Bencana Sumatera: Banjir dan Longsor di Aceh-Sumut, Distribusi BBM Pertamina Tertahan

Proses distribusi BBM Pertamina terkendala di beberapa daerah akibat bencana Sumatera.

Diterbitkan 28 November 2025, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada fasilitas operasi seperti terminal BBM yang rusak akibat bencana Sumatera berupa banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera Utara. Namun, proses distribusi BBM terkendala di beberapa daerah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Domatubun memastikan tidak ada kerusakan di fasilitas operasi milik perusahaan di dua wilayah, Aceh dan Sumatera Utara.

"Seluruh fasilitas tetap beroperasi normal, sementara tantangan utama lebih banyak berasal dari akses distribusi yang terhambat di beberapa titik akibat banjir dan longsor," kata Roberth saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (28/11/2025).

Dia mengatakan, jalur distribusi BBM ada yang terdampak bajir dan longsor, serta ada beberapa lintasan yang diterapkan buka-tutup jalan. Diantaranya, jalur Sibolga-Tarutung, Padang Sidempuan-Tapanuli Selatan, dan beberapa titik di Aceh dengan sistem buka-tutup jalan.

"Selain itu, cuaca ekstrem di perairan Belawan juga menyebabkan keterlambatan sandar kapal suplai yang berdampak pada jadwal pasokan ke FT Medan, FT Kisaran, dan FT Pematang Siantar," kata Roberth.

Dia turut menyampaikan keprihatinan dan empati yang mendalam atas bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera Utara. "Saat ini pemantauan kami lakukan secara intensif bersama pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait di wilayah terdampak," tuturnya.

 

PLN Kirim Tower Darurat Pakai Pesawat TNI ke Aceh

PT PLN (Persero) telah mengirim sejumlah tower listrik darurat untuk pemulihan kelistrikan di Aceh. Pengiriman tower darurat ini dilakukan menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara.

PLN menggandeng TNI AU mengirimkan material tower darurat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat Hercules pertama berhasil mendarat di Lanud Iskandar Muda, Aceh sekitar pukul 11.45 WIB dan segera melakukan bongkar muatan untuk membangun tower darurat di titik-titik lokasi terdampak.

“Siang ini, satu kloter material tower darurat telah mendarat dengan selamat di Aceh dan akan segera dibawa menuju titik kerusakan menggunakan helikopter untuk mempercepat proses pembangunan tower darurat,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, dalam keterangan resmi, Kamis (27/11/2025).

 

12 Tower PLN Rusak

Sebelumnya, hasil penelusuran lokasi jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang terdampak, PLN menemukan kerusakan tower yang lebih banyak. Jika sebelumnya terindikasi 5 tower transmisi roboh, kini ditemukan adanya kerusakan hingga 12 tower di beberapa jalur transmisi SUTT 150KV, yaitu jalur Bireun-Arun, jalur Brandan-Langsa dan jalur Peusangan-Bireun.

Lebih lanjut, Eddi menjelaskan mobilisasi cepat dan akurat menjadi langkah krusial dalam upaya pemulihan kembali jaringan transmisi utama yang terdampak.

“Awalnya kami mendata lima tower roboh, namun akibat cuaca ekstrem yang terus berlanjut, jumlahnya bertambah menjadi total dua belas tower yang mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat kami harus meningkatkan volume material dan percepatan distribusi ke lokasi,” ujar Eddi.

Kolaborasi

PLN mengapresiasi dukungan dari TNI Angkatan Udara dan terus berkoordinasi untuk mengirim material pendukung yang dibutuhkan dengan lebih cepat.

“Kolaborasi dengan TNI AU melalui pengiriman material menggunakan pesawat Hercules sangat membantu, terutama untuk menjangkau lokasi-lokasi yang tidak dapat ditembus lewat darat. Begitu material tiba, tim langsung bergerak mengirimkannya ke titik-titik prioritas untuk pembangunan tower darurat,” jelasnya.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6