Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Kapolri dan Jaksa Agung

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengakui secara terbuka sering menggunakan nama Kapolri dan Jaksa Agung saat menindak oknum yang menaikkan harga pangan.

Diterbitkan 07 Januari 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) secara terbuka mengakui kerap menjual nama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat turun ke lapangan untuk menindak pelaku pelanggaran di sektor pangan, khususnya pihak-pihak yang menaikkan harga komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Amran menegaskan, langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk memberi efek jera kepada pelaku yang merugikan petani dan masyarakat, terutama ketika terjadi permainan harga di pasar.

“Kita langsung cabut izinnya, begitu harga naik dari HET. Ini tersangka, terima kasih Pak Kapolri, Pak Jaksa Agung. Tahu Pak? Aku jual namanya Bapak sering di lapangan,” ujar Amran dalam Acara Panen Raya, di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Ia mengaku secara jujur menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Kapolri dan Jaksa Agung atas tindakannya tersebut. Namun, Amran menegaskan bahwa langkah itu diambil demi kepentingan bangsa dan negara.

“Jujur, aku jual namanya Bapak. Tapi di depan Presiden, di depan Bapak, aku minta maaf. Daripada di akhirat nanti aku berdosa. Aku jual namanya Bapak bahwa ini harus ditindak, harus dicabut,” katanya.

Menurut Amran, ketegasan tersebut diperlukan karena sektor pertanian menyangkut hajat hidup sebagian besar rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa kebijakan dan pengawasan yang lemah akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

“Ini demi Merah Putih, demi Indonesia, demi petani. Petani kita 160 juta, Bapak Presiden. Yang bergerak di sektor perdagangan itu 20 juta. Jadi 180 juta,” ungkapnya.

Prabowo Beri Tanda Kehormatan ke Petani hingga Mentan karena Capaian Swasembada Beras

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah pihak yang dinilai telah berkontribusi atas capaian swasembada beras Indonesia.

Penganugerahan diberikan saat pengumuman swasembada beras di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Rabu (7/1/2026).

Penerima tanda kehormatan mulai dari Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, sejumlah petani, prajurit TNI, hingga kelompok tani. Mentan Amran mendapat anugerah Bintang Tanda Jasa.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 1 dan 2 TK tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya.

"Menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa sebagai penghargaan atas jasanya yang besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan kesejahteraan dan kebesaran bangsa dan negara," ujar Sekretaris Militer Presiden membacakan Keppres tersebut, Rabu (7/1/2026).

"Serta Satya Lencana Wirakarya sebagai penghargaan atas jasanya dalam memberikan Darma baktinya yang besar kepada negara dan bangsa sehingga dapat dijadikan teladan bagi yang lainnya," sambungnya.

Presiden Prabowo menyematkan langsung tanda kehormatan kepada masing-masing penerima. Dalam kesempatan ini, Prabowo juga memberikan Bintang Jasa Pratama kepada Petani pada Poktan Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo, Heri Sunarto.

Ada pun jumlah penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya yang hadir langsung mencapai 11 orang. Mereka mewakili 91 penerima lainnya.

"Mewakili 91 penerima lainnya masing-masing dianugerahi tanda kehormatan Satya Lancana Wirakarya," ujar Sekretaris Militer Presiden.

Penerima Tanda Kehormatan

Berikut ini nama-nama penerima tanda kehormatan:

Bintang Jasa Utama:

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Bintang Jasa Pratama:

Heri Sunarto, Petani pada Poktan Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo

Bintang Jasa Nararya:

Bobby Irfan Effendi (Penyuluh Pertanian Kabupaten OKU Timur)

Winarto (Poktan Sri Sedhono) Kelompok Tani Kabupaten Ngawi

Satyalancana Wira Karya:

1. Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika (Danko Diklat TNI)

2. Setyo Wahono (Bupati Bojonegoro)

3. Aep Syaepuloh (Bupati Karawang)

4. AKBP Toni Kasmiri (Kapolres Lampung Selatan)

5. AKBP Yugi Bayu Hendarto (Kapolres Garut)

6. Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra (Waaster Kodam XVIII/Kasuari)

7. Letkol Czi. Dili Eko Setyawan (Dandim Merauke)

8. Don Muzakir (Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia)

9. Mugi Raharjo (Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro)

10. Aseng (Poktan Ciraden) Kelompok Tani Kabupaten Cianjur

11. Nurul Hadi (Poktan Sri Ki Lamaran) Kelompok Tani Kabupaten Indramayu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6