Menko Zulkifli Hasan Mewajibkan MBG Diawasi Ahli Gizi

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menekankan peran ahli gizi dalam pelaksanaan MBG sangat penting.

Diterbitkan 19 November 2025, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diawasi oleh ahli gizi. Pasalnya, nilai gizi akan menjadi tolok ukur perkembangan anak-anak sebagai penerimanya.

Hal ini ditegaskan Menko Zulkifli usai berdiskusi dengan perwakilan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).

"MBG tetap dan harus, wajib, perlu profesi Ahli Gizi dalam penyelenggaraannya. Perlu Ahli Gizi, karena harus diukur nanti," tegas Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Dia menjelaskan, peran ahli gizi dalam pelaksanaan MBG menjadi penting. Nantinya, perkembangan para penerima akan diukur setelah enam bulan mendapat MBG.

"Bicara Gizi, ini para ahlinya, jadi MBG penting sekali menentukan, karena nanti akan diukur, akan diukur 6 bulan kalau sudah dikasih makan bergizi, tingkat pertumbuhannya, fisiknya, IQ-nya dan lain-lain itu akan diukur, akan dilihat nanti bagaimana, jadi fungsi teman-teman ini penting sekali," tutur dia.

Tak sekadar mengawasi MBG, Zulkifli juga meminta para ahli gizi memantau makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak sekolah. Termasuk tingginya konsumsi gula di tengah masyarakat. "Mengajak ahli gizi untuk melakukan edukasi terhadap makanan-makanan yang anak-anak kita layak, bagus untuk dikonsumsi dan mana yang perlu dihindari termasuk yang tadi gulanya tinggi itu," pintanya.

 

Persagi Temui DPR dan BGN

Sebelumnya, Persatuan Ahli Gizi Nasional (Persagi) dipastikan terus terlibat aktif dalam program Makan Bergizi Gratis. Hal ini ditegaskan Ketua Umum Persagi, Doddy Izwardy setelah bertemu dengan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal dan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional Sony Sanjaya.

“Persagi berkomitmen mensukseskan program MBG, utamanya dalam memberi penyuluhan dan literasi terkait gizi kepada masyarakat. Indikator kesuksesannya nanti bisa dilihat lewat perubahan perilaku makan, peningkatan IQ, hingga status gizi,” jelas Doddy dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).

“Kami berterima kasih kepada pak Cucun selaku Wakil Ketua DPR RI karena telah memfasilitasi pertemuan Persagi dengan BGN. Semoga kolaborasi ini bisa bermanfaat agar masyarakat di seluruh wilayah memiliki akses terhadap makanan sehat,” sambungya.

DPR dan Persagi sempat mendapat sorotan. Hal ini karena pernyataan Cucun yang menyatakan akan mengubah titel ‘ahli gizi’ dalam rekrutmen petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sebuah acara yang digelar BGN di Jawa Barat beberapa waktu lalu. Cucun Minta Maaf

 

Minta Maaf

Cucun meminta maaf atas kesalahan ucap. Ia menjelaskan bahwa usulnya berawal dari fakta di lapangan masih terdapat kekurangan tenaga ahli, padahal peran ahli gizi sangat penting dalam menjaga standar asupan gizi anak-anak.

“Sarjana dan lulusan pendidikan vokasi ilmu gizi akan dikonsolidasikan oleh Persagi dan BGN. Kita sepakat untuk terus melakukan perbaikan agar program MBG jadi program yang bermanfaat untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” terang Cucun.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meyakini literasi dan kesadaran gizi yang baik akan berdampak positif bagi bangsa Indonesia dalam jangka panjang.

“MBG bukan sekadar program sosial, melainkan fondasi mewujudkan cita-cita bangsa dengan melahirkan SDM unggul yang sehat, cerdas, dan berdaya saing lewat peningkatan dan pendidikan gizi sejak dini,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6