh nanti buat misalnya pembayaran utang, beli aja dulu DNDF atau NDF," jelas dia.
Beli SBN
Destry juga menuturkan, cara lainnya dengan melakukan pembelian SBN ketika ada arus keluar untuk menjaga nilainya.
Langkah tersebut dilakukan semata untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Destry memastikan, BI terus mengoptimalkan berbagai strategi yang dijalankan.
"Jadi belum lagi kita akan optimalkan berbagai instrumen berbagai operasi moneter kami dengan tujuan utama yaitu bagaimana menjaga stabilitas rupiah itu sendiri," tegas dia.
Advertisement
Cara BI Jaga Rupiah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337096/original/035251200_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-5.jpg)
Sebelumnya, Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak terus melemah. Gubernur Perry Warjiyo menekankan bahwa bank sentral tidak akan ragu melakukan intervensi besar di pasar keuangan, baik di pasar luar negeri maupun domestik, untuk memastikan pergerakan rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional.
Perry menjelaskan, langkah intervensi dilakukan secara komprehensif melalui berbagai instrumen. Intervensi dilakukan di pasar non-deliverable forward (NDF) luar negeri, domestic non-deliverable forward (DNDF), serta intervensi langsung di pasar spot dalam negeri.
"Kami tegaskan BI tidak segan-segan kami melakukan intervensi dalam jumlah besar, baik di intervensi non deliverable forward, maupun di dalam negeri non deliverable forward di pasar luar negeri maupun di dalam negeri spot dan DNDF," kata Perry dalam Konferensi Pers RDG Januari 2026, Rabu (21/1/2026).
Ditopang Fundamental Ekonomi RI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari bauran kebijakan stabilisasi yang terus ditingkatkan seiring dinamika pasar global.
Selain intervensi pasar, penguatan rupiah juga ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid.
Perry menyebutkan, imbal hasil aset keuangan domestik yang masih menarik, inflasi yang terus mereda, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik menjadi faktor pendukung stabilitas nilai tukar rupiah ke depan.
"Kami akan jaga stabilitas nilai tukar rupiah dan akan membawanya untuk menguat didukung oleh kondisi fundamental ekonomi kita yang baik termasuk imbal hasil yang menarik, inflasi yang merendah, demikian juga prospek ekonomi yang membaik," tegasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524871/original/011814200_1782454663-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_13.06.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)