Luncurkan IFPO, AHY Pertemukan Pemerintah dan Investor di Satu Platform

Ide pembentukan IPFO ini muncul ketika gelaran International Conference on Infrastructure (ICI) pada Juni 2025 lalu.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meresmikan Infrastructure Project Facility Office (IPFO) atau Kantor Fasilitasi Proyek Infrastruktur (KPFI) di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Dalam acara peresmian tersebut, AHY menceritakan, ide pembentukan IPFO ini muncul ketika gelaran International Conference on Infrastructure (ICI) pada Juni 2025 lalu. Untuk mempertemukan kepentingan pemerintah, swasta dan investor yang bergelut di sektor infrastruktur.

"Kita tidak sekadar meresmikan sebuah kantor baru, tetapi kita sedang memformalkan cara kerja baru antara pemerintah, investor, dan mitra pembangunan," ujar AHY.

Adapun dalam ICI 2025 lalu, Indonesia meluncurkan project catalog 2025 yang menampilkan 46 proyek infrastruktur strategis di sektor transportasi, energi, air, pengelolaan limbah, perumahan, dan smart city.

AHY menilai, peluncuran katalog proyek itu turut mempertemukan berbagai pihak dari ekosistem infrastruktur global. Meliputi sektor publik dan swasta, bank pembangunan, serta mitra multilateral.

"Ada satu pesan yang sangat jelas, kita harus menciptakan mekanisme fasilitasi yang menjembatani kebijakan dengan praktik, regulasi dengan realisasi, serta ambisi dengan tindakan nyata. Pesan itu menjadi mandat kami dan hari ini hal itu menjadi kenyataan," tuturnya.

 

Platform Koordinasi Terpadu

IPFO sendiri akan berfungsi sebagai platform koordinasi terpadu di bawah Kemenko IPK yang membantu investor, pemilik proyek, dan pemerintah daerah dalam menavigasi prosedur, menyelaraskan prioritas, serta mempercepat pelaksanaan proyek.

Mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, AHY juga hendak mengajak pihak swasta agar mau lebih menyumbang modal dalam pembangunan infrastruktur nasional.

"Seperti yang telah ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto, modal swasta harus memainkan peran yang lebih besar bahkan jauh lebih besar. Oleh karena itu, tugas pemerintah bukan hanya mengundang investasi, tetapi juga memperolehnya melalui kepastian, kejelasan, konsistensi, dan kredibilitas," imbuhnya.

 

Topang Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Melalui IPFO, AHY menjamin bisnis infrastruktur di Indonesia tidak terhambat oleh birokrasi, tapi dengan dukungan skema kemitraan. Ia menyebut Pemerintah Indonesia tengah mengejar target ambisius untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.

"Infrastruktur akan menjadi penggerak utama dari ambisi-ambisi tersebut, bukan hanya dengan membangun jalan, pelabuhan, dan jembatan, tetapi juga dengan memastikan akses, peluang, dan keadilan bagi semua," pungkas dia.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6