Transformasi Digital dan Kekayaan Maritim Jadikan Indonesia Magnet Investasi Global

Masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia terletak pada integrasi ekonomi konvensional dengan teknologi digital, khususnya dalam memaksimalkan potensi sektor riil dan kekayaan maritim nasional.

Diterbitkan 17 Desember 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan,Petrus Tjandra, MBA, menegaskan bahwa masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia terletak pada integrasi ekonomi konvensional dengan teknologi digital, khususnya dalam memaksimalkan potensi sektor riil dan kekayaan maritim nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Indonesia Digital Investment Business Meeting 2025 yang diselenggarakan di DAOS HUB, Dubai Internet City, sebuah platform strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan Indonesia dan global dalam mendorong investasi digital, tokenisasi aset, dan transformasi ekonomi berkelanjutan.

Integrasi Ekonomi Konvensional dan Digital

Petrus Tjandra menekankan bahwa transformasi digital tidak menggantikan ekonomi konvensional, melainkan memperkuatnya melalui teknologi yang meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akses pendanaan global.

“Ekonomi Indonesia memiliki fondasi sektor riil yang sangat kuat. Tantangannya adalah bagaimana kekuatan tersebut ditransformasikan secara digital agar lebih terbuka, akuntabel, dan menarik bagi investor global,” ujar Petrus Tjandra, Rabu (17/12/2025).

Dukungan terhadap Tokenisasi Saham sebagai RWA

Pada kesempatan yang sama, Petrus Tjandra secara terbuka menyatakan dukungan terhadap langkah PT Pratama Intercipta yang melakukan transformasi saham perusahaan menjadi Real World Asset (RWA) berbasis token sebagai bagian dari strategi digitalisasi dan modernisasi struktur pendanaan perusahaan.

Menurutnya, tokenisasi aset merupakan inovasi strategis yang sejalan dengan kebutuhan investasi global saat ini, sekaligus menjadi jembatan antara sektor riil Indonesia dan pasar modal digital internasional.

“Transformasi saham menjadi RWA token adalah langkah maju dalam membuka akses investasi yang lebih luas, transparan, dan inklusif. Model ini memungkinkan sektor riil Indonesia mendapatkan pendanaan global tanpa meninggalkan fundamental bisnisnya,” tegasnya.

 

Selaras dengan Asta Cita Presiden

Lebih lanjut, Petrus Tjandra menegaskan bahwa inisiatif tokenisasi aset dan transformasi digital yang dilakukan oleh pelaku usaha Indonesia, termasuk PT Pratama Intercipta, selaras dengan visi dan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Pendekatan ini dinilai mendukung agenda strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, peningkatan investasi, penguatan sektor produktif, serta keterbukaan akses ekonomi yang berkeadilan.

“Transformasi digital sektor riil melalui RWA dan teknologi blockchain mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi Indonesia yang kuat, terbuka, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Indonesia sebagai Magnet Investasi TerbukaDengan kekayaan maritim, agrikultur, dan sumber daya alam yang luar biasa, dikombinasikan dengan pendekatan digital yang tepat, Indonesia dipandang memiliki potensi besar untuk menjadi magnet investasi terbuka bagi investor internasional, khususnya dari kawasan Timur Tengah, Asia, dan Eropa.

 

Mendorong Ekonomi Digital Berbasis Sektor Riil

Sebagai Chairman Agro Investama Group, pengalaman Petrus Tjandra di sektor agribisnis dan investasi semakin memperkuat pandangannya mengenai pentingnya sinergi antara kebijakan, dunia usaha, dan teknologi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Indonesia Digital Investment Business Meeting 2025 menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan daya saing tinggi dalam ekonomi digital berbasis sektor riil, di mana teknologi digunakan sebagai enabler untuk mempercepat pertumbuhan, meningkatkan kepercayaan investor, dan memperluas akses pembiayaan global.

Forum ini diharapkan menjadi katalis kolaborasi jangka panjang antara pelaku usaha, regulator, dan mitra internasional dalam membangun masa depan ekonomi Indonesia yang inklusif, transparan, dan berorientasi global.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6