Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupee India mencatatkan kinerja terburuk di antara mata uang Asia sepanjang tahun ini dan diperkirakan masih menghadapi tekanan berat pada awal 2026. Lemahnya mata uang India tersebut dipicu oleh minimnya kemajuan dalam perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan India, serta arus keluar dana asing yang terus berlanjut dari pasar keuangan domestik.
Dikutip dari CNBC, Selasa (23/12/2025), sebagai ekonomi terbesar kelima di dunia, India menghadapi tantangan ganda di tengah ketidakpastian global. Berdasarkan proyeksi Nomura dan S&P Global Market Intelligence, rupee diperkirakan melemah hingga level 92 per dolar AS pada akhir Maret 2026.
Sementara itu, pada perdagangan terakhir, rupee berada di kisaran 89,6 per dolar AS, setelah sempat menembus 'level psikologis' 90 per dolar di awal bulan.
Advertisement
Tekanan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena rupee memulai tahun 2025 di level 85,64 per dolar AS. Dalam waktu kurang dari 15 sesi perdagangan, mata uang tersebut merosot tajam hingga melewati level 91, mencerminkan sentimen investor yang semakin berhati-hati terhadap prospek ekonomi India.
Analis menilai, potensi penguatan rupee sangat bergantung pada tercapainya kesepakatan dagang antara New Delhi dan Washington. Saat ini, India termasuk negara dengan tarif impor tertinggi di dunia, mencapai sekitar 50 persen, bahkan lebih tinggi dibandingkan China.
Kondisi ini membuat daya saing ekspor India ke AS menurun, tercatat pada bulan September ekspor India ke AS turun menjadi 12 persen, 8,5 persen pada Oktober, dan menunjukkan tanda pemulihan pada akhir tahun sebesar 22,6 persen.
Arus Keluar Modal Asing Masih Membayangi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4345724/original/038954900_1677883969-rupee-g1043d0d3a_1280.jpg)
Tekanan terhadap rupee juga diperparah oleh arus keluar investor asing yang signifikan. Sepanjang tahun ini, investor global tercatat menarik dana bersih lebih dari USD 10 miliar, sekitar Rp 167,8 triliun (kurs USD 1 = Rp 16.780) dari berbagai instrumen investasi India. Di pasar saham, investor portofolio asing telah melepas hampir USD 18 miliar, sekitar Rp 302 triliun hingga pertengahan Desember.
Meski demikian, Hanna Luchnikava-Schorsch, kepala ekonomi Asia-Pasifik S&P Global Market Intelligence, menilai rupee saat ini berada di level undervalued. Pelemahan mata uang dapat meningkatkan daya saing ekspor India dan membantu menopang pertumbuhan, terutama karena inflasi domestik masih relatif terkendali. Namun, risiko kenaikan biaya impor dan tekanan inflasi tetap menjadi perhatian utama.
“Kami meyakini rupee saat ini undervalued, dan koreksi diperkirakan akan terjadi setelah ada kejelasan lebih lanjut mengenai kesepakatan perdagangan AS-India,” kata Hanna Luchnikava-Schorsch, kepala ekonomi Asia-Pasifik S&P Global Market Intelligence.
Advertisement
Bank Sentral Intervensi
Bank sentral India dilaporkan turut melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menahan volatilitas berlebihan, meskipun tetap berkomitmen membiarkan mekanisme pasar menentukan arah nilai tukar.
Ke depan, stabilitas rupee akan sangat ditentukan oleh kepastian kebijakan perdagangan global dan kembalinya kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi India.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3904828/original/067187900_1761031719-Foto_eug.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313359/original/036079800_1754991816-rupee-4395523_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849793/original/011745700_1562754395-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS6.jpg)