Bos Danantara Wanti-Wanti Tata Kelola di KAI

Danantara menegaskan KAI punya amanat besar yang menuntut integritas kuat dalam setiap proses.

Diterbitkan 18 November 2025, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyoroti pentingnya integritas dalam tata kelola perusahaan BUMN. Salah satunya pada tubuh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskarina menekankan pentingnya integritas tersebut. Menurutnya, visi yang jelas, eksekusi yang terarah, serta pengawasan yang ketat sangat penting untuk memastikan manfaat investasi dapat dirasakan masyarakat luas. 

"KAI memegang amanat besar dengan melayani sekitar 1,4 juta pelanggan setiap hari. Amanat ini menuntut integritas kuat pada seluruh proses,” ujar Dony, mengutip keterangan resmi, Selasa (18/11/2025).

Dony menuturkan, penguatan tata kelola dilakukan melalui evaluasi aset, perencanaan investasi jangka panjang, dan sistem seleksi pimpinan berbasis kompetensi serta rekam jejak. 

“Kita membangun perusahaan yang ingin kita wariskan kepada generasi berikutnya. Integritas harus menjadi dasar dalam setiap keputusan," ia menambahkan.

Senada, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Fitroh Rohcahyanto menegaskan integritas korporasi harus berjalan beriringan dengan dedikasi melayani masyarakat. Ia menyoroti lima prinsip penting dalam membangun budaya bersih yaitu Integritas, Dedikasi, Objektif, Loyal, dan Adil. 

"Pegawai KAI harus berorientasi pada kepentingan korporasi dan pelayanan publik. Ketika keadilan ditegakkan, seluruh proses bisnis berjalan konsisten dan akuntabel,” tegasnya. 

Edukasi Antikorupsi

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menegaskan pihaknya memperkuat edukasi antikorupsi bagi pegawai dan mitra usaha melalui pelatihan, pakta integritas, serta klausul antisuap dalam seluruh proses kerja sama. Kampanye integritas juga disampaikan melalui LED stasiun, materi edukatif di dalam KA, dan konten digital. 

"Integritas adalah identitas budaya kerja KAI. Seluruh Insan menjalankan tugas dengan kesadaran bahwa tata kelola bersih adalah kunci keberlanjutan perusahaan,” ujar Anne.

KAI menyediakan berbagai kanal pelaporan yang terbuka bagi siapa pun yang ingin menyampaikan indikasi pelanggaran atau dugaan korupsi. Melalui Whistleblowing System yang telah terintegrasi dengan KPK, pelapor dapat menyampaikan aduan secara aman dan terjamin kerahasiaannya.

Korupsi Melemahkan Perusahaan

Sementara itu, Komisaris Utama KAI, Said Aqil Sirodj menyebut korupsi dalam bentuk apa pun melemahkan fondasi perusahaan dan menggerus kepercayaan publik. 

Karena itu, penguatan SMAP, transparansi pengadaan, dan pelaporan kekayaan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan perusahaan. 

"Integritas adalah pondasi yang menjaga KAI tetap kuat dan dipercaya masyarakat,” tegas Said Aqil.

 

 

KCIC Serahkan Semua Permasalahan Whoosh ke Danantara

Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyerahkan seluruh penyelesaian permasalahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, alias Danantara.

Hal itu diutarakan Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi usai berkunjung ke Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Dwiyana mengatakan, dirinya datang ke Kantor Kemenko Perekonomian hanya untuk berdiskusi santai, tanpa mau membocorkan isinya. Sementara untuk perkara terkait Whoosh semisal proses restrukturisasi utang, kini jadi tanggung jawab Danantara sepenuhnya.

"Pokoknya kalau untuk restru kan kita serahkan ke Danantara. KCIC di bawah Danantara. Jadi apapun mekanisme/skemanya, kita serahkan ke Danantara," kata Dwiyana.

Begitu pun saat ditanya terkait komunikasi dengan Danantara hingga kelanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, ia belum bisa menjawabnya.

"Pokoknya kita ikutin satu pintu lewat Danantara. Wis to, lewat Danantara aja ya," ucap Dwiyana singkat.

 

Tak Jadi Masalah bagi Prabowo

Adapun Presiden Prabowo Subianto juga telah buka suara soal kegaduhan terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh. Usai mempelajari itu, RI 1 mengaku tidak menemui masalah berarti soal utang Whoosh.

"Enggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah," tegas Prabowo dalam acara peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya. Indonesia bukan negara sembarang. Kita hitung, enggak ada masalah itu. Jadi PT KAI enggak usah khawatir, semuanya enggak usah khawatir," pintanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6