Danantara Heran BUMN Punya Banyak Cicit Usaha

Manajemen Danantara ungkap ada 1.063 perusahaan terdiri dari anak, cucu, cicit BUMN. Padahal yang menjadi bisnis inti tidak sampai ribuan.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan memangkas jumlah perusahaan pelat merah. Saat ini, tercatat ada 1.063 perusahaan termasuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas mengatakan ribuan perusahaan BUMN itu akan digabung secara bertahap. Dari total 1.063 perusahaan, disebut hanya ada 400-an yang menjalankan bisnis inti (core).

"Jadi nanti, tadi saya sebut 1.063 ya. Nanti pelan-pelan akan ada yang menyusut. Kenapa? Karena banyak anak, cucu, cicit perusahaan dari 1.063. Mungkin yang core-nya cuma 400 sampai 600," ungkap Rohan dalam temu media di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Dia mengaku heran dengan banyaknya BUMN yang memiliki anak hingga cicit perusahaan. Bahkan cicit usaha BUMN masih memiliki anak usaha lagi. "Yang core (400 BUMN) yang lainnya, anak, cucu, cicit perusahaan, bahkan anaknya si cicit. Enggak tahu dulu lebih ke arah mana untuk mempunyai ide untuk punya banyak anak perusahaan," jelas dia.

Nantinya, perusahaan dengan model usaha sejenis akan digabung atau merger. Misalnya, seluruh hotel milik BUMN masuk jadi kelolaan Holding BUMN Industri Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney.

"Hotel semua di InJourney. Rumah sakit Pertamina, enggak lagi di bawah Pertamina, masuk ke IHC, Indonesia Healthcare. Pokoknya disatukan sesuai jenis usahanya," tegas Rohan.

Perintah Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk memangkas jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sekitar 800 entitas usaha BUMN diminta dipangkas olehnya.

Perintah itu telah disampaikan Prabowo kepada Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Dia menginginkan ada rasionalisasi jumlah anak, cucu, dan cicit BUMN. 

"Jadi, saya telah memberikan arahan kepada Kepala Danantara untuk melakukan rasionalisasi secara menyeluruh," kata Prabowo saat berbincang dalam Forbes Global CEO Conference, di St Regis, Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2025.

Tersisa 200 BUMN

Dalam catatannya, jumlah entitas BUMN termasuk anak, cucu, dan cicit mencapai 1.000 entitas. Dia meminta ada pemangkasan menjadi hanya 200 entitas.

Rencananya tak berhenti hanya pada pemangkasan jumlah BUMN. Namun, dia pun meminta pengelolaannya dilakukan dengan standar internasional.

"Mengurangi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi angka yang lebih masuk akal, mungkin sekitar 200, 230, atau 240, dan mengelolanya dengan standar internasional. Saya yakin bahwa tingkat return 1% atau 2% bisa dan harus meningkat," tuturnya.

 

Cari Talenta Terbaik Buat BUMN

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membolehkan orang asing masuk dalam jajaran pengurus di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan, dia sudah mengubah regulasinya.

Prabowo mulanya bercerita soal upaya memperkuat kinerja perusahaan oelat mwrah. Untuk itu, dia meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menerapkan tata kelola berstandar internasional.

"Saya juga telah meminta manajemen Danantara untuk menjalankannya dengan standar bisnis internasional, mereka bisa mencari talenta terbaik, orang-orang paling cerdas untuk bergabung," kata Prabowo dalam Forbes Global CEO Conference, di St Regis, Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2025.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6