Strategi Pelni Pastikan Pelayaran Aman di Tengah Cuaca Buruk

PELNI secara aktif memantau perkembangan cuaca dan menyesuaikan operasional kapal apabila diperlukan.

Diterbitkan 19 Januari 2026, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) terus memperkuat strategi pengawasan dan mitigasi risiko dalam menghadapi kondisi cuaca yang cenderung tidak menentu belakangan ini, khususnya pada sektor transportasi laut.

Upaya tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan pelayaran sekaligus menjaga kelancaran layanan kepada masyarakat. PELNI secara aktif memantau perkembangan cuaca dan menyesuaikan operasional kapal apabila diperlukan.

Plt. Manager Komunikasi Korporasi PELNI, Nadya Nathasya, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi langkah utama yang dilakukan perusahaan.

“PELNI secara intensif melakukan koordinasi dengan BMKG dan Kementerian Perhubungan terkait perkembangan kondisi cuaca,” ujar Nadya kepada Liputan6.com, Senin (19/1/2026).

Selain koordinasi, PELNI juga memanfaatkan dukungan teknologi untuk memantau kondisi cuaca dan operasional kapal secara real time.

“Monitoring operasional dilakukan melalui operation room dengan dukungan sistem Automatic Weather System (AWS) yang terhubung secara host to host dengan BMKG guna memastikan informasi cuaca terkini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pelni memastikan operasional pelayaran kapal tetap berjalan dengan baik di tengah kondisi curah hujan tinggi dan cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah Indonesia sejak periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Cuaca ekstrem yang terjadi sejak pertengahan Desember hingga awal Januari tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran transportasi laut. Namun, PELNI menyatakan kondisi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap jadwal dan operasional kapal.

 

Periode Nataru

Plt. Manager Komunikasi Korporasi PELNI, Nadya Nathasya, mengatakan cuaca buruk memang terjadi secara luas selama periode Nataru, tetapi masih dapat diantisipasi dalam operasional pelayaran.

“Cuaca buruk selama periode Nataru 2025/2026 yang berlangsung pada 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026 kemarin memang terjadi di banyak wilayah, namun Alhamdulillah tidak terlalu mempengaruhi operasional pelayaran kapal PELNI,” ujar Nadya

Ia menjelaskan, hal tersebut tercermin dari capaian kinerja ketepatan waktu pelayaran kapal PELNI yang tetap terjaga sepanjang periode tersebut.

“Ini terlihat dari performa on time performance kapal PELNI yang mencapai 98 persen untuk kapal penumpang dan 97 persen untuk kapal perintis,” tuturnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6