Defisit APBN 2025 Sentuh 2,92%, Nilainya Capai Rp 695,1 Triliun

Menkeu Purbaya menyatakan defisit APBN 2025 lebih tinggi dari target yang ditetapkan maupun laporan semester 1 2025.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tembus ke level 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Besaran itu setara dengan Rp 695,1 triliun.

Menkeu Purbaya mengamini besaran defisit APBN itu lebih tinggi dari target yang ditetapkan pada APBN 2025 maupun laporan semester di pertengahan 2025. Diketahui, defisit dalam APBN 2025 mulanya ditargetkan hanya 2,53% dari PDB atau Rp 616,2 triliun. Kemudian dikoreksi ke 2,78% sekitar Rp 662 triliun.

"Defisitnya membesar ke Rp 695,1 triliun itu lebih tinggi dari target APBN yang sebesar Rp 616,2 triliun. Tapi kita tetap jaga, pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3%. Defisitnya memang naik di 2,92% dari rencana awal 2,53%," beber Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Angka defisit ini melihat kinerja APBN, baik dari sisi belanja pemerintah dibandingkan dengan pendapatan negara sepanjang 2025. Belanja negara hingga Desember 2025 tembus Rp 3.451,4 triliun atau 95,3% dari target dalam APBN 2025.

Sedangkan, pendapatan negara hanya tercatat sebesar Rp 2.756,3 triliun atau 91,7% dari target APBN 2025. Alhasil, defisit APBN 2025 tembus di angka Rp 695,1 triliun atau 2,92% dari PDB.

"Capaian program prioritas serta tata kelola yang terjaga, selama ini kita jaga terus, sehingga di akhir tahun defisit seperti saya bilang tadi tetap di 2,92% tanpa menghilangkan stimulus yang diperlukan perekonomian sehingga masyarakat kita bisa menikmati ekspansi ekonomi di tahun 2025 yang lalu," jelas Bendahara Negara itu.

 

Sinyal Defisit Melebar

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan mengumumkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 pekan depan, termasuk defisit. Angka defisit diproyeksi membengkak meskipun diakui masih dalam batas aman.

Purbaya menjanjikan pengumuman kinerja dan defisit APBN pekan depan. Dia menyebut, besaran defisit akan sedikit lebih tinggi dari 2,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Mungkin agak bergerak sedikit, nanti hari Senin (5 Januari 2026) akan diumumkan, (bergerak) kira-kira ke atas," ungkap Purbaya di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2026).

 

Masih Batas Aman

Meski demikian, dia meyakini besaran defisit APBN tidak akan menembus batas yang ditetapkan dalam Undang-Undang.

"Tapi yang jelas kita amankan tidak melanggar undang-undang. Jadi masih dianggap cukup bagus," ucapnya.

Diketahui, pencatatan kinerja APBN 2025 dilakukan secara final pada 31 Desember 2025. Pada konteks itu, defisit APBN juga turut dicatat dengan rasio belanja dan pendapatan negara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6