Menko Airlangga: Tarif Trump ke Mitra Dagang Iran Minim Dampak bagi Indonesia

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia tidak khawatir dengan ancaman tarif 25% dari Donald Trump bagi mitra dagang Iran.

Diterbitkan 13 Januari 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi ancaman tarif yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap negara-negara yang menjalin hubungan bisnis dengan Iran.

Menurutnya, Indonesia tidak merasa khawatir lantaran nilai transaksi perdagangan antara Indonesia dan Iran relatif kecil.

“Tidak ada (kekhawatiran). Tidak ada. Kita transaksinya tidak besar,” kata Airlangga kepada wartawan ketika ditemui di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).

Diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan dalam perdagangan internasional setelah mengumumkan kebijakan tarif anyar yang ditujukan kepada negara-negara yang masih melakukan aktivitas bisnis dengan Iran.

Mengutip CNBC International, Selasa (13/1/2026), Trump menyatakan setiap negara yang tetap menjalin hubungan dagang dengan Iran akan dikenakan tarif sebesar 25 persen atas seluruh kegiatan perdagangan mereka dengan Amerika Serikat.

Kebijakan tarif terhadap impor dari mitra dagang Iran tersebut disebut akan langsung diberlakukan. “berlaku segera,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

 

Menekan dan Mengisolasi Iran

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Senin waktu setempat. Ia menegaskan tidak ada masa transisi dalam penerapan kebijakan tersebut.

Langkah tersebut mencerminkan peningkatan signifikan dalam pendekatan ekonomi dan geopolitik Washington terhadap Teheran. Meski demikian, hingga saat ini Gedung Putih belum mengungkapkan penjelasan teknis terkait mekanisme penerapan tarif tersebut.

Bahkan, seorang pejabat Gedung Putih memilih tidak memberikan komentar saat dimintai keterangan oleh media mengenai kebijakan ini, sehingga menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar dan mitra dagang global.

Kebijakan tarif ini muncul seiring dengan upaya Trump untuk semakin menekan dan mengisolasi Iran secara ekonomi. Di saat bersamaan, negara Timur Tengah yang kaya minyak tersebut tengah dilanda gelombang demonstrasi anti-pemerintah dalam skala besar.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6