MedcoEnergi Tambah Kapasitas 39 MW pada Sistem Kelistrikan Batam-Bintan

PT Medco Power Indonesia (Medco Power), telah memulai operasi komersial (COD) Pembangkit Listrik Add-On Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 39 MW.

Diterbitkan 13 November 2025, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta LPT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui anak perusahaannya, PT Medco Power Indonesia (Medco Power), telah memulai operasi komersial (COD) Pembangkit Listrik Add-On Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 39 MW yang berlokasi di Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau.

Proyek ini dikembangkan oleh anak perusahaan Medco Power, PT Energi Listrik Batam (ELB) berdasarkan perjanjian jual beli listrik jangka panjang dengan PT PLN Batam.

Melalui proyek ini, fasilitas open-cycle berkapasitas 70 MW yang sudah ada dikonversi menjadi pembangkit listrik combined cycle berkapasitas 109 MW.

Dengan memanfaatkan panas buang dari turbin gas untuk menghasilkan listrik tambahan melalui turbin uap, efisiensi pembangkit meningkat dan menurunkan intensitas karbon dari 0,8 menjadi 0,4 ton COâ‚‚ per MWh. Sekaligus memperkuat pasokan listrik bagi pertumbuhan industri di Batam dan Bintan.

"Dengan menghasilkan lebih banyak listrik dari sumber energi yang sama, proyek ini meningkatkan kinerja keseluruhan dan menurunkan intensitas karbon. Sejalan dengan fokus kami untuk mengoptimalkan aset yang ada untuk memenuhi kebutuhan listrik," jelas Presiden Direktur & CEO Medco Power Indonesia Eka Satria, Kamis (13/11/2025).

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato menambahkan, proyek ini diselesaikan dengan lebih dari 2,7 juta jam kerja aman tanpa insiden kehilangan waktu kerja. Sebagai bukti standar operasi yang tinggi dengan mengutamakan keselamatan dan kinerja.

"Proyek ini menunjukkan komitmen untuk terus membangun portofolio ketenagalistrikan yang lebih efisien dan rendah karbon. Sekaligus berkontribusi pada keandalan energi nasional serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia," tuturnya.

 

 

Harta Karun dari Kepulauan Riau

Kepulauan Riau sendiri jadi salah satu wilayah penghasil harta karun bagi MedcoEnergi. Adapun pada pertengahan 2025 ini, proyek lapangan minyak Forel dan Terubuk milik PT Medco Energi Internasional Tbk, yang terletak di Blok South Natuna Sea Block B, Natuna, Kepulauan Riau telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menilai peresmian dua proyek lapangan minyak di Natuna ini bakal jadi tonggak untuk mencapai swasembada energi nasional.

"Ini merupakan peresmian pertama di bidang lifting migas pada masa pemerintahan baru yang saya pimpin. Kedua proyek ini menjadi tonggak penting, tonggak bersejarah, dan upaya kita bersama untuk mencapai swasembada energi nasional," ujarnya beberapa waktu lalu.

 

Lapangan Minyak Terjauh di Indonesia

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, lapangan minyak Forel dan Terubuk jadi wilayah kerja (WK) dengan jarak terjauh yang ada di Indonesia.

"Kami melaporkan, bapak Presiden, hari ini kami berada pada posisi 60 mil dari daratan, dan kedalaman sekitar 90 meter. Ini adalah wilayah kerja untuk minyak yang paling terjauh di Indonesia sekarang ini," kata Bahlil.

Adapun proyek tersebut dikerjakan oleh afiliasi PT Medco Energi Internasional Tbk bersama dengan Medco E&P Natuna Block B Ltd.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6