Genjot Investasi, Indonesia Bakal Pamerkan Danantara di WEF Swiss

Danantara menilai, World Economic Forum (WEF) menjadi momen untuk membuka peluang investasi.

Diterbitkan 09 Januari 2026, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akan memboyong Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Tujuan utamanya untuk membuka peluang investasi dari luar negeri atas keterlibatan BUMN di Tanah Air.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan menuturkan Danantara merupakan lembaga baru yang dibentuk salah satunya untuk penguatan investasi. Maka, WEF dinilai sebagai ajang yang tepat untuk mulai mengenalkannya ke kancah global.

"Kami punya misi khusus untuk mensosialisasikan Danantara ini di forum WEF,” kata Nurul di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Danantara juga akan dikenalkan sebagai sovereign wealth fund (SWF) RI yang digadang-gadang sebagai SWF terbesar ketujuh di dunia.

"Sehingga mereka tahu bahwa Indonesia punya Sovereign Wealth Fund yang disampaikan dalam beberapa kesempatan oleh beberapa pihak sebagai Sovereign Wealth Fund ketujuh terbesar di dunia,” katanya.

WEF 2026 akan digelar pada 19-23 Januari 2026 di Davos, Swiss. Sejumlah pengusaha hingga Kepala Negara diundang ke ajang tersebut, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

"Presiden kita pun mendapat undangan. Artinya WEF melihat penting untuk bisa menghadirkan pimpinan negara Indonesia ini untuk bisa menyampaikan apa yang menjadi visi dari Indonesia sebagai bagian dari ekonomi global ke depannya,” urainya.

Buka Peluang Investasi

Senada, Managing Director for Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al Arief menyampaikan WEF jadi salah satu momentum untuk membuka peluang investasi. Kedatangannya pun tak sendirian, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai perwakilan dunia usaha pun akan terlibat.

Nantinya, Danantara dan Kadin akan membidik peluang investasi dengan pengusaha global. Sementara, pemerintah lewat Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM akan mendorong investor masuk ke Tanah Air.

"Keberadaan mereka dalam satu atap nanti tentu kita akan manfaatkan secara strategis gitu. Dengan ensure pimpinan kita bertemu dengan mereka dan mengeksplore outbound investments itu,” tutur Arief.

Danantara Bisa Investasi ke Yordania

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bisa ikut investasi ke proyek-proyek strategis Yordania. Indonesia-Yordania juga melihat potensi kerja sama jangka panjang.

Nota Kesepahaman (MoU) diteken Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir dengan Jordan Investment Fund (JIF). Ini menandakan langkah awal untuk kolaborasi terkait peluang investasi strategis di seluruh Kerajaan Hashemite Yordania.

"Danantara menyambut kesempatan untuk bekerja bersama Jordan Investment Fund dalam mengidentifikasi proyek-proyek strategis yang memberikan nilai jangka panjang dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi bersama," kata Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani dalam keterangan resmi, Jumat (12/12/2025).

 

Sasar Sektor Prioritas

Melalui MoU ini, Danantara menjajaki co-investment dan menilai peluang di sektor-sektor prioritas, mulai dari infrastruktur, pengembangan perkotaan, transportasi, transisi energi, hingga proyek digital dan berbasis teknologi. Perjanjian ini juga membuka peluang untuk kerja sama pengembangan proyek, penyusunan investasi, dan pertukaran pengetahuan antara kedua institusi kedaulatan tersebut.

Rosan memandang, rekam jejak Yordania dalam menjaga iklim investasi yang stabil serta prioritas pembangunan nasional yang jelas menjadikannya mitra yang kuat untuk kerja sama.

"Kami melihat kolaborasi ini sebagai awal dari keterlibatan multi-fase yang lebih luas, di mana kedua negara dapat bekerja bersama-sama untuk membuka area pertumbuhan baru," tutur dia.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6