Liputan6.com, Jakarta - Bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan memiliki banyak keutamaan bagi umat Muslim. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan ini adalah puasa Tasua dan Asyura. Kedua puasa tersebut memiliki nilai istimewa karena berkaitan dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam serta menjadi bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram, sedangkan puasa Tasua dikerjakan sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Muharram. Anjuran menjalankan puasa ini bersumber dari hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan keutamaan puasa Asyura serta keinginan beliau untuk menyelisihi tradisi kaum Yahudi dengan menambahkan puasa pada hari sebelumnya.
Bagi umat Islam yang ingin mengamalkannya, penting untuk mengetahui dalil, bacaan niat, serta tata cara pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura 2026. Selain menjadi ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan, puasa ini juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal, melatih kesabaran, serta meningkatkan ketakwaan di bulan yang penuh keberkahan.
Advertisement
Lantas bagaimana dalil, bacaan dan niat puasa Tasua dan Asyura 2026 lengkap dengan keutamaannya? Melansir dari berbagai sumber, Senin (22/6/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
Bulan Muharram, yang menandai awal kalender Hijriah, merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan suci ini, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah, termasuk puasa Tasu'a dan Asyura, yang memiliki keutamaan besar. Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sementara puasa Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharram.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, serta maklumat dari Muhammadiyah, 1 Muharram 1448 H ditetapkan pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan penetapan ini, jadwal puasa Tasu'a akan jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026, dan puasa Asyura pada Kamis, 25 Juni 2026.
Namun, terdapat perbedaan penetapan awal Muharram oleh Nahdlatul Ulama (NU). Melalui hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PBNU, hilal tidak terlihat pada 15 Juni 2026, sehingga bulan Zulhijjah disempurnakan menjadi 30 hari. Oleh karena itu, NU menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Konsekuensinya, jadwal puasa Tasu'a versi NU adalah Kamis, 25 Juni 2026, dan puasa Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026.
Advertisement
Sejarah dan Dalil Anjuran Puasa Asyura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
Puasa Asyura, yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram, adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hari Asyura memiliki nilai sejarah yang penting karena pada hari tersebut Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.
Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS. Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian."
Setelah itu, beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk turut berpuasa. Sebelum diwajibkannya puasa Ramadan, puasa Asyura merupakan salah satu puasa yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW, bahkan sejak awal kedatangan Islam.
Puasa Tasu'a: Pembeda dan Cita-Cita Nabi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
Puasa Tasu'a adalah puasa sunah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram, sehari sebelum puasa Asyura. Anjuran puasa ini dilandaskan pada hadis Nabi Muhammad SAW dan bertujuan sebagai pembeda (tasyabbuh) umat Muslim dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa sehari pada 10 Muharram.
Dalam sebuah riwayat, ketika Nabi Muhammad SAW diberitahu bahwa puasa Asyura bertepatan dengan ibadah Bani Israil, beliau menyampaikan cita-citanya. Nabi bersabda, "Jika aku masih hidup sampai tahun depan, insyaAllah, kita akan berpuasa pada hari kesembilan juga."
Meskipun Rasulullah SAW wafat sebelum sempat melaksanakannya, cita-cita (himmah) beliau ini tetap dianggap sebagai hadis dan mengandung nilai hukum anjuran. Para ulama, termasuk Imam Syafi'i, ulama Syafi'iyah, Imam Ahmad, dan Ishaq, berpandangan bahwa disunahkan untuk melakukan puasa pada tanggal 9 Muharram.
Advertisement
Lafal Niat Puasa Tasu'a dan Asyura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
Niat merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan puasa sunah, termasuk puasa Tasu'a dan Asyura. Niat ini dapat diucapkan sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar saat sahur.
Untuk puasa Tasu'a (9 Muharram), lafaz niatnya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasu'a esok hari karena Allah SWT."
Sementara itu, niat untuk puasa Asyura (10 Muharram) adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."
Terdapat juga versi niat yang lebih ringkas:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat puasa Asyura karena Allah ta'âlâ."
Bagi umat Muslim yang tidak sempat melafalkan niat pada malam hari, niat dapat diucapkan pada siang hari. Syaratnya, orang yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh. Lafaz niatnya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أَوْ الْعَاشُورَاء لِلهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatit Tasû'â awil 'Āsyūrā'i lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT."
Doa Berbuka dan Keutamaan Istimewa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889768/original/005986600_1720753202-pexels-anntarazevich-8758343.jpg)
Momen berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Ada beberapa versi doa berbuka puasa yang diajarkan dalam Islam. Doa umum yang sering dilafalkan adalah:
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, serta dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang."
Selain itu, terdapat doa berbuka puasa yang dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Daud, yang dibaca setelah menelan makanan atau minuman pembatal puasa:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ.
Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah
Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah." (HR. Abu Daud).
Puasa Tasu'a dan Asyura memiliki keutamaan yang besar. Salah satu keutamaan terbesar puasa Asyura adalah kemampuannya menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: "Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu." (HR. Muslim). Imam Nawawi menjelaskan bahwa pengampunan ini merujuk pada dosa-dosa kecil, namun diharapkan juga dapat meringankan dosa besar atau meninggikan derajat seseorang.
Puasa di bulan Muharram, termasuk Tasu'a dan Asyura, merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Imam An Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadis ini menunjukkan kemuliaan bulan Muharram untuk melaksanakan puasa sunah. Puasa Tasu'a secara khusus berfungsi sebagai pembeda ibadah umat Islam dengan kaum Yahudi. Selain itu, puasa Asyura juga menjadi bentuk meneladani Nabi Musa AS yang berpuasa sebagai wujud syukur atas keselamatan dirinya dan kaum Bani Israil dari kejaran Firaun, sekaligus meningkatkan ketakwaan dan amal saleh.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Dalil, Bacaan, dan Niat Puasa Tasua dan Asyura 2026
1. Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura 2026?
Menurut Kementerian Agama dan Muhammadiyah, puasa Tasu'a (9 Muharram) jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026, dan puasa Asyura (10 Muharram) pada Kamis, 25 Juni 2026. Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan puasa Tasu'a pada Kamis, 25 Juni 2026, dan puasa Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026, karena perbedaan metode penetapan awal Muharram.
2. Apa keutamaan Puasa Asyura?
Salah satu keutamaan terbesar Puasa Asyura adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim. Selain itu, puasa di bulan Muharram, termasuk Asyura, dianggap sebagai puasa terbaik setelah puasa Ramadan.
3. Mengapa dianjurkan Puasa Tasu'a?
Puasa Tasu'a dianjurkan sebagai bentuk pembeda ibadah umat Muslim dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Ini juga merupakan realisasi dari cita-cita Nabi Muhammad SAW yang ingin berpuasa pada tanggal 9 Muharram jika beliau masih hidup pada tahun berikutnya.
4. Bagaimana lafal niat Puasa Tasu'a dan Asyura?
Niat puasa Tasu'a adalah Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ. Untuk puasa Asyura, niatnya adalah Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ atau versi ringkasnya Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta'âlâ. Jika berniat di siang hari, lafaznya Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatit Tasû'â awil 'Āsyūrā'i lillâhi ta'âlâ, dengan syarat belum makan atau minum sejak subuh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885020/original/ACg8ocLa9Ob85MO_GcJJi5MgrBCAZ8vZv6gQJe_IX_x85rX_UWerkg%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860538/original/012031000_1557478700-IMG_20190307_174224_257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507622/original/094965800_1771504770-pexels-thirdman-7956565.jpg)