Saksikan Sinetron Istiqomah Cinta Episode Selasa 23 Juni Pukul 21.30 WIB di SCTV

Emran kembali gagal menemui Khansa.

Diterbitkan 23 Juni 2026, 20:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Emran ditangkap polisi, namun obsesinya pada Khansa semakin parah di tahanan.
  • Fathan dan Khansa berencana bulan madu mendadak berkat hadiah almarhum Dokter Akhsan.
  • Yuda dan pembunuh bayaran gagal mencelakai Khansa yang sudah pergi.

Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Istiqomah Cinta Episode Selasa 23 Juni mengisahkan, usaha Emran untuk menemui Khansa kembali berakhir dengan kegagalan. Setelah berbagai tindakan yang dilakukannya selama ini, kesabaran Fathan akhirnya benar-benar habis. Tanpa sepengetahuan Emran, Fathan diam-diam menghubungi pihak kepolisian untuk mengakhiri semua kekacauan yang telah ditimbulkan pria tersebut. Situasi memanas ketika Emran berusaha mendekati Khansa, namun perempuan itu dengan tegas menolaknya. Bahkan Khansa tidak lagi menyembunyikan kebenciannya dan menyuruh Emran pergi dari hidupnya untuk selamanya.

Penolakan tersebut membuat Emran kehilangan kendali. Saat polisi datang, ia sempat berusaha melarikan diri, tetapi usahanya sia-sia. Petugas berhasil menangkapnya dan membawanya ke tahanan. Namun, penangkapan itu tidak serta-merta mengakhiri obsesinya terhadap Khansa. Di dalam sel, Emran justru menunjukkan perilaku yang semakin mengkhawatirkan. Dalam kondisi emosional yang tidak stabil, ia melukai jarinya sendiri dan menggunakan darahnya untuk menuliskan nama Khansa di dinding sel. Tindakan itu menjadi bukti bahwa obsesinya telah berkembang menjadi sesuatu yang sangat berbahaya.

Sementara itu, di tengah suasana duka yang masih menyelimuti keluarga mereka, Fathan menerima sebuah telepon yang tak terduga. Pihak agen perjalanan mengabarkan bahwa almarhum Dokter Akhsan ternyata telah menyiapkan hadiah istimewa sebelum meninggal dunia. Jauh hari sebelumnya, ia telah memesan sekaligus melunasi biaya sebuah jet pribadi yang diperuntukkan bagi bulan madu Fathan dan Khansa.

Kabar tersebut membuat keduanya terharu. Mereka menyadari bahwa itu adalah bentuk kasih sayang terakhir dari Dokter Akhsan yang ingin melihat mereka bahagia. Demi menghormati keinginan sang ayah, Fathan dan Khansa segera menyusun rencana untuk berangkat pada sore hari itu juga. Mereka memutuskan pergi secara diam-diam menuju Bandara Halim Perdanakusuma agar tidak menarik perhatian siapa pun.

Di saat yang sama, ancaman besar sebenarnya sedang mendekat. Yuda bersama kelompok pembunuh bayaran yang bekerja dengannya datang ke rumah Fathan dengan satu tujuan: menghabisi Khansa menggunakan racun arsenik. Namun, setibanya di lokasi, mereka dibuat panik karena kamar Fathan dalam keadaan kosong dan terkunci. Setelah mencari ke berbagai sudut rumah, mereka menyadari bahwa Khansa telah pergi lebih dulu melalui pintu belakang dengan menggunakan taksi online.

Kegagalan itu langsung memicu kepanikan di antara mereka. Yuda dan komplotannya mulai dilanda ketakutan serta kecurigaan. Mereka membayangkan kemungkinan terburuk, yaitu Khansa sedang menuju kantor polisi untuk melaporkan seluruh kejahatan yang selama ini mereka sembunyikan. Situasi yang awalnya mereka kendalikan kini justru berbalik menjadi ancaman yang dapat menghancurkan mereka kapan saja.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

15 Karakter Jujutsu Kaisen Terpopuler, Profil Lengkap dan Kekuatan Uniknya

Tim ShowbizTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan