Medco E&P Kirim 40 Ton Bahan Pokok ke Aceh, Bahlil: Semoga Ringankan Warga

PT Medco E&P Malaka kembali akan mengirim total 40 ton bantuan bahan pokok bagi warga terdampak banjir di Aceh.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Medco E&P Malaka kembali akan mengirim total 40 ton bantuan bahan pokok bagi warga terdampak banjir di Aceh. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia berharap bantuan ini bisa meringankan masyarakat.

Adapun, 40 ton bahan pokok itu dikirimkan secara bertahap. Pasokan gelombang kedua, Medco E&P mengirimkan logistik sebanyak 5 ton ke wilayah teedampan.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan keprihatinannya atas dampak banjir yang meluas di sejumlah wilayah. Harapannya, bantuan ini bisa menutup sebagian kebutuhan masyarakat terdampak.

“Pemerintah bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan mendesak warga,” ujar Bahlil, mengutip keterangan resmi, Selasa (2/12/2025).

Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan mengatakan pihaknya sudah mengirim berbagai jenis bantuan. Termasuk beras, air mineral, minyak goreng, mie instan, susu UHT, sarung, sejadah, mukena dan selimut dan kebutuhan pokok lainnya.

"MedcoEnergi selalu berupaya hadir untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi kami, terutama dalam situasi darurat seperti banjir ini. Kami bekerja bersama KESDM dan BPMA agar bantuan dapat tersalurkan cepat dan tepat sasaran,” kata Ronald.

 

Pulihkan Listrik dan BBM

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mempercepat pemulihan pasokan listrik dan BBM di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah. Gangguan infrastruktur energi membuat suplai listrik terganggu, sementara akses distribusi BBM terhambat akibat jalan dan jembatan yang rusak.

Menteri Bahlil langsung menginstruksikan PT PLN (Persero) untuk melakukan percepatan normalisasi. Bahlil mengatakan distribusi tiang listrik menggunakan pesawat Hercules mulai dilakukan sejak Jumat (28/11) dini hari.

"Semalam (Kamis, 27/11) listrik sempat mati, saya koordinasi terus sama PLN. Saya langsung juga berkomunikasi dengan tim. Jadi, sebagian tower tiang listrik ini kita kirim pakai Hercules. Subuh (Jumat, 28/11), sebagian sudah masuk dan sekarang mulai pemasangan," ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (29/11/2025).

Bahlil menegaskan langkah paling mendesak adalah memastikan listrik kembali menyala secepat mungkin, terutama di wilayah yang akses jalannya terputus. Pemulihan darurat terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.

 

Pasokan BBM

Tak hanya suplai listrik, distribusi BBM juga menjadi perhatian utama pemerintah. Wakil Menteri ESDM Yuliot memastikan PT Pertamina (Persero) tetap menyalurkan pasokan ke SPBU yang masih dapat beroperasi, meski banyak akses jalan terhambat akibat longsor dan jembatan rusak.

"Untuk ketersediaan BBM, ini kan banyak jalan yang longsor, banyak jembatan yang putus juga. Jadi, kita juga memastikan untuk SPBU yang ada, yang bisa dilayani itu akan tetap didistribusikan oleh teman-teman yang ada di PT Pertamina Patra Niaga," tutur Yuliot.

Kementerian ESDM juga mengaktifkan tim siaga bencana sektor energi untuk mempercepat upaya pemulihan di lapangan. Pemerintah menegaskan distribusi energi tidak boleh terhenti meski kondisi geografis sangat menantang.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6